Breaking News
light_mode

Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
  • visibility 210
Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta sedang mengamati beberapa temuan di lokasi punden Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati

PATI – Setelah melakukan observasi selama dua hari,
Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan, temuan warga berupa struktur bangunan
di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo merupakan sebuah bangunan peninggalan kolonial
Belanda. Bukan makam seperti yang diduga banyak pihak.
Sebelumnya penemuan struktur
bangunan tersebut, diduga warga setempat sebagai makam kuno dari seorang tokoh
setempat bernama Mbah Gamirah. Ketua Tim Observasi dari Balai Arkeologi
Yogyakarta, Masyhudi mengungkapkan beberapa fakta yang menguatkan bahwa
bangunan tersebut adalah peninggalan Belanda.
Pertama, kata Masyhudi, pihaknya berpedoman dengan susunan batu bata tersebut ada plester dengan spesi. ”Adanya plester
spesi itu identik dengan bangunan-bangunan masa Belanda. Ukurannya juga relatif
bangunan baru. Kalau makam kuno memang tidak,” papar Masyhudi. 
Kedua, adanya temuan-temuan pecahan
keramik di sekitar lokasi temuan struktur bangunan tersebut. Pecahan keramik
itu dilihat sepintas juga identik dengan masa kolonialisme dulu.
Mengenai bangunan apa, pihak dari
Balai Arkeologi belum mengetahui secara pasti. Sebab data-data pendukung
lainnya semisal literatur berupa buku-buku kuno tidak ada. Selain itu struktur
bangunannya juga sudah tidak berbentuk secara pasti.
”Kalau dari kami hasil observasinya
memang begitu. Mungkin untuk lebih jelas melihat itu sebagai bangunan apa bisa
meminta bantuan ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah untuk
direkonstruksi,” imbuhnya.
Berbincang Bersama Sesepuh
Selain meneliti bangunan tersebut,
tim dari Balai Arkeolgi juga menyempatkan berdialog dengan warga setempat untuk
mengetahui cerita tutur mengenai tempat tersebut.
Lebih lanjut, tim dari Balai
Arkeologi menilai bangunan tersebut ada kaitannya dengan adanya sendang yang
berada di sebelahnya. ”Mata air dahulu menjadi sangat penting. Oleh karena itu
pemerintah kolonial Belanda mungkin saja membuat sebuah bangunan untuk
menunjang keberadaan mata air tersebut. Apalagi di zaman Belanda dulu Pati
menjadi salah satu kota penting karena sebagai karesidenan. Mungkin nilai
sejarahnya di sana yang penting,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa
Sukoharjo mengaku akan menyampaikan hasil observasi dari tim ahli ini
secepatnya kepada warga. Hasil observasi itu direncanakan akan disampaikan
tidak hanya lisan akan tetapi tertulis.
Mengingat sebelumnya warga sekitar
sudah sangat meyakini temuan bangunan itu sebagai makam kuno. ”Supaya
masyarakat tidak simpang siur. Kami nanti akan mengumpulkan tokoh-tokoh desa
dan menyampaikan hasil dari tim ahli ini,” paparnya.
Selain itu, kepala desa
menyampaikan, meskipun hasil observasinya tidak sesuai dengan dugaan
masyarakat, pihaknya tetap mengharap masyarakat menghormati daerah sekitar
bangunan tersebut. Sebab sudah menjadi tradisi dan kepercayaan masyarakat sejak
dulu, jika tempat sesepuh desa, yang diperingati setahun sekali dalam tradisi
sedekah bumi. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warung makan Bu Sarah Puri

    Rekomendasi Tempat Kulineran Enak di Pati Kota

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 466
    • 0Komentar

      Warung makan Bu Sarah Puri   Kota Pati terkenal dengan kulinernya yang enak. Ada nasi gandul, mangut, dan soto kemiri. Berikut kami rekomendasikan tempat kulineran khas Pati bagi pengunjung yang baru datang ke kota ini.   1. Kuliner warna-warni Jalan Kiai Saleh Di Jalan Kiai Saleh, Kaborongan Pati Kota menjadi salah satu tempat kuliner […]

  • Milenial Tetap Cinta Tari Tradisional

    Milenial Tetap Cinta Tari Tradisional

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Dela Rizki Safitri Tarian tradisional tetap saja menarik minat seseorang. Dela Rizki Safitri misalnya. Gadis kelahiran Pati, 3 Desember 2002 ini bahkan sampai mahir enam tarian tradisional. Dia mengaku tertarik tarian tradisional tersebut karena keunikannya. Dela sapaan akrabnya mulai kelas VII SMP menggemari tarian tersebut. Dia mngaku selain unik, dia tertarik karena sejak kecil sering […]

  • Jelang Lebaran, DPRD Pati Minta Pemkab Segera Tangani Jalan Rusak dan Drainase

    Jelang Lebaran, DPRD Pati Minta Pemkab Segera Tangani Jalan Rusak dan Drainase

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.940
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti kondisi ruas jalan yang rusak di sejumlah wilayah daerahnya, dengan mengingatkan pentingnya penanganan segera agar tidak mengganggu pergerakan masyarakat, terutama menjelang momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Oleh karena itu, pihak DPRD Kabupaten Pati mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan […]

  • Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

    Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Kota Pati terletak di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki wilayah paling luas. Pati memiliki pantai, hingga dataran tinggi pegunungan. Kotanya tak terlalu ramai. Hingga mendapat julukan kota pensiunan. Namun, kota ini punya daya tarik sendiri yang membuat siapapun betah berlama-lama tinggal di kota yang terdiri dari 21 kecamatan, 401 desa, […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Kembangkan Ekonomi Kreatif Melalui Seni Pertunjukan

    DPRD Pati Dorong Pemkab Kembangkan Ekonomi Kreatif Melalui Seni Pertunjukan

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif di sektor seni pertunjukkan. Hal ini sejalan dengan penetapan seni pertunjukkan sebagai Sub Sektor Unggulan dalam pengembangan ekonomi kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenkraf RI). “Kami sebagai anggota legislatif sangat mendorong dan mengapresiasi langkah ini, […]

  • Tumbang dari Persekaba Badung, Tim Siap Dirombak

    Tumbang dari Persekaba Badung, Tim Siap Dirombak

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sumber : Facebook PERSIJAP Jepara Lingkar Muria, JEPARA – Persijap Jepara harus takluk dari lawannya Persekaba Badung saat laga uji coba di Stadion Gelora Bumi Kartini Sabtu (25/11/17) yang lalu. Tuan rumah taklut dengan skor 2- 1 atas tim yang masuk playoff liga 3 ini. Kekalahan Laskar Kalinyamat ini diawali saat menit ke 12. Kiper […]

expand_less