Breaking News
light_mode

Sensasi Petik Melon Sendiri di Kebun Pinggir Tambak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 17 Mei 2019
  • visibility 319


PATI – Menjelang petang,
orang-orang berbondong menuju ke pematang tambak di Desa Dororejo Kecamatan
Tayu. Bukan untuk memanen ikan, melainkan untuk ngabuburit di kebun melon.

Lebih dari 3000 tanaman melon siap
panen tumbuh memanjang di pematang tambak tersebut. Pemiliknya adalah Nur
Cakwung. Lokasinya berada di RT 4 RW 2. Kebun melon itu disulap Cakwung menjadi
lokasi wisata petik buah.

Orang-orang pun berdatangan. Sembari
ngabuburit, sekalian beli melon memetik sendiri di kebunnya. Cakwung mengaku,
mempunyai inisiatif untuk membuka wisata kebun buah melon lantaran harganya
yang anjlok.

Dia menceritakan awalnya dia
berencana untuk menjual buah melon tersebut kepada pengepul. Namun harganya
tidak sebanding dengan hasil jerih payah yang dilakukan. Bagaimana tidak,
tanaman sebanyak 3 ribu pohon tersebut hanya ditawar dengan harga Rp 12 juta.

Menurutnya, harga tersebut belum
bisa menutup ongkos produksi. Belum lagi perawanan dan lain sebagainya.

“Saya tidak mau karena itu di
luar dari perkiraan saya. Kemudian saya berpikir, lebih baik kebun ini saya
buka untuk umum, dan para pengunjung bebas untuk membeli dan memetik sendiri
buah melon itu,” katanya.

Tanpa berpikir panjang kemudian dia
memanfaatkan media sosial untuk promosi wisata petik buah melon tersebut. Masyarakat
cukup antusias berkunjung ke kebun Cakwung.

“Wisata ini baru saya buka
Minggu (12/5/2019) kemarin. Tapi pengunjungnya sudah banyak. Bahkan sore hari itu,
ada sekitar 100 pengunjung yang datang,” katanya.

Untuk masuk ke wisata petik buah
melon tersebut, Nur Cakwung hanya mematok harga Rp 7000 untuk satu kilo melon.
Pengunjung bisa memilih dan memetik sendiri buah melon itu.

“Kalau melon yang diambil
lebih dari dua kilo, biasanya saya kasih bonus mentimun. Jadi, mereka juga saya
suruh ambil mentimun di kebun. Kan lahannya berjejeran dengan tanaman
melon,” ungkapnya.

Dari inisiatif yang dilakukan itu,
Nur Cakwung justru mendapatkan banyak keuntungan. Sebab, apabila harga melon
dari petani hanya Rp 4000 per kilo, dia justru bisa menjual seharga Rp 7000 per
kilo plus tiket masuk kebun. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Pro Rakyat, Bapemperda DPRD Pati: Di Bawah Rp15 Juta Omzet, UMKM Bebas dari Kewajiban Bayar Pajak PBJT

    Komitmen Pro Rakyat, Bapemperda DPRD Pati: Di Bawah Rp15 Juta Omzet, UMKM Bebas dari Kewajiban Bayar Pajak PBJT

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.393
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan Harischandra, mengajukan usulan penyesuaian besaran batas minimal omzet pelaku usaha yang akan dikenakan pajak dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Angka yang diusulkan pihak legislatif jauh lebih tinggi dibandingkan draf awal yang disampaikan pemerintah daerah. Jika usulan […]

  • Ada 5 kecamatan di Pati dengan kasus HIV/AIDS tertinggi.

    Awas, Inilah 5 Kecamatan dengan Jumlah Kasus HIV Tertinggi di Pati

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Ada 5 kecamatan di Pati dengan kasus HIV/AIDS tertinggi.

  • Diusulkan jadi Pahlawan Nasional Inilah Kisah Perjuangan KHR Asnawi Kudus

    Diusulkan jadi Pahlawan Nasional Inilah Kisah Perjuangan KHR Asnawi Kudus

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Lukisan KH. R. Asnawi Kudus Sejumlah tokoh bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus mengusulkan Kyai Haji Raden (KHR) Asnawi untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. Usulan itu dikemas dalam sebuah seminar yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Al-Asnawiyyah Bendan, Sabtu (1/4/2023) sore. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus Hartopo, Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Ketua DPC […]

  • Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

    Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

      Mbah Dullah Kajen Sebelum membaca nasehat yang luar biasa ini, mari kita kirimkan Surat al-Fatihah kagem Simbah Kiai Abdullah Salam sekeluarga, Simbah Kiai Nafi’ Abdillah Salam sekeluarga, Abuya Minan Abdillah Salam, dan juga Kang Bambang, lahum al-Fatihah…. Di suatu malam, di dalam sebuah rumah tua milik seorang Kiai yang sangat kharismatik, di lingkungan Pondok […]

  • Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    • calendar_month Ming, 22 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Ngaji budaya Suluk Maleman Akhirnya setelah 26 bulan digelar secara live streaming, Ngaji NgAllah Suluk Maleman akhirnya bisa kembali digelar secara tatap muka. Hal itu bisa dilakukan setelah kasus Covid-19 kian melandai, sehingga pembatasan kegiatan yang merupakan dampak pandemi juga dilonggarkan. Dalam pengajian yang diselenggarakan pada Sabtu (21/5/2022) tersebut , Anis Sholeh Ba’asyin mengingatkan tentang […]

  • DPRD Pati Ungkap Kondisi Petani Tebu Dihadapkan Tantangan dan Solusi untuk Meningkatkan Produksi

    DPRD Pati Ungkap Kondisi Petani Tebu Dihadapkan Tantangan dan Solusi untuk Meningkatkan Produksi

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 381
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Kamari, mengakui bahwa saat ini sulit untuk menambah lahan pertanian tebu. “Memang sulit untuk menambah lahan karena keterbatasan lahan,” jelasnya. Meskipun demikian, Kamari optimis bahwa produksi tebu dapat ditingkatkan dengan penggunaan alat mekanisasi dan intensifikasi. “Saat ini, yang bisa dilakukan petani adalah meningkatkan hasil per hektarnya,” ungkapnya. Kamari juga menjelaskan […]

expand_less