Operasi Keselamatan Candi 2026 di Pati: Aturan Dibuat untuk Melindungi, Bukan Menakuti
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 1.958

Satuan Lalu Lintas Polresta Pati mengadakan kegiatan Operasi Keselamatan Candi 2026
PATI – Dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Pati mengadakan kegiatan simpatik bersama berbagai instansi terkait di Jalan Kolonel Sunandar, tepatnya di depan GOR Pesantenan, pada hari Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini mengusung pendekatan yang menggabungkan unsur persuasif, edukatif, serta penegakan hukum yang proporsional, bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan berbagai pihak penting antara lain Pom TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Unit Pelaksana Pengelolaan Dana (UPPD), Jasa Raharja, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Pati, serta Bank Jateng. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memungkinkan penyelenggaraan layanan terpadu di lokasi, mulai dari penyuluhan mengenai keselamatan berkendara, pemberian souvenir bagi pengendara yang mematuhi peraturan, hingga pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satuan Pajak (Samsat) keliling untuk memfasilitasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
Melalui Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok, Kapolresta Pati menegaskan bahwa pendekatan simpatik menjadi kunci utama dalam membangun budaya berlalu lintas yang tertib.
“Operasi ini kami desain humanis, menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menanamkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi, petugas juga memberikan teguran yang bersifat simpatik kepada pengguna jalan yang belum menjalankan peraturan dengan baik. Dari hasil pantauan selama kegiatan, tercatat sembilan kali teguran simpatik diberikan, satu kali penindakan tilang untuk pelanggaran membawa tiga orang boncengan tanpa menggunakan helm, serta penertiban khusus terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar dan pelanggaran lainnya yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Kompol Riki menjelaskan bahwa perlu adanya keseimbangan antara penyuluhan dan penegakan hukum agar pesan mengenai keselamatan dapat disampaikan dengan efektif.
“Kami ingin masyarakat paham, aturan dibuat bukan untuk menakuti, tetapi untuk melindungi. Penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang membahayakan,” tegasnya.
Di segmen pelayanan publik, Satlantas juga menghadirkan layanan Samsat keliling yang berhasil melayani enam orang wajib pajak. Langkah ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya mendekatkan layanan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong kepatuhan dalam hal administrasi kendaraan bermotor di tengah pelaksanaan operasi keselamatan.
Kompol Riki menambahkan bahwa kerja sama antara berbagai sektor membuat operasi ini dapat berjalan dengan lebih komprehensif.
“Dengan keterlibatan Dishub, Jasa Raharja, hingga perbankan, kami bisa memberi solusi dari hulu ke hilir—dari keselamatan, perlindungan, sampai kemudahan administrasi,” jelasnya.
Sebanyak 23 buah souvenir diberikan kepada pengguna jalan yang konsisten mematuhi peraturan berlalu lintas sebagai bentuk apresiasi.
“Penghargaan kecil ini kami harap memotivasi masyarakat lain untuk meniru perilaku berkendara yang aman,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen dari seluruh jajarannya untuk menjaga situasi tetap kondusif selama masa berlangsungnya operasi.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan aman dan terkendali. Kami akan terus hadir di ruang publik dengan pendekatan persuasif namun tegas demi keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
