Breaking News
light_mode

Jangan Biarkan JKN Kembali Krisis, Edy Wuryanto Minta APBN 2027 Jadi Momentum Perkuat Pembiayaan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
  • visibility 101.759

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali mengalami tekanan pembiayaan berat seperti periode 2014–2019.

Keberlanjutan program ini harus menjadi prioritas utama negara sebagai instrumen jaminan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok miskin dan tidak mampu.

Edy menegaskan tekanan keuangan JKN harus segera dijawab dengan kebijakan anggaran yang lebih kuat. Rasio klaim yang terus berada di atas 100 persen menunjukkan biaya pelayanan telah melampaui pendapatan iuran, yang jika dibiarkan akan menggerus ketahanan Dana Jaminan Sosial Kesehatan serta menghambat pembayaran ke fasilitas kesehatan.

“JKN ini harus dipertahankan. Jangan sampai kita baru bertindak ketika defisit sudah membesar dan mulai mengganggu pelayanan. Yang harus kita jaga bukan hanya kesehatan keuangan BPJS Kesehatan, tetapi kesinambungan pelayanan kesehatan untuk rakyat,” ujar Edy.

Ia menyampaikan, perhatian serupa juga disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam pidato peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Senin (17/8).

Megawati meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan tidak mengganggu keberadaan BPJS Kesehatan, melainkan justru menambah anggarannya agar manfaat program tetap terjaga.

Edy menegaskan kebijakan fiskal tidak boleh membuat kelompok rentan kehilangan perlindungan.

“Jangan tunggu JKN masuk krisis baru pemerintah bergerak. APBN 2027 harus menjadi momentum untuk memperkuat JKN, memperluas kepesertaan, memperkuat pembiayaan, dan memastikan rakyat tidak kehilangan hak atas layanan kesehatan,” ucapnya.

Sebagai legislator Dapil Jawa Tengah III, Edy menekankan JKN adalah tanggung jawab konstitusional negara. Ia menyoroti masih banyaknya warga miskin yang kepesertaannya tidak aktif akibat tunggakan pembayaran iuran oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Jangan sampai orang miskin kehilangan perlindungan kesehatan hanya karena pemerintah tidak mampu membayar iurannya. Kalau mereka sakit, yang dipertaruhkan bukan angka kepesertaan, tetapi keselamatan manusia,” tegasnya.

Berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2004, fakir miskin dan tidak mampu wajib dilindungi melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Oleh karena itu, persoalan pembiayaan adalah urusan kebijakan fiskal, bukan sekadar beban BPJS Kesehatan.

“Kalau pendapatan iuran tidak mampu mengejar biaya pelayanan, solusinya tidak bisa hanya meminta BPJS melakukan efisiensi. Pemerintah harus memperkuat pembiayaan JKN melalui APBN dan memastikan pemerintah daerah memiliki kemampuan fiskal untuk memenuhi kewajibannya,” ujarnya.

Edy mengusulkan lima langkah strategis dalam penyusunan APBN 2027:
Pertama, tingkatkan kuota PBI dari 96,8 juta menjadi 113 juta orang seiring bertambahnya kelompok rentan akibat perubahan kondisi ekonomi.

“Kondisi sosial ekonomi masyarakat berubah. PHK meningkat, pendapatan sebagian masyarakat menurun, dan kelompok rentan bertambah. Karena itu, kuota PBI tidak bisa dipertahankan seolah kondisi masyarakat tidak berubah,” kata Edy.

Kedua, evaluasi besaran iuran PBI agar sesuai dengan kenaikan biaya kesehatan dan menjaga kemampuan dana kapitasi serta pembayaran klaim.

“Kalau iuran tidak bergerak sementara biaya kesehatan terus meningkat, ketahanan pembiayaan JKN akan semakin berat. Pemerintah harus mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pembiayaan yang riil,” ujarnya.

Ketiga, pastikan kecukupan Transfer ke Daerah agar pemda tetap mampu membiayai warga miskin dan melunasi kewajiban iuran.

“Jangan sampai daerah kehilangan kemampuan fiskal, kemudian peserta JKN dari kelompok miskin dan tidak mampu dinonaktifkan. Pengurangan beban fiskal pemerintah tidak boleh dibayar dengan hilangnya perlindungan kesehatan masyarakat,” katanya.

