Breaking News
light_mode

Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
  • visibility 790

PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif.

Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri.

Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias Yaumi.

“Kemarin pada (2/2/2025) kita bersama-sama sudah launching buku Petualangan dalam Kabut Misteri. Ini karya yang dibuat bersama para siswa di SDIT Bias Yaumi,” ungkap Yoyok Dwi Prastyo, guru di SMAN 2 Pati sekaligus Ketua Komunitas Penggerak Literasi Litbar.

Sekolah literasi yang berlangsung selama sebulan ini tidak hanya mengisi liburan sekolah, tetapi juga menjadi terapi efektif untuk mengurangi kecanduan gawai. Total 8 cerita dengan 81 halaman berhasil dibukukan, sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh siswa, guru, dan orang tua.

“Jadi sangat positif untuk mengurangi adiksi gawai. Biasanya kalau tidak ada kegiatan anak-anak kan main HP, nonton youtube atau lihat video di reels intagram dan sosial media lainnya,” tambah Yoyok.

Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian orang tua yang memesan buku tersebut. Melihat karya anak-anak mereka, orang tua merasakan kebanggaan tersendiri.

“Mungkin hal ini menjadi kemewahan di tengah serbuan gawai kepada anak-anak,” kata Yoyok.

Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Yoyok dan timnya harus mampu menyederhanakan materi kepenulisan yang kompleks agar mudah dipahami anak-anak pemula, serta menjaga motivasi mereka tetap tinggi.

“Tantangan lainnya adalah menyalakan motivasi anak-anak yang kadang kendor. Untuk itu kita selalu mencoba menghidupkan suasana dan membangun komunikasi yang baik,” jelasnya.

Yoyok menyoroti isu serius tentang kecanduan gawai di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan gawai lebih dari tiga jam per hari – salah satu yang tertinggi di dunia. Dampak negatifnya pun beragam, mulai dari gangguan mata hingga masalah perilaku.

“Orang tua harus mulai melek teknologi dan melakukan literasi digital untuk membersamai putra-putri yang bisa disebut digital native. Perlu dilakukan dialog antara orang tua dan anak mengenai penjadwalan dalam bergawai. Bila perlu, dibuat kesepakatan tentang pembatasan time screen,” terang Yoyok.

Ia juga menekankan peran negara dan pendidik dalam menciptakan ekosistem yang mendukung literasi, mencontohkan Swedia yang setelah bertahun-tahun berfokus pada digitalisasi pembelajaran, kini kembali menekankan pentingnya buku.

“Indonesia mungkin bisa belajar dari Swedia yang selama lima belas tahun ini telah mendigitalisasi pembelajaran, dan akhirnya mulai sadar dan berbenah untuk kembali kepada buku, anak tiri teknologi,” lanjutnya.

Yoyok menyimpulkan bahwa mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan positif dan menciptakan rutinitas tanpa gawai adalah kunci. Literasi, khususnya membaca dan menulis, menjadi solusi yang efektif.

“Untuk itu, komunitas kami mencoba menginisiasi kegiatan literasi dengan tajuk LITBAR, yang merupakan akronim dari literasi bareng. Kami telah bekerja sama dengan berbagai komunitas sekaligus menggandeng institusi pendidikan guna menumbuhsuburkan gerakan literasi ini,” tutupnya.

Litbar sendiri telah berkolaborasi dengan beberapa sekolah di Pati, termasuk SDIT Abu Bakar Ash Shidiq, SMPTQ Ndholo Kusumo, SMP N Satu Atap Beketel, Rumah Qur’an Nurul ‘Ilmi, SMA N 1 Kajen Pekalongan, dan SDIT Bias Yaumi, untuk menyebarkan manfaat literasi.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

    Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 827
    • 0Komentar

      Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil PATI – Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi. Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan […]

  • PatiTech Academy Sukses Gelar Gen Z Techno Camp 2023, Dapat Apresiasi dari Kepala Diskominfo dan Camat Tambakromo

    PatiTech Academy Sukses Gelar Gen Z Techno Camp 2023, Dapat Apresiasi dari Kepala Diskominfo dan Camat Tambakromo

    • calendar_month Sab, 30 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Pati – Acara Gen Z Techno Camp yang diadakan Patitech Academy mendapat kunjungan dan apresiasi dari Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, pada hari Rabu (27/12/2023). Acara ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 30 Desember 2023 di Yayasan Warna Bhakti, Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, dengan partisipasi 25 peserta dari berbagai latar belakang, […]

  • Cegah Parkir Padat HNSI Jateng Minta Percepatan Perizinan Kapal Eks Cantrang

    Cegah Parkir Padat HNSI Jateng Minta Percepatan Perizinan Kapal Eks Cantrang

    • calendar_month Sen, 7 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

      Subaskoro, Wakil Sekretaris 1 DPD HNSI Jawa Tengah Kawasan pelabuhan perikanan Juwana saat ini dipadati oleh kapal alat tangkap jaring tarik berkantong (eks cantrang). Padatnya kapal dinilai membahayakan. Terutama terkait kebakaran. PATI – Wakil Sekretaris 1 DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah Subaskoro menyorot penumpukan kapal ikan di kawasan pelabuhan perikanan Juwana. […]

  • Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

    Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

    • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Keberadaan gedung kesenian Pati yang berada di komplek Stadion Joyokusumo mendapat sorotan. Anggota komisi D DPRD Kabupaten Pati, Jamari menyayangkan bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 650 juta tersebut. Sebab bangunan tersebut tak banyak berguna sebagaimana mestinya. ”Desain bangunannya boleh dibilang mengecewakan. Itu tak merepresentasikan sebuah gedung kesenian yang berfungsi sebagai […]

  • Persipa Jr Minta Restu Bupati Untuk Hadapi Semifinal Pamungkas

    Persipa Jr Minta Restu Bupati Untuk Hadapi Semifinal Pamungkas

    • calendar_month Jum, 28 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    PATI – Skuad Persipa Jr bertandang ke Pendapa Kabupaten Pati sore kemarin (28/9/2018). Kedatangan Lingga Widya dkk tersebut untuk meminta restu bupati jelang menjamu Persijap Jr di pertandingan semifinal pamungkas dalam perebutan tiket final Piala Soerati U-17 Zona Jateng di Magelang. “Kedatangan kami kesini memang untuk meminta restu kepada bupati, sebagai yang punya kawasan. Supaya […]

  • Jalan Berliku Menuju Air Terjun Desa Papasan

    Jalan Berliku Menuju Air Terjun Desa Papasan

    • calendar_month Sab, 28 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Pemandangan Air Terjun Gembong yang masih jarang dijamah pengunjung Ada tiga air terjun di Desa Papasan Kecamatan Bangsri, Jepara. Salah satunya adalah Air Terjun Gembong 2. Deni Arfian, seorang videografer petualang akan berbagi cerita keseruannya mengunjungi tempat yang masih tersembunyi ini.  Laki-laki yang hobi berpetualang itu bernama Deni Arfian. Warga Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis […]

expand_less