Breaking News
light_mode

Menjaga Arah Partisipasi Rakyat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
  • visibility 261

Pemilu serentak 17 April kian dekat, sebentar lagi
negara akan berpesta bersama seluruh rakyat. Itulah harapan normatif
penyelenggara pemilu tiap kali menggelar hajatan demokrasi. Pertanyaannya
adalah apakah harapan itu akan benar-benar terwujud?

Faktanya, setiap kali penyelenggaraan pemilu selalu
dihantui oleh realitas yang cukup sulit dihadapi. Hantu tersebut bernama
golongan putih (golput). Ya, golput memang selalu menjadi momok bagi pemilu.

Berdasarkan data Litbang
Kompas
yang dimuat dalam Harian
Kompas
(11/3/2019), yang dilakukan pada 5-6 Maret 2019 dengan melibatkan
567 responden di 16 kota besar di Indonesia menunjukkan, hampir semua responden
(97,9 persen) menyatakan akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
Presentase itu meningkat 4,5 persen dibandingkan respons dari responden pada
jejak pendapat Kompas sekitar enam bulan lalu (Kompas, 24/9/2018).

Membaca data tersebut, secara gamblang kita bisa
melihat ada trend positif terhadap
partisipasi pemilu 2019 nanti. Namun kita tidak boleh tersenyum lebar-lebar.
Sebab, ada hal yang mungkin saja “luput” dari survey, yakni semangat
partisipasi pemilih yang pada faktanya mengarah kepada fanatisme yang
berlebihan.

Bisa jadi karena calon presidennya hanya dua lah yang
menyebabkan fanatisme berlebihan itu berakibat adanya pembelahan dalam
masyarakat. Betapa tidak, mereka yang terlampau fanatik akan melakukan apapun
untuk menyerang dan menjatuhkan lawannya. Sebagai contoh, ditangkapnya  tiga emak-emak pendukung paslon 02 pada Februari
silam yang melakukan kampanye hitam. Kampanyenya sangat keterlaluan: Kalau
Jokowi menang tidak ada lagi suara adzan, tidak ada lagi perempuan memakai
kerudung, dan perkawinan sejenis akan diperbolehkan.

Realitas itu menimbulkan kegelisahan sebagian besar
masyarakat. “Kok, pemilu sampai segitunya
sih?”
Kegelisahan itu sebenarnya sudah muncul sejak awal (bahkan sebelum)
kampanye yang diwarnai dengan narasi fitnah dan hoaks. Bukan tidak mungkin
kegelisahan tersebut akan berubah menjadi apatisme terhadap pemilu. Ini ancaman
dari “hantu” itu bukan?

Akal
sehat
Data Litbang
Kompas
juga menunjukkan tingginya dukungan terhadap gerakan antigolput.
Jumlahnya lumayan tinggi, yakni 77,8 persen. Gerakan antigolput dinilai cukup efektif
meningkatkan partisipasi rakyat.

Kita musti mengingat bahwa partisipasi pemilih
cenderung menurun sejak Pemilu 2004. Pada Pemilu 2014, partisipasi pemilih
menyentuh 75,11 persen untuk pemilu legislatif dan 69,58 persen pemilu
eksekutif. Kini, KPU menargetkan tingkat partisipasi hingga 77,5 persen.

Partisispasi tersebut tentu kalah jauh dengan awal
reformasi. Angka partisipasi pada Pemilu 1999 mencapai 92,7 persen. Yang
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pemilu Orde Baru. Namun perbedaannya tentu
terletak pada kecenderungan mobilisasi oleh penguasa yang otoriter saat itu.

