Breaking News
light_mode

Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
  • visibility 786

PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif.

Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri.

Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias Yaumi.

“Kemarin pada (2/2/2025) kita bersama-sama sudah launching buku Petualangan dalam Kabut Misteri. Ini karya yang dibuat bersama para siswa di SDIT Bias Yaumi,” ungkap Yoyok Dwi Prastyo, guru di SMAN 2 Pati sekaligus Ketua Komunitas Penggerak Literasi Litbar.

Sekolah literasi yang berlangsung selama sebulan ini tidak hanya mengisi liburan sekolah, tetapi juga menjadi terapi efektif untuk mengurangi kecanduan gawai. Total 8 cerita dengan 81 halaman berhasil dibukukan, sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh siswa, guru, dan orang tua.

“Jadi sangat positif untuk mengurangi adiksi gawai. Biasanya kalau tidak ada kegiatan anak-anak kan main HP, nonton youtube atau lihat video di reels intagram dan sosial media lainnya,” tambah Yoyok.

Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian orang tua yang memesan buku tersebut. Melihat karya anak-anak mereka, orang tua merasakan kebanggaan tersendiri.

“Mungkin hal ini menjadi kemewahan di tengah serbuan gawai kepada anak-anak,” kata Yoyok.

Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Yoyok dan timnya harus mampu menyederhanakan materi kepenulisan yang kompleks agar mudah dipahami anak-anak pemula, serta menjaga motivasi mereka tetap tinggi.

“Tantangan lainnya adalah menyalakan motivasi anak-anak yang kadang kendor. Untuk itu kita selalu mencoba menghidupkan suasana dan membangun komunikasi yang baik,” jelasnya.

Yoyok menyoroti isu serius tentang kecanduan gawai di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan gawai lebih dari tiga jam per hari – salah satu yang tertinggi di dunia. Dampak negatifnya pun beragam, mulai dari gangguan mata hingga masalah perilaku.

“Orang tua harus mulai melek teknologi dan melakukan literasi digital untuk membersamai putra-putri yang bisa disebut digital native. Perlu dilakukan dialog antara orang tua dan anak mengenai penjadwalan dalam bergawai. Bila perlu, dibuat kesepakatan tentang pembatasan time screen,” terang Yoyok.

Ia juga menekankan peran negara dan pendidik dalam menciptakan ekosistem yang mendukung literasi, mencontohkan Swedia yang setelah bertahun-tahun berfokus pada digitalisasi pembelajaran, kini kembali menekankan pentingnya buku.

“Indonesia mungkin bisa belajar dari Swedia yang selama lima belas tahun ini telah mendigitalisasi pembelajaran, dan akhirnya mulai sadar dan berbenah untuk kembali kepada buku, anak tiri teknologi,” lanjutnya.

Yoyok menyimpulkan bahwa mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan positif dan menciptakan rutinitas tanpa gawai adalah kunci. Literasi, khususnya membaca dan menulis, menjadi solusi yang efektif.

“Untuk itu, komunitas kami mencoba menginisiasi kegiatan literasi dengan tajuk LITBAR, yang merupakan akronim dari literasi bareng. Kami telah bekerja sama dengan berbagai komunitas sekaligus menggandeng institusi pendidikan guna menumbuhsuburkan gerakan literasi ini,” tutupnya.

Litbar sendiri telah berkolaborasi dengan beberapa sekolah di Pati, termasuk SDIT Abu Bakar Ash Shidiq, SMPTQ Ndholo Kusumo, SMP N Satu Atap Beketel, Rumah Qur’an Nurul ‘Ilmi, SMA N 1 Kajen Pekalongan, dan SDIT Bias Yaumi, untuk menyebarkan manfaat literasi.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lamporan, Warisan Budaya Soneyan yang Tetap Terjaga di Tengah Perkembangan Zaman