Keempat, benahi regulasi dan tata kelola agar kepesertaan, pembayaran iuran, pelayanan, hingga klaim berjalan lebih efektif. Kelima, selaraskan penguatan pembiayaan dengan pelaksanaan transformasi kesehatan sesuai UU Nomor 17 Tahun 2023.

“Enam pilar transformasi kesehatan tidak akan berjalan optimal tanpa pembiayaan yang memadai. JKN harus menjadi bagian penting dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati : UMKM Anak Muda Harus Didukung Penuh

    DPRD Pati : UMKM Anak Muda Harus Didukung Penuh

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.025
    • 0Komentar

    PATI – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dijalankan oleh anak muda di Kabupaten Pati perlu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi. Kini semakin banyak anak muda yang memilih untuk memulai usaha mandiri, dengan berbagai jenis produk mulai dari makanan dan minuman, fashion, hingga layanan jasa. […]

  • PCNU Pati Gelar Muskercab I dan Lantik 444 Pengurus Baru

    PCNU Pati Gelar Muskercab I dan Lantik 444 Pengurus Baru

    • calendar_month Rab, 25 Des 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 315
    • 0Komentar

      PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati mengadakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I di Aula IPMAFA Pati pada Rabu (25/12/2024). Dalam acara tersebut, sebanyak 444 pengurus dari 17 lembaga resmi dilantik. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan PCNU Nomor 64/PC/A.II/H-06/XII/2024. Adapun lembaga-lembaga yang dilantik meliputi LDNU, LP Ma’arif NU, Lakpesdam NU, RMI […]

  • DPRD Pati Temukan Sejumlah Kejanggalan di Puskesmas Wedarijaksa 1

    DPRD Pati Temukan Sejumlah Kejanggalan di Puskesmas Wedarijaksa 1

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 339
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Wedarijaksa 1 pada Selasa (17/5/2025) dan menemukan sejumlah permasalahan yang perlu segera ditangani. Meskipun pelayanan kesehatan dinilai baik, fasilitas fisik dan sarana pendukung masih jauh dari ideal. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan keprihatinannya atas kondisi Puskesmas tersebut. […]

  • Komitmen Pelajar NU Keling Tingkatkan Kualitas Kader

    Komitmen Pelajar NU Keling Tingkatkan Kualitas Kader

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kader-kader PAC IPNU dan IPPNU Keling JEPARA – PAC IPNU dan IPPNU Keling mengirimkan 10 kadernya untuk mengikuti pra Latihan Kader Utama (Lakut), yang diselenggarakan PC IPNU dan IPPNU Jepara. Hal itu sudah menjadi komitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) kader. ”Harapan, kader-kader yang didelegasikan setelah mengikuti acara Lakut, mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan […]

  • Persijap Jepara Taklukkan Persib Bandung dalam Laga Sengit di Gelora Bumi Kartini

    Persijap Jepara Taklukkan Persib Bandung dalam Laga Sengit di Gelora Bumi Kartini

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 341
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara berhasil mengamankan kemenangan atas tim bertabur bintang Persib Bandung dengan skor 2-1 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Minggu (18/8). Pertandingan ini merupakan bagian dari kompetisi Super League musim 2025/2026. Sejak awal pertandingan, anak asuh Coach Mario Lemos menunjukkan intensitas tinggi dengan terus menekan pemain Persib Bandung. […]

  • Imbang 1-1 Lawan PSDS Deli Serdang, Persipa Pati Kecewa Tapi Tetap Syukuri Poin Satu

    Imbang 1-1 Lawan PSDS Deli Serdang, Persipa Pati Kecewa Tapi Tetap Syukuri Poin Satu

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    PATI – Pertandingan Persipa Pati melawan PSDS Deli Serdang dalam lanjutan Liga Nusantara musim 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Moch Soebroto, Magelang, menghasilkan satu poin untuk masing-masing tim. Gol Persipa Pati dicetak oleh Gada Ramadhan, sedangkan PSDS Deli Serdang mencatat gol melalui Tri […]

expand_less