Melihat data sejarah partisispasi tersebut tentu
membuat kita bertanya-tanya mengapa tingkat partisipasi kian tahun kian
menurun? Bukankah telah banyak orang mengagung-agungkan keberhasilan demokrasi
kita?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab oleh elit-elit
polotik yang ingin berkuasa nanti. Bahwa mereka harus menjawab realitas
“demokrasi kebablasan” yang ditunjukkan dengan buruknya fanatisme berlebih pada
pemilu kali ini. Dengan menjawab itu, rakyat akan menilai sendiri siapa
pemimpin yang layak untuk didukung dan dipilih. Tentunya dengan akal sehat.
Akal sehat yang menyehatkan demokrasi, bukan membunuh demokrasi.[]     
Faqih Mansyur Hidayat, tinggal di Kota Ukir
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Pati Dimulai, 49 dari 50 Anggota DPRD Hadir

    Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Pati Dimulai, 49 dari 50 Anggota DPRD Hadir

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 565
    • 0Komentar

    PATI – Sidang Paripurna terkait pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, telah dimulai pada Jumat, 31 Oktober 2025. Sebanyak 49 dari total 50 anggota DPRD Kabupaten Pati menghadiri rapat penting ini. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, memimpin langsung sidang yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Agenda utama sidang […]

  • DPRD Pati Sepakat Ajukan Hak Angket Terhadap Bupati Sudewo di Tengah Aksi Protes Kenaikan PBB-P2

    DPRD Pati Sepakat Ajukan Hak Angket Terhadap Bupati Sudewo di Tengah Aksi Protes Kenaikan PBB-P2

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 345
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah tekanan massa aksi protes terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), DPRD Kabupaten Pati akhirnya sepakat mengajukan hak angket terhadap Bupati Pati, Sudewo. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Rabu (13/8/2025) di Gedung DPRD Kabupaten Pati. Rapat paripurna tersebut berlangsung di tengah situasi yang cukup […]

  • Mega Bintang Berdatangan Liga Arab Saudi Makin Seksi

    Mega Bintang Berdatangan Liga Arab Saudi Makin Seksi

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Karim Benzema/INSTAGRAM  Sejumlah pemain dari liga elite Eropa berdatangan ke Liga Arab Saudi. Salah seorang sumber mengungkap, jika otoritas Arab Saudi ingin membuat kompetisi sepak bola mereka lebih kompetitif sehingga mampu meningkatkan kualitas klub JAKARTA – Kompetisi sepak bola tertinggi di Arab Saudi semakin mendapat banyak sorotan. Setelah Al Nasr merekrut Cristiano Ronaldo pada Desember […]

  • Bupati Kudus Tekankan Pentingnya Pelayanan Publik yang Optimal

    Bupati Kudus Tekankan Pentingnya Pelayanan Publik yang Optimal

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakil Bupati Bellinda Birton, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di gedung C kompleks Pendapa Kabupaten Kudus pada Senin (23/6/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan publik di Kabupaten Kudus berjalan optimal. Dalam arahannya, Sam’ani menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan publik yang meliputi kecepatan, akurasi, […]

  • Mansata Indah Maratona Raih Gelar Kartini Masa Kini, Jadi Teladan Perempuan Berkontribusi

    Mansata Indah Maratona Raih Gelar Kartini Masa Kini, Jadi Teladan Perempuan Berkontribusi

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.992
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Mansata Indah Maratona mendapatkan penghargaan istimewa sebagai Kartini Masa Kini yang diberikan oleh Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Grobogan. Penobatan tersebut berlangsung dalam acara Talkshow Kartini Muda yang digelar di wilayah Grobogan pada Sabtu (25/4/2026). Pemberian gelar ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan bentuk apresiasi dan pengakuan resmi terhadap dedikasi […]

  • Borja Martinez merayakan gol yang membuka keunggulan Persijap Jepara atas PSIM Jogja.

    Persijap Jepara Nyaris Menang Saat Berjumpa PSIM Jogja, Gol Cantik Borja Martinez Digagalkan VAR

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 3.243
    • 0Komentar

      OLAHRAGA – Skor 2 – 2 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan wasit. Persijap jepara nyaris menang saat bertamu di markas PSIM Jogjakarta (11/3/2026). Borja Martinez melakukan tembakan ciamik pada menit ke-78. Namun gol penentu persijap dianulir setelah wasit melihat VAR. Persijap unggul cepat pada menit ke-3 melalui gol voli dari Borja Martinez memanfaatkan situasi […]

expand_less