Breaking News
light_mode

Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
  • visibility 823

PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif.

Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri.

Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias Yaumi.

“Kemarin pada (2/2/2025) kita bersama-sama sudah launching buku Petualangan dalam Kabut Misteri. Ini karya yang dibuat bersama para siswa di SDIT Bias Yaumi,” ungkap Yoyok Dwi Prastyo, guru di SMAN 2 Pati sekaligus Ketua Komunitas Penggerak Literasi Litbar.

Sekolah literasi yang berlangsung selama sebulan ini tidak hanya mengisi liburan sekolah, tetapi juga menjadi terapi efektif untuk mengurangi kecanduan gawai. Total 8 cerita dengan 81 halaman berhasil dibukukan, sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh siswa, guru, dan orang tua.

“Jadi sangat positif untuk mengurangi adiksi gawai. Biasanya kalau tidak ada kegiatan anak-anak kan main HP, nonton youtube atau lihat video di reels intagram dan sosial media lainnya,” tambah Yoyok.

Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian orang tua yang memesan buku tersebut. Melihat karya anak-anak mereka, orang tua merasakan kebanggaan tersendiri.

“Mungkin hal ini menjadi kemewahan di tengah serbuan gawai kepada anak-anak,” kata Yoyok.

Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Yoyok dan timnya harus mampu menyederhanakan materi kepenulisan yang kompleks agar mudah dipahami anak-anak pemula, serta menjaga motivasi mereka tetap tinggi.

“Tantangan lainnya adalah menyalakan motivasi anak-anak yang kadang kendor. Untuk itu kita selalu mencoba menghidupkan suasana dan membangun komunikasi yang baik,” jelasnya.

Yoyok menyoroti isu serius tentang kecanduan gawai di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan gawai lebih dari tiga jam per hari – salah satu yang tertinggi di dunia. Dampak negatifnya pun beragam, mulai dari gangguan mata hingga masalah perilaku.

“Orang tua harus mulai melek teknologi dan melakukan literasi digital untuk membersamai putra-putri yang bisa disebut digital native. Perlu dilakukan dialog antara orang tua dan anak mengenai penjadwalan dalam bergawai. Bila perlu, dibuat kesepakatan tentang pembatasan time screen,” terang Yoyok.

Ia juga menekankan peran negara dan pendidik dalam menciptakan ekosistem yang mendukung literasi, mencontohkan Swedia yang setelah bertahun-tahun berfokus pada digitalisasi pembelajaran, kini kembali menekankan pentingnya buku.

“Indonesia mungkin bisa belajar dari Swedia yang selama lima belas tahun ini telah mendigitalisasi pembelajaran, dan akhirnya mulai sadar dan berbenah untuk kembali kepada buku, anak tiri teknologi,” lanjutnya.

Yoyok menyimpulkan bahwa mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan positif dan menciptakan rutinitas tanpa gawai adalah kunci. Literasi, khususnya membaca dan menulis, menjadi solusi yang efektif.

“Untuk itu, komunitas kami mencoba menginisiasi kegiatan literasi dengan tajuk LITBAR, yang merupakan akronim dari literasi bareng. Kami telah bekerja sama dengan berbagai komunitas sekaligus menggandeng institusi pendidikan guna menumbuhsuburkan gerakan literasi ini,” tutupnya.

Litbar sendiri telah berkolaborasi dengan beberapa sekolah di Pati, termasuk SDIT Abu Bakar Ash Shidiq, SMPTQ Ndholo Kusumo, SMP N Satu Atap Beketel, Rumah Qur’an Nurul ‘Ilmi, SMA N 1 Kajen Pekalongan, dan SDIT Bias Yaumi, untuk menyebarkan manfaat literasi.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Derbi Pati 2022 Persipa vs Safin FC Piala Soeratin U-17

    Derbi Pati 2022 Persipa vs Safin FC Piala Soeratin U-17

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

      Tim Safin Pati FC untuk kompetisi Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2022 Laga derbi Kota Pati bakal tersaji dalam ajang Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah. Persipa Pati berada satu grup dengan tim satu kota Safin Pati FC U-17. Kedua tim tergabung dalam grup A bersama Bhayangkara Muda U-17 Semarang. Pertemuan dua tim ini bakal […]

  • Pansus DPRD Pati Dalami Dugaan Tarik Ulur Guru di SMPN 1 Tayu

    Pansus DPRD Pati Dalami Dugaan Tarik Ulur Guru di SMPN 1 Tayu

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 360
    • 0Komentar

    PATI – Polemik penugasan guru di Kabupaten Pati terus bergulir. Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati berencana memanggil Kepala SMPN 1 Tayu untuk mengklarifikasi dugaan penarikan guru Bahasa Inggris dari Kecamatan Jaken. Langkah ini diambil setelah Pansus menerima keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati yang memicu pertanyaan lebih lanjut. “Kami ingin […]

  • Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 456
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Wacana slot 8 pemain asing di Liga 1 musim 2024/2025 mendapat reaksi keras dari sejumlah pemain lokal. Bahkan diantara mereka ramai-ramai membuat #IniSepakbolaIndonesia dalam akun sosial media mereka. Postingan ini disinyalir karena para pemain lokal menolak wacana penambahan kuota pemain asing. Lantaran pemain lokal takut akan tergusur. Beberapa pemain lokal yang menyuarakan tagar […]

  • Pansus Angket DPRD Pati: Penugasan Guru Harus Berdasarkan Aturan yang Jelas!

    Pansus Angket DPRD Pati: Penugasan Guru Harus Berdasarkan Aturan yang Jelas!

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 347
    • 0Komentar

    PATI – Kebijakan penugasan guru oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, kasus yang menimpa Yuli Istianah, seorang guru Bahasa Inggris yang sempat ditugaskan di SMPN 1 Tayu sebelum ditarik kembali ke sekolah asalnya, memicu pertanyaan serius. Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan keprihatinannya […]

  • Anggaran Kendaraan BGN Rp1,39 T Dikritik, Edy Wuryanto: Bukan Prioritas Program Gizi

    Anggaran Kendaraan BGN Rp1,39 T Dikritik, Edy Wuryanto: Bukan Prioritas Program Gizi

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.357
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti komposisi belanja Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai kurang efisien dan berpotensi menyimpang dari tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, porsi anggaran yang didominasi oleh belanja penunjang, terutama pengadaan kendaraan, menunjukkan adanya ketidaktepatan dalam menentukan skala prioritas. Berdasarkan data yang ada, alokasi untuk […]

  • Empat Pilar Smart City Jepara Dapat Penghargaan

    Empat Pilar Smart City Jepara Dapat Penghargaan

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Trofi penghargaan untuk Kabupaten Jepara JEPARA – Pemkab Jepara menerima Penghargaan Smart City dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara. Penghargaan diterima Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang diwakili Sekretaris Daerah, Sholih, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Jumat (14/12/2018). “Ini merupakan penghargaan atas keberhasilan Pemkab Jepara dalam penyusunan Masterplan Jepara Smart City,” kata Kepala […]

expand_less