Breaking News
light_mode

Menjaga Arah Partisipasi Rakyat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
  • visibility 125

Pemilu serentak 17 April kian dekat, sebentar lagi
negara akan berpesta bersama seluruh rakyat. Itulah harapan normatif
penyelenggara pemilu tiap kali menggelar hajatan demokrasi. Pertanyaannya
adalah apakah harapan itu akan benar-benar terwujud?

Faktanya, setiap kali penyelenggaraan pemilu selalu
dihantui oleh realitas yang cukup sulit dihadapi. Hantu tersebut bernama
golongan putih (golput). Ya, golput memang selalu menjadi momok bagi pemilu.

Berdasarkan data Litbang
Kompas
yang dimuat dalam Harian
Kompas
(11/3/2019), yang dilakukan pada 5-6 Maret 2019 dengan melibatkan
567 responden di 16 kota besar di Indonesia menunjukkan, hampir semua responden
(97,9 persen) menyatakan akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
Presentase itu meningkat 4,5 persen dibandingkan respons dari responden pada
jejak pendapat Kompas sekitar enam bulan lalu (Kompas, 24/9/2018).

Membaca data tersebut, secara gamblang kita bisa
melihat ada trend positif terhadap
partisipasi pemilu 2019 nanti. Namun kita tidak boleh tersenyum lebar-lebar.
Sebab, ada hal yang mungkin saja “luput” dari survey, yakni semangat
partisipasi pemilih yang pada faktanya mengarah kepada fanatisme yang
berlebihan.

Bisa jadi karena calon presidennya hanya dua lah yang
menyebabkan fanatisme berlebihan itu berakibat adanya pembelahan dalam
masyarakat. Betapa tidak, mereka yang terlampau fanatik akan melakukan apapun
untuk menyerang dan menjatuhkan lawannya. Sebagai contoh, ditangkapnya  tiga emak-emak pendukung paslon 02 pada Februari
silam yang melakukan kampanye hitam. Kampanyenya sangat keterlaluan: Kalau
Jokowi menang tidak ada lagi suara adzan, tidak ada lagi perempuan memakai
kerudung, dan perkawinan sejenis akan diperbolehkan.

Realitas itu menimbulkan kegelisahan sebagian besar
masyarakat. “Kok, pemilu sampai segitunya
sih?”
Kegelisahan itu sebenarnya sudah muncul sejak awal (bahkan sebelum)
kampanye yang diwarnai dengan narasi fitnah dan hoaks. Bukan tidak mungkin
kegelisahan tersebut akan berubah menjadi apatisme terhadap pemilu. Ini ancaman
dari “hantu” itu bukan?

Akal
sehat
Data Litbang
Kompas
juga menunjukkan tingginya dukungan terhadap gerakan antigolput.
Jumlahnya lumayan tinggi, yakni 77,8 persen. Gerakan antigolput dinilai cukup efektif
meningkatkan partisipasi rakyat.

Kita musti mengingat bahwa partisipasi pemilih
cenderung menurun sejak Pemilu 2004. Pada Pemilu 2014, partisipasi pemilih
menyentuh 75,11 persen untuk pemilu legislatif dan 69,58 persen pemilu
eksekutif. Kini, KPU menargetkan tingkat partisipasi hingga 77,5 persen.

Partisispasi tersebut tentu kalah jauh dengan awal
reformasi. Angka partisipasi pada Pemilu 1999 mencapai 92,7 persen. Yang
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pemilu Orde Baru. Namun perbedaannya tentu
terletak pada kecenderungan mobilisasi oleh penguasa yang otoriter saat itu.

Melihat data sejarah partisispasi tersebut tentu
membuat kita bertanya-tanya mengapa tingkat partisipasi kian tahun kian
menurun? Bukankah telah banyak orang mengagung-agungkan keberhasilan demokrasi
kita?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab oleh elit-elit
polotik yang ingin berkuasa nanti. Bahwa mereka harus menjawab realitas
“demokrasi kebablasan” yang ditunjukkan dengan buruknya fanatisme berlebih pada
pemilu kali ini. Dengan menjawab itu, rakyat akan menilai sendiri siapa
pemimpin yang layak untuk didukung dan dipilih. Tentunya dengan akal sehat.
Akal sehat yang menyehatkan demokrasi, bukan membunuh demokrasi.[]     
Faqih Mansyur Hidayat, tinggal di Kota Ukir
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMI Cabang Persiapan Pati Desak DPR dan KPU Segera Tindak Lanjuti Putusan MK, Gelar Konsolidasi Akbar!

    HMI Cabang Persiapan Pati Desak DPR dan KPU Segera Tindak Lanjuti Putusan MK, Gelar Konsolidasi Akbar!

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 114
    • 0Komentar

    PATI – Ketua HMI Cabang Persiapan Pati, M Arif Hidayatullah, menegaskan bahwa batalnya putusan Mahkamah Agung (MA) dan berlakunya kembali putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan hasil perjuangan seluruh masyarakat dan mahasiswa Indonesia. “Kemerdekaan dari neo-otoritarianisme belum sepenuhnya tercapai,” tegas Arif. “Tugas kita bersama adalah mengawal proses hingga terbitnya Peraturan KPU yang sesuai dengan putusan MK. […]

  • Pansus DPRD Pati Dalami Proses Pemindahan Sekdes PNS ke Kecamatan

    Pansus DPRD Pati Dalami Proses Pemindahan Sekdes PNS ke Kecamatan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati melalui Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket tengah menyoroti proses penarikan Sekretaris Desa (Sekdes) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke kantor kecamatan. Hal ini menyusul aspirasi yang disampaikan oleh puluhan mantan Sekdes PNS yang merasa kecewa dengan kebijakan tersebut. Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang […]

  • BoloneMase Merayakan Kemenangan Prabowo – Gibran dengan Buka Puasa Bersama

    BoloneMase Merayakan Kemenangan Prabowo – Gibran dengan Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 93
    • 0Komentar

    POLITIK – Relawan yang mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo – Gibran mengadakan acara buka puasa bersama di Resto Winong 57 Pati pada Rabu (20/3/2024). Acara buka puasa tersebut diadakan sebagai bentuk tasyakuran atas hasil rekapitulasi penghitungan suara secara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum. Dalam penghitungan suara secara nasional, pasangan Prabowo – […]

  • Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

    Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    JAKARTA – Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi perhatian publik di tengah situasi perlambatan ekonomi nasional. Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, periode Januari hingga November telah menyaksikan 79.302 pekerja kehilangan pekerjaan – dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar 5 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa penurunan kinerja ekonomi selama 10 […]

  • Menang Lagi, Tiket Semifinal Persipa Jr Masih Belum Aman

    Menang Lagi, Tiket Semifinal Persipa Jr Masih Belum Aman

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kapten Persipa Jr Lingga Widya berduel dengan pemain belakang Persitema Jr Persipa Jr meraup tiga poin penuh saat menjamu Persitema Jr di Stadion Joyokusumo Minggu (9/9/2018) kemarin. Persipa Jr menang tipis 1 – 0 melalui gol Edi Fafariopa di menit ke 10. Meskipun menang, tiket semifinal masih belum aman. Pelatih kepala Persipa Jr Eko Supriyanto […]

  • Paskibraka Pati Dikukuhkan, Wakil Bupati Pati Tekankan Pentingnya Jaga Kondisi Fisik

    Paskibraka Pati Dikukuhkan, Wakil Bupati Pati Tekankan Pentingnya Jaga Kondisi Fisik

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 117
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten Pati. Puluhan pelajar terbaik yang terpilih akan bertugas pada upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa anggota Paskibraka […]

expand_less