Breaking News
light_mode

Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
  • visibility 91
Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta sedang mengamati beberapa temuan di lokasi punden Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati

PATI – Setelah melakukan observasi selama dua hari,
Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan, temuan warga berupa struktur bangunan
di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo merupakan sebuah bangunan peninggalan kolonial
Belanda. Bukan makam seperti yang diduga banyak pihak.
Sebelumnya penemuan struktur
bangunan tersebut, diduga warga setempat sebagai makam kuno dari seorang tokoh
setempat bernama Mbah Gamirah. Ketua Tim Observasi dari Balai Arkeologi
Yogyakarta, Masyhudi mengungkapkan beberapa fakta yang menguatkan bahwa
bangunan tersebut adalah peninggalan Belanda.
Pertama, kata Masyhudi, pihaknya berpedoman dengan susunan batu bata tersebut ada plester dengan spesi. ”Adanya plester
spesi itu identik dengan bangunan-bangunan masa Belanda. Ukurannya juga relatif
bangunan baru. Kalau makam kuno memang tidak,” papar Masyhudi. 
Kedua, adanya temuan-temuan pecahan
keramik di sekitar lokasi temuan struktur bangunan tersebut. Pecahan keramik
itu dilihat sepintas juga identik dengan masa kolonialisme dulu.
Mengenai bangunan apa, pihak dari
Balai Arkeologi belum mengetahui secara pasti. Sebab data-data pendukung
lainnya semisal literatur berupa buku-buku kuno tidak ada. Selain itu struktur
bangunannya juga sudah tidak berbentuk secara pasti.
”Kalau dari kami hasil observasinya
memang begitu. Mungkin untuk lebih jelas melihat itu sebagai bangunan apa bisa
meminta bantuan ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah untuk
direkonstruksi,” imbuhnya.
Berbincang Bersama Sesepuh
Selain meneliti bangunan tersebut,
tim dari Balai Arkeolgi juga menyempatkan berdialog dengan warga setempat untuk
mengetahui cerita tutur mengenai tempat tersebut.
Lebih lanjut, tim dari Balai
Arkeologi menilai bangunan tersebut ada kaitannya dengan adanya sendang yang
berada di sebelahnya. ”Mata air dahulu menjadi sangat penting. Oleh karena itu
pemerintah kolonial Belanda mungkin saja membuat sebuah bangunan untuk
menunjang keberadaan mata air tersebut. Apalagi di zaman Belanda dulu Pati
menjadi salah satu kota penting karena sebagai karesidenan. Mungkin nilai
sejarahnya di sana yang penting,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa
Sukoharjo mengaku akan menyampaikan hasil observasi dari tim ahli ini
secepatnya kepada warga. Hasil observasi itu direncanakan akan disampaikan
tidak hanya lisan akan tetapi tertulis.
Mengingat sebelumnya warga sekitar
sudah sangat meyakini temuan bangunan itu sebagai makam kuno. ”Supaya
masyarakat tidak simpang siur. Kami nanti akan mengumpulkan tokoh-tokoh desa
dan menyampaikan hasil dari tim ahli ini,” paparnya.
Selain itu, kepala desa
menyampaikan, meskipun hasil observasinya tidak sesuai dengan dugaan
masyarakat, pihaknya tetap mengharap masyarakat menghormati daerah sekitar
bangunan tersebut. Sebab sudah menjadi tradisi dan kepercayaan masyarakat sejak
dulu, jika tempat sesepuh desa, yang diperingati setahun sekali dalam tradisi
sedekah bumi. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Narso : Pemuda Motor Perubahan Bangsa

    Anggota DPRD Pati Narso : Pemuda Motor Perubahan Bangsa

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 143
    • 0Komentar

    PATI – Narso, anggota DPRD Kabupaten Pati, menyerukan kepada masyarakat, terutama para pemuda, untuk menjadi motor penggerak perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. “Dalam momen ini, kita mengajak para pemuda untuk bersemangat dan menjadi motor penggerak bangsa kita, agar segera bisa menjadi negara maju,” ujarnya. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan pentingnya […]

  • Pupuk Indonesia Catat 27.092 Transaksi Pupuk Subsidi Awal Tahun 2025

    Pupuk Indonesia Catat 27.092 Transaksi Pupuk Subsidi Awal Tahun 2025

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) melaporkan telah terjadi 27.092 transaksi penebusan pupuk bersubsidi oleh petani sejak awal tahun hingga 3 Januari 2025. Pencapaian ini menunjukkan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan nasional pemerintah. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, menyatakan bahwa kemudahan penebusan pupuk bersubsidi di awal tahun merupakan hasil dari […]

  • Bupati Kudus Apresiasi Tim Sepak Bola Putri Djarum ke Turnamen Internasional di Singapura

    Bupati Kudus Apresiasi Tim Sepak Bola Putri Djarum ke Turnamen Internasional di Singapura

    • calendar_month Sen, 14 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 128
    • 0Komentar

    KUDUS – Kabar baik datang dari geliat sepak bola putri di Kabupaten Kudus. Karena ada dua tim usia dini binaan PT Djarum yang akan mengikuti turnamen internasional bergengsi. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris juga turut berbangga. Sam’ani berkesempatan menemui para pemain sebelum berangkat ke Singapura. Dua tim yang akan berlaga di ajang bergengsi JSSL Singapore 7’s […]

  • Andika Perkasa dan Edy Wuryanto Bersafari Sambil Nikmati Bebek dan Ayam Goreng di Grobogan

    Andika Perkasa dan Edy Wuryanto Bersafari Sambil Nikmati Bebek dan Ayam Goreng di Grobogan

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 89
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Andika Perkasa, calon gubernur Jawa Tengah, baru-baru ini melakukan kunjungan ke wilayah Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, didampingi oleh Edy Wuryanto, anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III, pada Sabtu-Minggu (7-8/9/2024). Edy Wuryanto, yang merupakan politisi PDI Perjuangan, menyatakan keyakinan bahwa Andika akan menang telak di wilayah tersebut, yang dikenal sebagai “kandang […]

  • Jurnalis Pati Potong Kue HPN Bareng Artis Ibukota

    Jurnalis Pati Potong Kue HPN Bareng Artis Ibukota

    • calendar_month Kam, 21 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    PATI – Hari Pers Nasional sebenarnya jatuh pada 9 Februari lalu, namun di Kabupaten Pati diperingati dengan gembira Rabu (20/2/2019). Dalam momen peringatan tersebut, pers bersama para pekerja seni saling menguatkan di hari rayanya para wartawan itu. Pukul 15.00, bersama beberapa artis kenamaan, para wartawan di Pati yang tergabung dalam Forum Jurnalis Independen (ForJIP) menggelar […]

  • Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta  Adipura Kencana disabet Kota Jepara. Penghargaan tertinggi kota terbersih ini menjadi kado manis bagi komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Jepara. Daerah berjuluk Kota Ukir itu meraih penghargaan Adipura Kencana sebagai kota sedang terbersih di Indonesia tahun 2022. Di Jawa Tengah, hanya Jepara yang mendapatkan penghargaan […]

expand_less