Breaking News
light_mode

Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
  • visibility 834

PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif.

Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri.

Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias Yaumi.

“Kemarin pada (2/2/2025) kita bersama-sama sudah launching buku Petualangan dalam Kabut Misteri. Ini karya yang dibuat bersama para siswa di SDIT Bias Yaumi,” ungkap Yoyok Dwi Prastyo, guru di SMAN 2 Pati sekaligus Ketua Komunitas Penggerak Literasi Litbar.

Sekolah literasi yang berlangsung selama sebulan ini tidak hanya mengisi liburan sekolah, tetapi juga menjadi terapi efektif untuk mengurangi kecanduan gawai. Total 8 cerita dengan 81 halaman berhasil dibukukan, sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh siswa, guru, dan orang tua.

“Jadi sangat positif untuk mengurangi adiksi gawai. Biasanya kalau tidak ada kegiatan anak-anak kan main HP, nonton youtube atau lihat video di reels intagram dan sosial media lainnya,” tambah Yoyok.

Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian orang tua yang memesan buku tersebut. Melihat karya anak-anak mereka, orang tua merasakan kebanggaan tersendiri.

“Mungkin hal ini menjadi kemewahan di tengah serbuan gawai kepada anak-anak,” kata Yoyok.

Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Yoyok dan timnya harus mampu menyederhanakan materi kepenulisan yang kompleks agar mudah dipahami anak-anak pemula, serta menjaga motivasi mereka tetap tinggi.

“Tantangan lainnya adalah menyalakan motivasi anak-anak yang kadang kendor. Untuk itu kita selalu mencoba menghidupkan suasana dan membangun komunikasi yang baik,” jelasnya.

Yoyok menyoroti isu serius tentang kecanduan gawai di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan gawai lebih dari tiga jam per hari – salah satu yang tertinggi di dunia. Dampak negatifnya pun beragam, mulai dari gangguan mata hingga masalah perilaku.

“Orang tua harus mulai melek teknologi dan melakukan literasi digital untuk membersamai putra-putri yang bisa disebut digital native. Perlu dilakukan dialog antara orang tua dan anak mengenai penjadwalan dalam bergawai. Bila perlu, dibuat kesepakatan tentang pembatasan time screen,” terang Yoyok.

Ia juga menekankan peran negara dan pendidik dalam menciptakan ekosistem yang mendukung literasi, mencontohkan Swedia yang setelah bertahun-tahun berfokus pada digitalisasi pembelajaran, kini kembali menekankan pentingnya buku.

“Indonesia mungkin bisa belajar dari Swedia yang selama lima belas tahun ini telah mendigitalisasi pembelajaran, dan akhirnya mulai sadar dan berbenah untuk kembali kepada buku, anak tiri teknologi,” lanjutnya.

Yoyok menyimpulkan bahwa mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan positif dan menciptakan rutinitas tanpa gawai adalah kunci. Literasi, khususnya membaca dan menulis, menjadi solusi yang efektif.

“Untuk itu, komunitas kami mencoba menginisiasi kegiatan literasi dengan tajuk LITBAR, yang merupakan akronim dari literasi bareng. Kami telah bekerja sama dengan berbagai komunitas sekaligus menggandeng institusi pendidikan guna menumbuhsuburkan gerakan literasi ini,” tutupnya.

Litbar sendiri telah berkolaborasi dengan beberapa sekolah di Pati, termasuk SDIT Abu Bakar Ash Shidiq, SMPTQ Ndholo Kusumo, SMP N Satu Atap Beketel, Rumah Qur’an Nurul ‘Ilmi, SMA N 1 Kajen Pekalongan, dan SDIT Bias Yaumi, untuk menyebarkan manfaat literasi.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Lebaran, Kaum Dhuafa di Enam Desa Ketiban Berkah

    Jelang Lebaran, Kaum Dhuafa di Enam Desa Ketiban Berkah

    • calendar_month Sel, 5 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    PATI – Kaum dhuafa di Pati lagi-lagi ketiban berkah Ramadan. Para dermawan menjelang lebaran menggelontorkan pundi-pundinya untuk membantu kaum dhuafa yang kurang beruntung tersebut. Setelah warga Desa Bakaran Kulon dan Wetan di Kecamatan Juwana yang digelontor 800 paket sembako gratis, giliran kaum dhuafa di Kecamatan Batangan dan Jaken tyang ketiban berkah. IKKP bersama Bulog kembali […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Terbentuk, Gerindra Serahkan Proses ke Pansus

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Terbentuk, Gerindra Serahkan Proses ke Pansus

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 394
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah membentuk panitia khusus (pansus) terkait hak angket yang berpotensi memakzulkan Bupati Pati, Sudewo. Hardi, Wakil Ketua I DPRD Pati yang juga Ketua DPC Gerindra Pati, memberikan tanggapannya terkait perkembangan ini. “Ya, sudah terbentuk pansus yang terdiri dari 15 orang anggota DPRD Kabupaten Pati. Pansus inilah […]

  • Lakon Bharatayuda Wurung untuk Ruwatan Bangsa

    Lakon Bharatayuda Wurung untuk Ruwatan Bangsa

    • calendar_month Jum, 25 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sujiwo Tejo memainkan wayang dengan lakon Bharatayuda Wurung dalam acara Suluk Maleman Hujan gerimis mengguyur Kota Pati Sabtu (19/1/2019) malam lalu. Meski begitu, ratusan jamaah tetap setia menyemut di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan Pangeran Diponegoro-Pati. Mereka antusias mengikuti ngaji budaya Suluk Maleman edisi ke 85. Malam itu tema yang diangkat adalah lakon wayang “Bharatayuda […]

  • NU

    NU

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Dokumen facebook Meski tak punya kartu anggota Nadlatul Ulama (NU), tapi tak apa pula aku mengaku warga NU. Anggaplah NU kultural, bukan sebagai struktural. Meski pernah menerima sebuah SK Pembekuan dalam kepengurusan NU, sebutlah pemecatan, tapi tak apa pula aku tetap mengaku warga NU. NU bukan hanya yang tercatat resmi, yang tak tercatat resmi jauh […]

  • Anggota Komisi D DPRD Pati Siap Jadi Dewan Penasihat Cabor, Dukung Kemajuan Olahraga Daerah

    Anggota Komisi D DPRD Pati Siap Jadi Dewan Penasihat Cabor, Dukung Kemajuan Olahraga Daerah

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Maulana Adika Prastya, menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif dalam memajukan olahraga di Kabupaten Pati. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari 50 pengurus Cabang Olahraga (Cabor) bersama KONI di Gedung DPRD Kabupaten Pati. Adika, yang berasal dari Fraksi Gerindra, mengungkapkan rasa terhormatnya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya […]

  • Plt Bupati Pati Ajak Warga Budayakan Hidup Sehat dan Rajin Berolahraga

    Plt Bupati Pati Ajak Warga Budayakan Hidup Sehat dan Rajin Berolahraga

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.825
    • 0Komentar

    PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pati untuk membudayakan hidup sehat dengan rutin berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh. Seruan tersebut disampaikan saat meresmikan pembukaan Union Fitness yang berlokasi di kawasan Joyokusumo, Kabupaten Pati, pada Sabtu (10/10/2026). Chandra menegaskan bahwa kebugaran tubuh merupakan kebutuhan mendasar guna menunjang segala […]

expand_less