Dana BOS Hampir Rp1 Miliar, Komisi D Pertanyakan Masih Ada Iuran di SMPN 1 Tayu
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 24.468

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo
PATI – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Tayu menjadi sorotan tajam Komisi D DPRD Kabupaten Pati. Hal ini menyusul adanya keluhan wali murid terkait pungutan biaya yang dinilai memberatkan, padahal sekolah dinilai telah menerima anggaran cukup besar.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan hal tersebut usai menggelar rapat audiensi dengan pihak sekolah di Ruang Badan Anggaran DPRD Pati, Kamis (16/4).
Menurut Bandang, besaran dana BOS yang diterima per siswa di sekolah tersebut mencapai Rp1,2 juta per tahun. Dengan jumlah siswa yang mencapai hampir 900 orang, maka total anggaran yang masuk ke kas sekolah berkisar hampir Rp1 miliar setiap tahunnya. Angka ini dinilai sangat cukup untuk membiayai operasional sekolah tanpa perlu membebani orang tua.
“Jumlah itu cukup besar, tapi kenapa di SMP Negeri 1 Tayu masih menarik iuran lagi,” ujar Bandang mempertanyakan.
Merespons hal tersebut, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku akan segera berkoordinasi dengan Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, untuk menentukan langkah dan sikap resmi legislatif
Salah satu opsi yang disiapkan adalah melaporkan temuan ini hingga ke tingkat pusat. Bandang menyebut pihaknya siap menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) jika diperlukan, mengingat saat ini lembaga tersebut sedang berada di wilayah Pati.
“Saat ini KPK, BPK masih di Pati. Kita bisa menyurat, tapi kita sampaikan dulu ke Inspektorat untuk mengaudit, tapi nanti tergantung pimpinan,” paparnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

