Breaking News
light_mode

Desa Akan Tetap kelola Temuan Bangunan di Punden Mbah Gamirah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
  • visibility 231
Seorang warga sedang berada di tengah temuan bangunan di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kabupaten Pati yang kini telah ditembok keliling

PATI – Balai Arkeologi Yogyakarta yang meneliti temuan
warga, berupa struktur bangunan dari batu bata di Punden Dukuh Cacah Desa
Sukoharjo sudah menyimpulkan temuan itu bukan bangunan makam. Meskipun begitu,
pihak desa mengaku tetap meneruskan apa yang telah dibangun warga sekitar.
Suko Waluyo, Kepala Desa Sukoharjo
mengungkapkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada warganya. ”Namun kalau
ingin dibangun warga dipersilahkan berpartisipasi. Misalnya ada yang mau
menyumbangkan semen satu sak dipersilahkan,” katanya saat menggelar pertemuan
bersama Balai Arkeologi dan sesepuh desa setempat.
Lebih lanjut, Suko Waluyo juga
mengimbau kepada warganya supaya tetap menghormati tempat tersebut. ”Sejak lama
di sini diyakini memang sebagai cikal bakal sesepuh desa. Meskipun temuan warga
dinyatakan bukan sebagai makam oleh tim ahli, kami mengimbau supaya tetap
menghormati tempat tersebut sebagai punden. Sejak dulu selalu digelar acara
sedekah bumi di tempat ini,” katanya. Saat ini temuan bangunan tersebut sudah
dibangunkan tembok keliling, dari batu bata.
Diyakini Makam
Sebelumnya, temuan bangunan
tersebut memang diyakini sebagai makam. Hal itu berdasarkan penuturan juru
kunci punden tersebut yang mendapatkan wangsit usai melakukan tirakat.
Seperti diketahui, warga Desa
Sukoharjo meyakini temuan itu merupakan makam dari tokoh setempat yang dikenal
sebagai punden desa yang bernama Mbah Gamirah. Namun saat diteliti oleh Balai
Arkeologi, temuan bangunan tersebut tidak mengindikasikan berupa bangunan
makam.
”Di beberapa tempat yang kami
temui, yang paling tua sekalipun, misalnya makam di Troloyo, ataupun di Gresik
ditemukan nisan makamnya. Dan tulisannya sangat jelas terbaca. Sementara di
sini tak ditemukan apa pun. Hanya tumpukan batu bata yang sudah tidak membentuk
sebuah bangunan,” kata Ketua Tim Observasi dari Balai Arkeologi Yogyakarta
Masyhudi.
Pihaknya pun menyarankan kepada
pihak desa maupun, dinas terkait untuk meminta bantua kepada Balai Pelestari
Cagar Budaya (BPJB) Jawa Tengah. ”Yang bisa merekonstruksi bangunan dari sana,”
katanya. (has)  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aly Ndom bek Persijap Jepara.

    Bek Persijap Jepara Aly Ndom Siap Berikan yang Terbaik

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 4.140
    • 0Komentar

    JEPARA – Bek tengah Persijap Jepara Aly Ndom siap memberikan yang terbaik saat laga melawan tuan rumah Persik Kediri (6/4/2026) di Stadion Brawijaya dalam laga pekan ke-26 Super League. Pemain berkebangsaan Prancis ini menilai Persik Kediri adalah lawan yang sulit. Terlebih mereka bermain di kandang sendiri, Persik juga tampil full team. Namun pemain 29 tahun […]

  • Lezatnya Kolak Singkong Gudang khas Kudus

    Lezatnya Kolak Singkong Gudang khas Kudus

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Penampakan kolak singkong gudang dengan balutan gula merah  Banyak sekali olahan singkong yang lezat dan banyak disukai orang-orang. Singkong merupakan hasil bumi yang banyak dikreasikan untuk menjadi kudapan yang enak. Seperti menjadi getuk, singkong keju atau olahan lainnya. Di Kudus Jawa Tengah ada salah satu olahan singkong yang lezat dan juga unik. Nama olahannya adalah […]

  • Reaksi Keras Ansor Banser kepada Para “Pencoleng Agama”

    Reaksi Keras Ansor Banser kepada Para “Pencoleng Agama”

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

      Gus Yaqut saat melakukan orasi kebangsaan. REMBANG – Reaksi keras ditunjukkan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atas peristiwa berdarah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Gus Yaqut, sapaan akrabnya, meminta aparat tegas pada pelaku kekerasan yang disebutnya sebagai “pencoleng agama”,  yang berakibat empat orang jadi korban perilaku biadab atas nama agama […]

  • Anti Rayap Ramah Lingkungan dari SMPN 3 Pati dapat Juara Internasional

    Anti Rayap Ramah Lingkungan dari SMPN 3 Pati dapat Juara Internasional

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

      Anggota tim sains project mendapat penghargaan dari Kepala SMPN 3 Pati Rukayah PATI – Tim sains project SMP Negeri 3 Pati berhasil menorehkan prestasi membanggakan, dengan meraih juara di ajang bergengsi World Invention Creativity Olympic (WICO). Inovasi anti rayap dari  limbah kulit randu dan tembakau mengantarkan mereka menjadi yang terbaik. Tim dari SMP N […]

  • Komisi B DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pangan Rumah Tangga

    Komisi B DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pangan Rumah Tangga

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.190
    • 0Komentar

    PATI – Potensi pertanian di Kabupaten Pati dinilai masih sangat besar, namun belum digarap secara optimal. Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti masih banyaknya lahan yang terbengkalai, terutama di tingkat desa, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti, menilai bahwa lahan-lahan yang kering dan tidak produktif tersebut […]

  • Laskar Saridin Digembleng Pressing

    Laskar Saridin Digembleng Pressing

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    PATI – Mengakhiri putaran pertama Liga 3 Zona Jawa Tengah, Persipa finish dengan hasil yang terbilang tak memuaskan. Kesebelasan berjuluk Laskar Saridin tersebut menjadi lumbung gol di Grup A, serta berada di urutan paling buncit kedua satu tingkat lebih baik dari PSIK Klaten yang belum sekalipun mengemas poin. Dwi Cahyono cs tercatat kemasukan 13 gol […]

expand_less