Breaking News
light_mode

Degradasi Mengintai, Persipa Pati Pegang Harapan Tipis di Laga Krusial Lawan Persikas Subang

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
  • visibility 824

OLAHRAGA – Persipa Pati akan menghadapi laga krusial melawan Persikas Subang dalam babak Playoff Degradasi Liga 2 di Stadion Joyokusumo, Jumat (21/2/2025) sore.

Tim berjuluk Laskar Saridin ini berada di ambang degradasi ke Liga 3 dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa bertahan di Liga 2 musim depan.

Caretaker Pelatih Persipa Pati, Sasi Kirono, menyatakan tekad timnya untuk bermain maksimal.

“Peluang kita sangat tipis walaupun masih ada, hari ini kita persiapkan. Insyaallah Mudah-mudahan apapun hasilnya kita akan fight,” ujarnya.

Ia menambahkan strategi build-up dari belakang akan diterapkan untuk menghindari umpan panjang.

“Kita besok bermain secara build-up dari belakang untuk tidak main long pass. Kita siapkan disitu,” tegasnya.

Senada dengan pelatih, pemain Persipa Pati, Aziz, juga optimistis.

“Insyaallah buat pertandingan besok, teman-teman siap mendapatkan tiga poin,” ucapnya.

Namun, laga ini akan dijalani tanpa dukungan suporter. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi larangan menghadirkan penonton selama dua laga kandang kepada Persipa Pati akibat kerusuhan suporter setelah pertandingan melawan Persipura Jayapura pada 13 Februari 2025 lalu. Kerusuhan tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas stadion.

Nasib Persipa Pati tak hanya bergantung pada hasil pertandingan melawan Persikas Subang. Mereka juga berharap Rans Nusantara dapat mengalahkan Persipura di Stadion Mandala Jayapura pada hari yang sama. Jika Rans Nusantara menang, Persipa Pati akan naik ke peringkat tiga dan berpeluang menjalani playoff lanjutan melawan klub posisi ketiga grup J.

Saat ini, Persipa Pati berada di posisi ke-4 klasemen sementara grup K dengan koleksi 6 poin dari 6 pertandingan (1 menang, 3 seri, 2 kalah). Dua kekalahan beruntun diderita dari Persipura Jayapura (1-2) dan Persipal Palu (0-2). Pertandingan melawan Persikas Subang di Stadion Joyo Kusumo menjadi penentu nasib Laskar Saridin di Liga 2. Kekalahan atau hasil imbang akan memaksa mereka turun kasta.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi Kuliner Khas Kudus untuk Menu Buka Puasa

    Rekomendasi Kuliner Khas Kudus untuk Menu Buka Puasa

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Tampak sepiring Nasi Pindang Kerbau dengan isian potongan daging, daun melinjo dan bawang goreng/ @harbrianto KUDUS – Bosan dengan menu berbuka yang itu-itu aja. Cobalah menu berbuka dengan kuliner khas Kudus, Jawa Tengah yang lezat dan istimewa. Kuliner khas ini dijamin bakal membuat buka puasa lebih nikmat dari biasanya. Berikut redaksi lingkarmuria.com merangkum daftar kuliner […]

  • Bupati Pati: Pembangunan Yon TP Harus Berjalan Seiring dengan Upaya Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan

    Bupati Pati: Pembangunan Yon TP Harus Berjalan Seiring dengan Upaya Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.266
    • 0Komentar

    PATI — Bupati Pati, Sudewo, melakukan peninjauan terhadap lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Desa Godo, Kecamatan Winong. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu (17/12/2025) bersama Komandan Korem 073/Makutarama, Dandim 0718/Pati, pihak Perhutani, serta para kepala desa dari wilayah sekitar. Menurut Sudewo, lokasi yang menjadi objek peninjauan terletak […]

  • Perang Obor Desa Tegalsambi Jepara. (DOK HUMAS JATENG)

    Kobar Api Perang Obor : Tradisi Unik Tegalsambi Jepara yang Terus Menyala

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 9.784
    • 0Komentar

    JEPARA – Malam itu, langit Desa Tegalsambi di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, seolah menyala. Kobaran api berputar di udara, memercikkan bara ke segala arah, sementara ribuan pasang mata terpaku menyaksikan ritual yang telah diwariskan lintas generasi: Perang Obor. Senin (25/5/2026), tradisi sakral itu tampil berbeda. Tidak hanya api yang menari di tengah jalan desa, tetapi […]

  • Abadikan Hidup Dengan Menulis

    Abadikan Hidup Dengan Menulis

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Zumrotun Menulis memang menjadi hobi Zumrotun. Gadis kelahiran Pati, 6 Januari 1995 ini sejak duduk di bangku SMA sudah rutin menulis. Terbukti ia kerap kali mengikuti lomba kepenulisan, meskipun jarang mendapatkan juara. ”Saat SMA, saya pernah ikut lomba menulis karya sastra, meskipun hanya juara harapan satu, saya tak patah semangat, sebab menulis adalah hobi saya,” […]

  • Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

      Anggota Banser Pati mendapatkan pembekalan materi dalam kegiatan orientasi kenal medan di Desa Medani Cluwak Pati PATI –  Kepala Satkorcab Banser Pati Ashadi Tamyiz, menegaskan, untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknis anggotanya dalam bertugas, pihaknya sengaja memilih medan bera dalam kegiatan Orientasi Kenal Medan (OKM) Banser Kabupaten Pati. Hal tersebut juga berkaitan dengan persiapan […]

  • Tradisi Warisan Leluhur: Lomban Kupatan Sebagai Bentuk Syukur Nelayan di Pati

    Tradisi Warisan Leluhur: Lomban Kupatan Sebagai Bentuk Syukur Nelayan di Pati

    • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 357
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah tradisi warisan leluhur yang melibatkan penyerahan sesaji berupa kepala, kaki, dan ekor kerbau telah dilakukan di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Sesaji tersebut diarak mengelilingi desa sebelum akhirnya dilarung ke muara Sungai Tayu, Jumat (19/4/2024). Sesaji ditata di atas miniatur perahu dan diarak dalam sebuah parade yang diiringi […]

expand_less