Breaking News
light_mode

Kader Ansor Jati Kudus Dapat Pencerahan Demokrasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 7 Jan 2019
  • visibility 223
Suasana rutinan GP Ansor PAC Jati Kudus bersama Abdul Jalil
KUDUS – Obrolan yang sedang aktual
digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Jati. Menghadirkan cendekiawan
muslim sekaligus budayawan Kudus, Abdul Jalil, kader-kader muda NU ini mengupas
perihal sistem demokrasi yang semakin populer di akhir dasawarsa abad ke 20
ini.

Seperti diketahui, demokratisasi
menjadi salah satu isu yang paling populer dalam perbincangan sehari-hari.
Indikasi nyata dari kepopuleran isu itu adalah berlipat gandanya jumlah negara
yang menganut sistem pemerintahan demokratis. Negara yang awalnya tidak
demokratis, serta merta merubah haluan negaranya menjadi demokratis.

Abdul Jalil menjelaskan,
demokrasi substansinya sebuah proses pemilihan yang melibatkan banyak orang
untuk mengangkat seseorang menjadi memimpin. Dan tentu saja yang akan mereka
angkat atau pilih hanyalah orang yang mereka sukai.

”Mereka tidak boleh dipaksa untuk
memilih suatu sistem ekonomi, sosial atau politik yang tidak mereka kenal atau
tidak mereka sukai. Mereka berhak mengontrol dan mengevaluasi pemimpin yang
melakukan kesalahan, berhak mencopot dan menggantinya dengan orang lain jika
menyimpang,” terangnya Sabtu (5/1/2019) malam lalu, di Masjid Sabilul Muttaqin
Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus.

Demokrasi, lanjut Kaprodi Ekonomi
Islam IAIN Kudus itu, sering diartikan sebagai penghargaan terhadap hak-hak
asasi manusia, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan persamaan hak di
depan hukum. Dari sini kemudian muncul idiom-idiom demokrasi, seperti egalite
(persamaan), equality (keadilan), liberty (kebebasan), human right (hak asasi
manusia) dan lainnya. Secara normatif, Islam menekankan pentingnya ditegakkan
amar ma’ruf nahi munkar bagi semua orang, baik sebagai individu, anggota
masyarakat maupun sebagai pemimpin negara. Doktrin tersebut merupakan prinsip
Islam yang harus ditegakkan dimana pun dan kapan saja, supaya terwujud
masyarakat yang aman dan sejahtera.
Foto bersama kader GP Ansor PAC Jati

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor
Jati Noor Khoiri menambahkan, sistem demokrasi menjadi cara untuk mewujudkan
good governance. Para kader Ansor, khsusnya Jati akan menghadapi pesta
demokrasi pada tahun ini. Baik itu pemilihan legislatif maupun presiden. Namun
demikian, agenda politik ini jangan sampai membuat kader Ansor terbelah.

”Harus tetap kompak dan solid.
Kader juga harus membedakan kepentingan politik dan masyarakat atau
organisasi,” kata Khoiri kemarin.

Dalam menyikapi pesta demokrasi
saat ini, katanya, diharapkan agar saling tepo seliro satu dengan yang lain.
Berbeda sudut pandang politik, berpecah belah jangan. Ini hanya sebuah hajatan
politik musiman.

”Memilih pemimpin adalah hal yang
mutlak kita lakukan. Mari kita bersama menumbuh kembangkan semangat
wathoniyyah. Mari memilih  pemimpin yang
amanah yang mendedikasikan kekuasanya untuk negara dan rakyat. Cita-cita besar
kita adalah mewujudkan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr,”
paparnya. (aro/has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

    Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta sedang mengamati beberapa temuan di lokasi punden Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati PATI – Setelah melakukan observasi selama dua hari, Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan, temuan warga berupa struktur bangunan di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo merupakan sebuah bangunan peninggalan kolonial Belanda. Bukan makam seperti yang diduga banyak pihak. […]

  • Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 207
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 138 warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi lontong sayur dari acara hajatan pada Senin malam (23/12/2024). Korban mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan menggigil. Warga mulai merasakan gejala keracunan pada Selasa pagi (24/12/2024). Puncaknya pada Selasa malam, 138 warga mengalami gejala yang sama, […]

  • Daftar Buah Unggulan di Kota Pati yang Selalu Jadi Buruan

    Daftar Buah Unggulan di Kota Pati yang Selalu Jadi Buruan

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Aneka buah unggulan di Kabupaten Pati Tidak mengherankan jika Kabupaten Pati berjuluk sebagai Bumi Mina Tani. Sebab hasil pertanian dan perkebunan di daerah ini terkenal memiliki kualitas unggulan dan sudah terkenal luas secara nasional. Ada beragam buah-buahan unggul yang dihasilkan bumi Kabupaten Pati, buah-buahan ini sangat terkenal di pasar-pasar luar kota dan selalu menjadi buruan […]

  • DPRD Pati Dukung Penuh Program TPS 3R di Pasar-Pasar Tradisional

    DPRD Pati Dukung Penuh Program TPS 3R di Pasar-Pasar Tradisional

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 246
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, khususnya di lingkungan pasar. Hal ini bertujuan agar sampah tidak hanya berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya pemilahan sampah sebelum dibuang. “Perlu pengelolaan masalah sampah ini. Harus dipilah-pilah […]

  • Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

      Beragam motif batik Jepara dipamerkan Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima penghargaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Penghargaan itu diraih atas dedikasinya terhadap pelestarian batik Jepara. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Alamsyah, didampingi tim peneliti Siti Maziyah, pada Jumat (20/11/2020), di Pendopo Kartini Jepara. […]

  • Polemik Perangkat Desa di Pati: DPRD Minta Pengisian Lebih Objektif

    Polemik Perangkat Desa di Pati: DPRD Minta Pengisian Lebih Objektif

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 223
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak pemerintah desa (Pemdes) untuk lebih objektif dalam proses pengisian perangkat desa mendatang. Anggota Komisi A, Danu Ikhsan Hariscandra, menekankan pentingnya objektivitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, khususnya dalam hal administrasi. “Harapannya, pengisian perangkat desa ke depan bisa berjalan lancar dan objektif,” ujarnya. […]

expand_less