Breaking News
light_mode

Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
  • visibility 830

PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif.

Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri.

Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias Yaumi.

“Kemarin pada (2/2/2025) kita bersama-sama sudah launching buku Petualangan dalam Kabut Misteri. Ini karya yang dibuat bersama para siswa di SDIT Bias Yaumi,” ungkap Yoyok Dwi Prastyo, guru di SMAN 2 Pati sekaligus Ketua Komunitas Penggerak Literasi Litbar.

Sekolah literasi yang berlangsung selama sebulan ini tidak hanya mengisi liburan sekolah, tetapi juga menjadi terapi efektif untuk mengurangi kecanduan gawai. Total 8 cerita dengan 81 halaman berhasil dibukukan, sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh siswa, guru, dan orang tua.

“Jadi sangat positif untuk mengurangi adiksi gawai. Biasanya kalau tidak ada kegiatan anak-anak kan main HP, nonton youtube atau lihat video di reels intagram dan sosial media lainnya,” tambah Yoyok.

Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian orang tua yang memesan buku tersebut. Melihat karya anak-anak mereka, orang tua merasakan kebanggaan tersendiri.

“Mungkin hal ini menjadi kemewahan di tengah serbuan gawai kepada anak-anak,” kata Yoyok.

Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Yoyok dan timnya harus mampu menyederhanakan materi kepenulisan yang kompleks agar mudah dipahami anak-anak pemula, serta menjaga motivasi mereka tetap tinggi.

“Tantangan lainnya adalah menyalakan motivasi anak-anak yang kadang kendor. Untuk itu kita selalu mencoba menghidupkan suasana dan membangun komunikasi yang baik,” jelasnya.

Yoyok menyoroti isu serius tentang kecanduan gawai di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan gawai lebih dari tiga jam per hari – salah satu yang tertinggi di dunia. Dampak negatifnya pun beragam, mulai dari gangguan mata hingga masalah perilaku.

“Orang tua harus mulai melek teknologi dan melakukan literasi digital untuk membersamai putra-putri yang bisa disebut digital native. Perlu dilakukan dialog antara orang tua dan anak mengenai penjadwalan dalam bergawai. Bila perlu, dibuat kesepakatan tentang pembatasan time screen,” terang Yoyok.

Ia juga menekankan peran negara dan pendidik dalam menciptakan ekosistem yang mendukung literasi, mencontohkan Swedia yang setelah bertahun-tahun berfokus pada digitalisasi pembelajaran, kini kembali menekankan pentingnya buku.

“Indonesia mungkin bisa belajar dari Swedia yang selama lima belas tahun ini telah mendigitalisasi pembelajaran, dan akhirnya mulai sadar dan berbenah untuk kembali kepada buku, anak tiri teknologi,” lanjutnya.

Yoyok menyimpulkan bahwa mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan positif dan menciptakan rutinitas tanpa gawai adalah kunci. Literasi, khususnya membaca dan menulis, menjadi solusi yang efektif.

“Untuk itu, komunitas kami mencoba menginisiasi kegiatan literasi dengan tajuk LITBAR, yang merupakan akronim dari literasi bareng. Kami telah bekerja sama dengan berbagai komunitas sekaligus menggandeng institusi pendidikan guna menumbuhsuburkan gerakan literasi ini,” tutupnya.

Litbar sendiri telah berkolaborasi dengan beberapa sekolah di Pati, termasuk SDIT Abu Bakar Ash Shidiq, SMPTQ Ndholo Kusumo, SMP N Satu Atap Beketel, Rumah Qur’an Nurul ‘Ilmi, SMA N 1 Kajen Pekalongan, dan SDIT Bias Yaumi, untuk menyebarkan manfaat literasi.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Pendidikan Karakter di Madrasah Salafiyah Kajen: Menggali Nilai-Nilai Luhur dari Kitab Nihayatul Bidayah

    Seminar Pendidikan Karakter di Madrasah Salafiyah Kajen: Menggali Nilai-Nilai Luhur dari Kitab Nihayatul Bidayah

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka Pekan Muharram, Reuni Akbar, dan Harlah Madrasah Salafiyah ke-90, Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Kajen, Pati, sukses menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Budaya Keilmuan di Pesantren”, Jumat (4/7/2025). Acara yang berlangsung meriah di halaman MA Salafiyah Kajen ini tak hanya diisi seminar, tetapi juga telaah dan […]

  • Korban Banjir di Pati Bikin Wisata Perahu Susur Bencana

    Korban Banjir di Pati Bikin Wisata Perahu Susur Bencana

    • calendar_month Sel, 3 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

      Wisata dadakan susur daerah banjir dengan naik perahu Masa sulit selalu menghadirkan ide kreatif. Warga Desa Kasiyan, Sukolilo, Pati yang tak bisa bekerja karena terdampak banjir kini membuka wisata dadakan di lokasi bencana. Mereka menawarkan sensasi naik perahu di tengah-tengah banjir.  PATI – Banjir yang terjadi sejak beberapa hari kemarin membuat aktivitas warga lumpuh. […]

  • Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 314
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 138 warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi lontong sayur dari acara hajatan pada Senin malam (23/12/2024). Korban mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan menggigil. Warga mulai merasakan gejala keracunan pada Selasa pagi (24/12/2024). Puncaknya pada Selasa malam, 138 warga mengalami gejala yang sama, […]

  • Hidup Bukan Mampir Padu

    Hidup Bukan Mampir Padu

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Anis Sholeh Baasyin sedang menguraikan tema yang akan dibahas Padu atau adu mulut yang akhir-akhir ini nyaris membudaya di kalangan masyarakat kembali menjadi sentilan dalam gelaran Suluk Maleman yang digelar Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3/2019) dini hari kemarin. Bahkan peribahasa “hidup sekadar mampir minum” pun mulai berubah menjadi sekadar mampir padu. Plesetan itu lantaran sekarang […]

  • Anak Hilang di Margorejo Berhasil Ditemukan, Polisi Imbau Keluarga Lebih Waspada

    Anak Hilang di Margorejo Berhasil Ditemukan, Polisi Imbau Keluarga Lebih Waspada

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    PATI – Rasa lega menyelimuti sebuah keluarga di Kecamatan Margorejo, Pati, setelah putri mereka, R.N. (14), yang sempat dilaporkan hilang, kembali ke rumah dengan selamat. Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga ke SPKT Polresta Pati, yang sebelumnya telah menerima laporan resmi pada Minggu (23/11/2025). S., ayah R.N., melaporkan hilangnya sang putri pada Minggu […]

  • Jalin Kerjasama MTsN 3 Rembang jadi Sahabat Madrasah MTsN 1 Pati

    Jalin Kerjasama MTsN 3 Rembang jadi Sahabat Madrasah MTsN 1 Pati

    • calendar_month Sen, 23 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Kerjasama antara MTsN 3 Rembang dengan MTsN 1 Pati Melalui kerja sama ini, MTsN 3 Rembang berharap mampu mengikuti jejak MTsN 1 Pati yang bisa berprestasi hingga tingkat internasional. PATI – MTsN 1 Pati melakukan penandatanganan MoU Sahabat Madrasah dengan MTsN 3 Rembang pada Sabtu (21/5). Kali ini, MTsN 3 Rembang menjadi madrasah sahabat MTsN […]

expand_less