DPRD Pati Dukung Penataan Trotoar Jalan Panglima Sudirman, Usulkan Konsep Seperti Malioboro
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 100.083

Penataan trotoar Jalan Panglima Sudirman direncanakan menjadi kawasan pejalan kaki yang aman dan nyaman, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
PATI – Rencana perbaikan dan penataan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, mendapatkan dukungan penuh dari DPRD setempat.
Proyek yang bersumber dari pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini direncanakan akan menerapkan konsep kawasan pejalan kaki serupa dengan Malioboro, Yogyakarta.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menilai penataan kawasan tersebut bisa diubah menjadi ruang umum yang lebih bermanfaat dan aktif. Salah satu usulan yang diajukannya adalah mengadakan kegiatan Car Free Night (CFN) pada malam hari tertentu.
“Kalau konsepnya seperti Malioboro, mungkin pada malam tertentu bisa diterapkan Car Free Night. Nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan atau kegiatan lainnya,” ujar Joni.
Menurut dia, penerapan Car Free Night berpeluang menciptakan pusat keramaian baru di Pati. Selain menjadi tempat rekreasi bagi warga, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya.
“Konsep itu bagus karena bisa menjadi pusat hiburan, pusat keramaian, sekaligus ruang bagi UMKM. Apalagi Pati belum memiliki pusat perbelanjaan seperti mal,” katanya.
Joni menjelaskan, jika konsep tersebut dilaksanakan, maka pengaturan arus lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman perlu disesuaikan.
Kendaraan bermotor bisa dialihkan ke jalan lain, misalnya Jalan Diponegoro, sehingga kawasan pejalan kaki dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
“Kalau malam diberlakukan Car Free Night, mungkin kendaraan tidak diperbolehkan melintas di Jalan Panglima Sudirman dan dialihkan ke jalur lain,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama dari proyek penataan trotoar ini adalah untuk meningkatkan kenyamanan serta keamanan bagi pejalan kaki.
Joni juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, pertemuan lanjutan untuk membahas hal-hal teknis antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) belum dilaksanakan.
“Pertemuan tahap kedua hingga saat ini belum diadakan oleh Pak Bupati maupun DPUTR,” pungkasnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

