Breaking News
light_mode

Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
  • visibility 827

PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif.

Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri.

Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias Yaumi.

“Kemarin pada (2/2/2025) kita bersama-sama sudah launching buku Petualangan dalam Kabut Misteri. Ini karya yang dibuat bersama para siswa di SDIT Bias Yaumi,” ungkap Yoyok Dwi Prastyo, guru di SMAN 2 Pati sekaligus Ketua Komunitas Penggerak Literasi Litbar.

Sekolah literasi yang berlangsung selama sebulan ini tidak hanya mengisi liburan sekolah, tetapi juga menjadi terapi efektif untuk mengurangi kecanduan gawai. Total 8 cerita dengan 81 halaman berhasil dibukukan, sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh siswa, guru, dan orang tua.

“Jadi sangat positif untuk mengurangi adiksi gawai. Biasanya kalau tidak ada kegiatan anak-anak kan main HP, nonton youtube atau lihat video di reels intagram dan sosial media lainnya,” tambah Yoyok.

Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian orang tua yang memesan buku tersebut. Melihat karya anak-anak mereka, orang tua merasakan kebanggaan tersendiri.

“Mungkin hal ini menjadi kemewahan di tengah serbuan gawai kepada anak-anak,” kata Yoyok.

Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Yoyok dan timnya harus mampu menyederhanakan materi kepenulisan yang kompleks agar mudah dipahami anak-anak pemula, serta menjaga motivasi mereka tetap tinggi.

“Tantangan lainnya adalah menyalakan motivasi anak-anak yang kadang kendor. Untuk itu kita selalu mencoba menghidupkan suasana dan membangun komunikasi yang baik,” jelasnya.

Yoyok menyoroti isu serius tentang kecanduan gawai di Indonesia, dengan rata-rata waktu penggunaan gawai lebih dari tiga jam per hari – salah satu yang tertinggi di dunia. Dampak negatifnya pun beragam, mulai dari gangguan mata hingga masalah perilaku.

“Orang tua harus mulai melek teknologi dan melakukan literasi digital untuk membersamai putra-putri yang bisa disebut digital native. Perlu dilakukan dialog antara orang tua dan anak mengenai penjadwalan dalam bergawai. Bila perlu, dibuat kesepakatan tentang pembatasan time screen,” terang Yoyok.

Ia juga menekankan peran negara dan pendidik dalam menciptakan ekosistem yang mendukung literasi, mencontohkan Swedia yang setelah bertahun-tahun berfokus pada digitalisasi pembelajaran, kini kembali menekankan pentingnya buku.

“Indonesia mungkin bisa belajar dari Swedia yang selama lima belas tahun ini telah mendigitalisasi pembelajaran, dan akhirnya mulai sadar dan berbenah untuk kembali kepada buku, anak tiri teknologi,” lanjutnya.

Yoyok menyimpulkan bahwa mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan positif dan menciptakan rutinitas tanpa gawai adalah kunci. Literasi, khususnya membaca dan menulis, menjadi solusi yang efektif.

“Untuk itu, komunitas kami mencoba menginisiasi kegiatan literasi dengan tajuk LITBAR, yang merupakan akronim dari literasi bareng. Kami telah bekerja sama dengan berbagai komunitas sekaligus menggandeng institusi pendidikan guna menumbuhsuburkan gerakan literasi ini,” tutupnya.

Litbar sendiri telah berkolaborasi dengan beberapa sekolah di Pati, termasuk SDIT Abu Bakar Ash Shidiq, SMPTQ Ndholo Kusumo, SMP N Satu Atap Beketel, Rumah Qur’an Nurul ‘Ilmi, SMA N 1 Kajen Pekalongan, dan SDIT Bias Yaumi, untuk menyebarkan manfaat literasi.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilih Jurusan yang Menantang

    Pilih Jurusan yang Menantang

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Shara Saraswati Bagi sebagian orang, zona nyaman kerap menjadi pilihan dalam hidup. Namun bagi Shara Saraswati, hal itu tak ada di dalam kamus hidupnya. Perempuan kelahiran Pati, 2 Juli 1998 ini memilih ingin menaklukan tantangan yang ada. Dia tak menyukai zona nyaman. Dari prinsip itulah kemudian Shara sapaan akrabnya memilih kuliah di Jurusan Pendidikan Guru […]

  • Wakil Bupati Pati Sambut Konsul Jenderal Australia, Bahas Peluang Pendidikan Tinggi

    Wakil Bupati Pati Sambut Konsul Jenderal Australia, Bahas Peluang Pendidikan Tinggi

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 885
    • 0Komentar

    PATI – Pertemuan antara Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan Konsul Jenderal Australia, Mr. Glenn, di Pendopo Kabupaten Pati membuka jalan bagi potensi kerja sama strategis, khususnya di bidang pendidikan (19/11/2025). Risma Ardhi Chandra menjelaskan bahwa diskusi selama 1,5 jam tersebut sangat produktif, membahas berbagai peluang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui […]

  • Nelayan Cantrang Juwana Siap Melaut

    Nelayan Cantrang Juwana Siap Melaut

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

      BERSIAP : Beberapa kapal nelayan cantrang yang sedang sandar di Sungai Juwana beberapa waktu yang lalu. Lingkar Muria, PATI – Pasca diperbolehkannya cantrang oleh Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan dan Perikatan Susi Pujiastuti, atas aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu yang lalu, kini nelayan cantrang di Juwana bersiap melaut kembali. Tokoh nelayan cantrang […]

  • Warga Growong Kidul Dikejutkan Penemuan Bayi Baru Lahir di Dalam Tas

    Warga Growong Kidul Dikejutkan Penemuan Bayi Baru Lahir di Dalam Tas

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.726
    • 0Komentar

    PATI – Warga Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan. Bayi tersebut ditemukan ditinggalkan di dalam sebuah tas belanja pada Senin (1/6/2026) siang. Penemuan ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Jalan Kamboja Gang I, tepatnya di wilayah RT 01 RW 01 Desa […]

  • Bangun Komitmen Bersama dari Stakeholder, DPRD Pati Pastikan MBG Berjalan Sesuai Harapan

    Bangun Komitmen Bersama dari Stakeholder, DPRD Pati Pastikan MBG Berjalan Sesuai Harapan

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 25.003
    • 0Komentar

    PATI – Guna memastikan penyelenggaraan program berjalan optimal, DPRD Kabupaten Pati menggelar rapat kerja gabungan yang melibatkan dua komisi serta instansi terkait. Kegiatan yang diprakarsai Komisi B dan Komisi D ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Koordinator Wilayah SPPG. Rapat dilaksanakan di ruang rapat gabungan DPRD Pati pada Kamis […]

  • Persipa Pati Siap Hadapi Nusantara Lampung FC, Fokus Perbaiki Organisasi Tim

    Persipa Pati Siap Hadapi Nusantara Lampung FC, Fokus Perbaiki Organisasi Tim

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    MAGELANG – Persipa Pati akan bertanding melawan Nusantara Lampung FC dalam ajang Liga Nusantara musim 2025-2026. Pertandingan akan digelar pada Kamis (11/12/2025) pukul 19.00 WIB di Stadion Moch. Soebroto, Magelang. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Pelatih Persipa Pati, Eduard Tjong, menyatakan timnya sudah melakukan evaluasi dari dua pertandingan sebelumnya. “Ada satu masalah yang harus kita perbaiki […]

expand_less