Breaking News
light_mode

Saring sebelum Sharing, dan Ilmu Ojo Kesusu ala Gus Nadirsyah Hosen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
  • visibility 293






Kehadiran buku
berjudul Saring sebelum Sharing ini
semakin menyadarkan kita untuk tak gampang buru-buru percaya sebuah kebenaran. Sebab, bisa jadi kebohongan yang terus berulang dipercaya menjadi kebenaran. Setidaknya
hal itu yang hendak disampaikan penulisnya. Profesor Nadirsyah Hosen. Atau kita
akrab mengenalnya Gus Nadirsyah. Rosi Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI)
Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru.

Salah satu contoh kasus yang dibahas Gus Nadir dalam buku ini adalah soal
quote dari Imam Syafi’i. Dimana disebutkan yang intinya soal ulama yang dibenci
orang kafir, itulah yang diikuti. Setelah ditelisik lebih dalam mengenai quote
yang sudah dianggap benar nyatanya tak ada.

”Saya sudah mencari-cari pernyataan itu di
kitab-kitabnya Imam Syafi’i. Tidak ada. Entah bacaan saya yang memang kurang
dalam. Atau dolan saya yang kurang jauh,” kata dosen di Monash University ini
sambil bergurau. Saat bertemu dengan salah satu ulama keturunan Imam Syafi’i
pun Gus Nadir tidak mendapat jawaban.

”Saya bahkan pernah bertanya, apa benar datuknya
jenengan pernah berkata demikian,” kata Gus Nadir menanyakan kepada seorang
ulama yang diakuinya telah lama menjadi teman diskusi dalam berbagai topik
tersebut.
Kasus semacam itu menjadi sudah sangat sering terjadi.
Banyak netizen, kata Gus Nadir yang juga menanyakan hal itu. Apa benar soal
quote-quote yang sering dibagikan. ”Oleh karena itu kita harus waspada. Terutama
soal quote-quote itu. Asal cantumkan gambar tokoh, lalu ada kata-kata sedikit
di bawahnya. Gus Mus mengaku hal itu sering terjadi padanya. Padahal ia tak
merasa mengatakan hal itu. Ya intinya jika menerima informasi itu jangan
buru-buru diiyakan. Harus tahu sanadnya,” jelas Gus Nadirsyah.

Tak hanya itu, Gus
Nadir juga menyindir perilaku orang-orang yang suka bertanya namun sebenarnya
hanya ngetes. Bahkan ada yang lebih parah lagi. ”Ya seperti ketika ada berita misal
isu si A ternyata begini. Kemudian link berita itu diforward ke grup Whatsapp. Padahal sudah jelas di grup itu tidak
ada orang yang bisa memberikan klarifikasi. Tidak ada orang yang punya akses ke
si A. Ya itu sama saja ikut nyebar berita belum tentu benar dengan gaya
bertanya,” papar Gus Nadir. (alb)   

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

    Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

      Mbah Dullah Kajen Sebelum membaca nasehat yang luar biasa ini, mari kita kirimkan Surat al-Fatihah kagem Simbah Kiai Abdullah Salam sekeluarga, Simbah Kiai Nafi’ Abdillah Salam sekeluarga, Abuya Minan Abdillah Salam, dan juga Kang Bambang, lahum al-Fatihah…. Di suatu malam, di dalam sebuah rumah tua milik seorang Kiai yang sangat kharismatik, di lingkungan Pondok […]

  • Anggota DPRD Pati Sayangkan Aksi Vandalisme Suporter, Imbau Dukungan Positif

    Anggota DPRD Pati Sayangkan Aksi Vandalisme Suporter, Imbau Dukungan Positif

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati sekaligus CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto, mengecam tindakan vandalisme yang dilancarkan oleh suporter Kudus terhadap Persipa Pati, pada Rabu (2/10/2024). Ia menyayangkan aksi tersebut, mengingat seharusnya persaingan dalam dunia olahraga dijalankan dengan sportif dan saling menghormati. “Saya sangat menyayangkan aksi vandalisme ini. Sepak bola seharusnya menjadi wadah untuk menjunjung tinggi […]

  • Riset banyu pengilon untuk atasi krisis air bersih.

    Mencari Solusi Krisis Air Bersih dari Kearifan Banyu Penguripan

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melakukan penelitian yang mengungkapkan bagaimana masyarakat di Kudus, Jawa Tengah, melestarikan sumber air mereka melalui kearifan lokal yang dikenal sebagai Banyu Penguripan.

  • Ketua DPRD Pati Dorong Pelestarian Kawasan Pesisir untuk Mencegah Bencana

    Ketua DPRD Pati Dorong Pelestarian Kawasan Pesisir untuk Mencegah Bencana

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 323
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya pelestarian kawasan pesisir untuk menjaga ekosistem dan mencegah potensi bencana. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan terkait kondisi pesisir di Kabupaten Pati yang memiliki garis pantai sepanjang 60 kilometer. “Kawasan pesisir harus dijaga kelestariannya. Masyarakat sekitar khususnya bersama dengan pihak-pihak terkait harus bersinergi untuk melestarikan kawasan […]

  • Pati Handball Championship 2024 Season 6: Rekor Peserta Tertinggi

    Pati Handball Championship 2024 Season 6: Rekor Peserta Tertinggi

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Pati Handball Championship 2024, yang berlangsung pada 9-12 Desember 2024, sukses digelar dengan mencatatkan rekor jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah kejuaraan. Kompetisi yang diikuti oleh siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat dan partisipasi terhadap olahraga bola tangan di Kabupaten Pati. Antusiasme para peserta terlihat jelas selama pertandingan. Vidaliya […]

  • Rahmat Hidayat Kolaps Saat Persijap vs Persebaya, Ini Kronologi dan Kondisinya Terkini

    Rahmat Hidayat Kolaps Saat Persijap vs Persebaya, Ini Kronologi dan Kondisinya Terkini

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.556
    • 0Komentar

    JEPARA – Pemain belakang Persijap Jepara, Rahmat Hidayat, sempat kolaps saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League, Sabtu (21/2/2026) malam. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini itu berjalan ketat. Persijap harus mengakui keunggulan Persebaya dengan skor 1-3. Pertandingan juga diwarnai kartu merah untuk Rachmat Irianto pada menit ke-86. Namun, sorotan utama tertuju […]

expand_less