DPRD Pati : Penanggulangan HIV/Aids Butuh Partisipasi Aktif Masyarakat
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3.870

Ilustrasi HIV / AIDS
PATI – Masyarakat Kabupaten Pati diimbau untuk tidak sungkan mengaku jika mengalami gejala yang kemungkinan terkait dengan HIV/AIDS. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Endah Sriwahyuningati.
Menurutnya, sikap terbuka sangat krusial untuk menghindari kasus HIV/AIDS menjadi masalah yang tersembunyi dan semakin meluas.
“Masyarakat tidak perlu ragu, pemerintah memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan berbagai organisasi yang siap memberikan pendampingan kepada penyintas HIV/AIDS,” ujarnya
“Jangan sampai dipendam dan baru terungkap ketika kasusnya sudah membesar dan penyakitnya parah,” imbuhnya.
Endah juga menegaskan bahwa mereka yang hidup dengan HIV/AIDS memerlukan pengobatan secara terus-menerus sepanjang hayat.
“Sudah ada program pendampingan, dan HIV/AIDS membutuhkan pengobatan rutin,” imbuhnya.
Masalah HIV/AIDS tetap menjadi prioritas perhatian bagi pemerintah daerah. Di samping itu, pihak pemerintah juga mendorong koordinasi untuk melaksanakan tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2022 yang merupakan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2020, terutama terkait konseling dan tes bagi calon pengantin.
Langkah ini dilakukan setelah ditemukan kasus HIV/AIDS pada kelompok calon pengantin, ibu hamil, dan balita.
Penanganan kasus HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, melainkan juga memerlukan peran aktif dari pemerintah desa serta seluruh elemen masyarakat.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

