Polresta Pati Gelar Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Kesadaran Lalu Lintas Sejak Dini
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 1.985

Satlantas Polresta Pati menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) bersama siswa PAUD TPQ Al-Husna Desa Sugiharjo
PATI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) bersama siswa PAUD TPQ Al-Husna Desa Sugiharjo, Kecamatan Gabus, dan PAUD Aisyiyah 03 Pati, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026.
Puluhan anak-anak mengikuti kegiatan edukatif yang meliputi pengenalan rambu lalu lintas, tugas polisi lalu lintas, dan pemutaran video keselamatan jalan.
Konsep belajar sambil bermain dipilih agar materi mudah dipahami dan menumbuhkan kedekatan dengan polisi.
Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menyampaikan bahwa pembinaan sejak dini adalah investasi penting untuk keselamatan lalu lintas di masa depan.
“Kami ingin anak-anak mengenal polisi sebagai sahabat, bukan sosok yang menakutkan. Dari sini akan tumbuh karakter disiplin dan patuh aturan ketika mereka dewasa nanti,” ujarnya.
Kompol Riki menambahkan, pendekatan edukasi yang menyenangkan lebih efektif daripada pendekatan instruktif.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus. Kalau sejak sekarang mereka sudah paham arti rambu dan keselamatan, maka ke depan budaya tertib lalu lintas akan terbentuk secara alami,” katanya.
Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak hanya menyasar penindakan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi.
“Kami menyeimbangkan antara penegakan hukum dan upaya preemtif. Program PSA ini menjadi salah satu ujung tombak untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.
Keterlibatan sekolah dan guru sangat penting dalam program ini.
“Sinergi dengan dunia pendidikan penting agar pesan-pesan keselamatan bisa terus diulang dan diperkuat di lingkungan sekolah maupun rumah,” jelasnya.
Kompol Riki berharap, anak-anak yang mengikuti kegiatan PSA dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Mereka bisa mengingatkan orang tua untuk pakai helm, berhenti di lampu merah, atau tidak melanggar rambu. Dari hal kecil seperti itu dampaknya bisa besar bagi keselamatan bersama,” tuturnya.
Kegiatan PSA diakhiri dengan bernyanyi dan bermain, dengan semangat “Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Indonesia Emas”.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