    Lamporan, Warisan Budaya Soneyan yang Tetap Terjaga di Tengah Perkembangan Zaman

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.208
    • 0Komentar

    PATI – Tradisi Lamporan kembali digelar melalui rangkaian kegiatan Wiwitan dan Gelar Budaya yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026). Diselenggarakan oleh Komunitas Plat K, acara ini diikuti warga serta seniman lokal sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur, mengenang tradisi penolak bahaya di masa lalu, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda. Nama “Lamporan” berasal dari kata […]

  • Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    • calendar_month Ming, 23 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Pian Sopyan tampil apik di Liga 3 musim 2019  Persijap Jepara sebagai kontestan Liga 2 yang berpredikat sebagi juara Liga 3 tentu jangan sampai rendah diri. Persijap punya sejarah dan catatan apik sebagai kuda hitam yang selalu merepotkan klub-klub mapan. Pian Sopyan bertahan. Begitu pengumuman di official Instagram Persijap Jepara pada Kamis (20/5/2021). Total dia […]

  • [Hebat] Bantu Tugas Polisi Seorang Pedagang Dapat Penghargaan

    [Hebat] Bantu Tugas Polisi Seorang Pedagang Dapat Penghargaan

    • calendar_month Sen, 19 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Beruntung sekali. Sudiharjo (45) dapat anugrah dari Kapolres Pati, Senin (19/2/18) pagi di halaman Mapolres Pati. Pria asal Desa Jimbaran RT 5/RW 3 Kecamatan Kayen ini mendapat penghargaan atas aksinya membantu mengungkap dan menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang terjadi di persawahan desa setempat, pada Kamis pagi (11/1/18) lalu. “Ya. Dia kami beri penghargaan […]

  • DPRD Pati Dorong Adanya Revitalisasi Alun–Alun Kembangjoyo

    DPRD Pati Dorong Adanya Revitalisasi Alun–Alun Kembangjoyo

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.026
    • 0Komentar

    PATI – Upaya untuk merevitalisasi Alun-Alun Kembangjoyo mendapatkan dukungan dari pihak DPRD Pati. Wakil Ketua DPRD Pati yang juga merupakan politisi PPP, Suwito, mengemukakan harapannya agar kawasan tersebut dapat direnovasi guna meningkatkan kenyamanan bagi seluruh pedagang dan pengunjung. “Dengan direnovasi diperbaiki lagi, mudah-mudahan pedagang ini biar bisa menjajakan pembelinya dan juga semakin ramai,” ujarnya. Menurut […]

  • Bayi Perempuan Masih Hidup Ditemukan di Tempat Sampah Perumahan, Polisi Lakukan Penyeledikan

    Bayi Perempuan Masih Hidup Ditemukan di Tempat Sampah Perumahan, Polisi Lakukan Penyeledikan

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    PATI – Kejadian penemuan seorang bayi perempuan yang dibuang di tempat sampah menghebohkan warga Perumahan Puri Baru Permai, Desa Puri, Kecamatan Pati, pada Senin (08/12/2025) siang hari. Bayi itu ditemukan dalam keadaan masih hidup oleh pemilik rumah yang hendak membuang sampah, membuat warga sekitar terkejut dan langsung menghubungi aparat yang berwenang. Peristiwa berlangsung sekitar pukul […]

  • Satlantas Polresta Pati Ambil Langkah Cepat Atasi Kerawanan Kecelakaan di Ruas Jalan Pati-Kudus

    Satlantas Polresta Pati Ambil Langkah Cepat Atasi Kerawanan Kecelakaan di Ruas Jalan Pati-Kudus

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati segera bertindak menyikapi serangkaian kecelakaan lalu lintas di lokasi proyek peningkatan jalan Pati–Kudus, tepatnya di ruas Pati hingga Tugu Bandeng. Langkah cepat ini diambil menyusul dua insiden kecelakaan fatal yang terjadi pada Minggu, 28 September, dan Selasa, 30 September 2025, yang keduanya mengakibatkan korban jiwa. Pada Selasa […]

expand_less