Breaking News
light_mode

Bangun Kesiangan Tak Jadi Nyunrise (2)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
  • visibility 275

Puncak Gunung Gede yang menakjubkan dengan kepulan asap dari kawahnya 

Matahari mulai meninggi. Kami tak sadar. Setelah makan malam itu kami
terlelap. Nyenyak sekali. Bangun kesiangan membuat momen
sunrise hilang. Padahal momen saat matahari terbit itu menjadi
dambaan para pendaki. Termasuk kami.

Setelah bangun, kami mulai bersiap-siap. Memasak sarapan dengan bahan-bahan
yang kami bawa dari rumah. Ada kacang ijo, jagung, sosis, tempe, dan nasi. Tak
ketinggalan kopi menjadi menu sarapan kami sebelum naik ke puncak. Tak lama
masakan jadi. Semua masakan disantap tiada sisa. Sambil makan, foto-foto tak
ketinggalan.

Makan selesai, tenda kami bongkar. Kami mendirikan dua tenda. Tapi hanya
satu tenda yang kami bongkar. Tenda teman kami dari Lampung tak dibongkar.
Rencananya saya bersama Ci’lo akan melanjutkan pendakian ke Gunung Pangrango.

Perjalanan ke puncak, kami benar-benar kesiangan. Saat yang lain turun,
rombongan kami baru menuju ke atas. Kami banyak berpapasan dengan pendaki lain
di alun-alun Surken itu. Seperti diketahui, dari berbagai sumber yang ada,
nama Alun-alun
Suryakencana berasal dari sejarah Raden Suryakencana, nama lengkapnya Raden
Suryakencana Winata Mangkubumi.

Beliau merupakan seorang putra dari Pangeran Arya Wiratanudar,
yaitu pendiri kota Cianjur yang beristrikan putri Jin Islam. Pangeran Arya
menikahkan anaknya Suryakencana dengan salah satu putri bangsa Jin dan di
percayai masyarakat sekitar sampai sekarang hidup di alam Jin dan bersemayam di
Gunung Gede Pangrango.

Di titik terakhir Surken sebelum tanjakan ke puncak, saya dan
William menuju sungai kecil untuk mengisi perbekalan air yang hampir habis.
Sementara yang lain duduk menunggu kami sambil mempersiapkan tenaga buat nanjak
nanti.

Menurut kepercayaan setempat, sumber air ini dahulu untuk
keperluan minum dan mandi Raden Suryakencana bersama rakyat Jin
nya. Sementara
alun-alun dijadikan lumbung Padi. Petilasan singgasana Kerajaan Raden
Suryakencana berupa sebuah batu besar berbentuk Pelana atau tempat duduk untuk
menunggang Kuda.

Sayang, waktu itu kami tak sempat menjumpainya. Setelah
mengisi perbekalan air minum
, kami lanjut berjalan. Kami berjalan
pelan menuju puncak.

Sampai di puncak meski kesiangan
Di perjalanan, sembari istirahat, kami di suguhi pemandangan Gunung
Gede dengan kemegahan dan keindahannya. Kami
akhirnya sampai juga
di puncak Gunung Gede
. Tingginya  2958 MDPL (Meter Diatas
Permukaan Laut).

Hamparan luasnya cakrawala terpampang di depan mata kami. Juga
cantiknya kawah Gunung Gede yang mengeluarkan asap
. Tanda Gunung Api
ini masih aktif. Kami istirahat sejenak sembari bergantian foto dengan pendaki
lain di tugu Puncak Gede.

Wajar saja, banyak juga pendaki yang sampai di puncak siang itu.
Beberapa saat kemudian
kami berpisah
dengan William, Elsa, Lela dan Khusnul. Saya bersama Ci’lo ingin lanjut ke
Puncak Pangrango lalu lintas lewat Cibodas, sementara mereka turun kembali di
jalur putri.
(Arif Bonvink/bersambung)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diberikan ke Siswa SMA, Jadi Bekal Bentengi Diri dari Radikalisasi

    Diberikan ke Siswa SMA, Jadi Bekal Bentengi Diri dari Radikalisasi

    • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Mengupas Buku Islam Agama Cinta dan Damai karya PC ISNU Pati Buku karya ISNU Kabupaten Pati Sudah terang benderang. Kampus-kampus besar di kota memiliki basis pengkaderan organisasi keagamaan (Red, Islam) dengan paham eksklusif yang mengarah kepada gerakan radikalisme. Sasarannya jelas. Mahasiswa-mahasiswa baru dari latar belakang pemahaman agama yang belum kuat. Dengan iming-iming kajian keagamaan di […]

  • Pentingnya Generasi Muda NU Paham Aswaja Ala Nahdliyah

    Pentingnya Generasi Muda NU Paham Aswaja Ala Nahdliyah

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 507
    • 0Komentar

    DOKUMEN PRIBADI Belakangan ini, banyak kelompok Islam mengatasnamakan diri ahlussunah. Namun praktiknya yang terjadi jauh dari kehidupan waljamaah. Kelompok ini beranggapan bahwa untuk memahami ajaran agama serta mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari cukup dikembalikan pada Al Qur’an dan Sunnah (Hadist). Di sinilah, generasi muda NU perlu cerdas. Generasi muda NU mesti paham mengenai ajaran-ajaran yang dilestarikan […]

  • Kompetisi Robotik Anak Sukses Digelar di Pendopo Jepara

    Kompetisi Robotik Anak Sukses Digelar di Pendopo Jepara

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Para pemenang kompetisi Robotik di Pendopo Jepara  Ratusan anak-anak mengikuti kompetisi Robotik. Peserta datang dari berbagai daerah mulai Jepara sendiri, dan kota tetangga seperti Kudus, Pati hingga Magelang. JEPARA – Robot Anak Indonesia (Robotasia) menggelar lomba robot tingkat Jawa Tengah di Aula Pendopo & Gedung Shima Setda Jepara. Acara berlangsung sejak pagi hingga sore hari […]

  • IPNU IPPNU Keling Matangkan Program Kerja

    IPNU IPPNU Keling Matangkan Program Kerja

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Kegiatan rapat kerja pengurus baru IPNU IPPNU Keling,Jepara JEPARA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Keling adakan Rapat Kerja (Raker), dalam  acara tersebut membahas program kerja selama satu periode mendatang, acara berlangsung  di gedung MWC NU Kecamatan Keling, Sabtu (28/08/2021). Acara dimulai dengan pembukaan pada hari Sabtu pukul 13.00 Wib, dalam pembukaan acara […]

  • Milad Muhammadiyah ke-113 di Pati, Momentum Perkuat Harmoni dan Kolaborasi

    Milad Muhammadiyah ke-113 di Pati, Momentum Perkuat Harmoni dan Kolaborasi

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, menghadiri secara langsung acara Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah yang ke-113 di Pendopo Kabupaten Pati. Kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh Persyarikatan Muhammadiyah ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga harmoni serta mempererat kolaborasi dalam pembangunan Kabupaten Pati, Minggu (30/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo […]

  • Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Patung gajah purba di depan museum purbakala Patiayam/ @ericandoko Bupati Kudus Hartopo menilai penting membuat roadmap yang jelas, langkah-langkah yang diambil dalam menyikapi situs patiayam. Hal ini mengingat temuan berbagai fosil yang sangat banyak. KUDUS – Museum Purbakala Patiayam memiliki situs purba yang terletak di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Secara […]

expand_less