Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Soroti Ketimpangan Upah Minimum dengan KHL yang Melebar

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 1.540

JAKARTA – Ketimpangan yang semakin lebar antara upah minimum dan kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi perhatian serius Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Hal tersebut dikemukakannya dalam rapat kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan, di mana ia menyoroti urgensi penanganan masalah ini.

Menurut Edy, negara memiliki kewajiban berdasarkan konstitusi untuk menjamin kesejahteraan pekerja seluruh Indonesia. Ia mengutip Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

“Jadi kebutuhan hidup layak atau KHL ini seharusnya menjadi indikator penting di dalam penetapan upah minimum,” tegas Edy di hadapan Menteri Ketenagakerjaan.

Data yang disampaikannya menunjukkan bahwa pada tahun 2026, rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) diperkirakan mencapai Rp3.508.000, sementara KHL telah mencapai angka Rp4,2 juta.

Meskipun upah mengalami kenaikan rata-rata sebesar 5,91 persen, jarak dengan kebutuhan riil pekerja masih sangat signifikan.

“Artinya, Pak Menteri, upah minimum yang ditetapkan saat ini belum benar-benar memperhatikan kebutuhan hidup layak,” ujarnya.

Selain itu, Edy juga mengungkapkan data dari Bank Dunia yang mencatat bahwa upah riil buruh dan pekerja mengalami penurunan sebesar 1,1 persen selama periode 2018 hingga 2024.

Kondisi ini, katanya, memberikan dampak yang sangat nyata pada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan kondisi seperti ini, pasti daya beli masyarakat turun, Pak Menteri,” kata Edy.

Perlambatan daya beli juga terlihat dari perkembangan konsumsi rumah tangga pada kuartal III (Q3), yang hanya tumbuh sebesar 4,89 persen – di bawah angka ideal 5 persen yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini indikator jelas bahwa daya beli masyarakat sedang melemah,” tandasnya.

Edy menegaskan bahwa inflasi dan penurunan daya beli merupakan isu utama yang membutuhkan tanggapan segera dari pemerintah, terutama dalam rangka melindungi hak dan kesejahteraan buruh serta pekerja.

“Inflasi dan daya beli menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah dalam mengawal kesejahteraan buruh,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Para pemain yang akan berlaga 

    Jadi Ajang Pembinaan Pemain Liga Askab PSSI Pati Mulai Digelar

    • calendar_month Ming, 29 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Para pemain yang akan berlaga Askab PSSI Pati resmi memutar kompetisi Liga untuk kelompok umur 12 dan 14 tahun. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi pemain-pemain muda di desa-desa. PATI – Turnamen Asosiasi Kabupaten (Askab) Pati untuk kelompok umur 12 tahun dan 14 tahun mulai digelar. Turnamen itu diharapkan dapat memunculkan bibit potensial bagi […]

  • Harga Bahan Pokok di Pati Terus Melejit, Bikin Emak-Emak Pusing

    Harga Bahan Pokok di Pati Terus Melejit, Bikin Emak-Emak Pusing

    • calendar_month Kam, 22 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 75
    • 0Komentar

    PATI – Dalam beberapa pekan ini sejumlah harga bahan pokok di Pati terus melejit harganya. Tidak hanya beras, bahan pokok lainnya juga turut naik harganya. Membuat kalangan emak-emak pusing untuk memutar uang belanja. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Koeswantoro mengatakan, kenaikan harga sembako ini diakibatkan minimnya pasokan. Meskipun demikian, stoknya […]

  • Ipan dan Ipin Ditangkap Polisi Setelah Melarikan Diri dari Kasus Pengeroyokan

    Ipan dan Ipin Ditangkap Polisi Setelah Melarikan Diri dari Kasus Pengeroyokan

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PATI – Sepasang saudara kembar yang bernama Ipan dan Ipin ditangkap oleh polisi setelah buron selama tiga bulan. Kedua pria berusia 21 tahun itu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) unit Reskrim Polsek Sukolilo Polresta Pati atas kasus pengeroyokan terhadap Ikhsanudin Ilham Affandi (23), seorang warga Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo. Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi pada Sabtu […]

  • Rumah di Kelurahan Winong, Pati, Dilalap Api Sabtu Pagi

    Rumah di Kelurahan Winong, Pati, Dilalap Api Sabtu Pagi

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah rumah warga di Kelurahan Winong, Kecamatan Pati, ludes terbakar pada Sabtu pagi (24/5/2025). Peristiwa nahas ini terjadi saat pemilik rumah sedang pergi bekerja. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah karena banyaknya material mudah terbakar. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Petugas pemadam kebakaran Satpol […]

  • NU-PKB Harus Menang di Jepara pada Pemilu 2024

    NU-PKB Harus Menang di Jepara pada Pemilu 2024

    • calendar_month Sen, 23 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kegiatan Muskercab 1 DPC PKB Jepara JEPARA – Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara KH. Hayatun Abdullah Hadziq menegaskan pada Pemilu 2024 mendatang NU dan PKB harus menang di Kota Ukir.  Hal itu diungkapkan dalam pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I DPC PKB Kabupaten Jepara di Kantor PKB Jalan MT. Haryono, Jepara, Sabtu (21/8/2021).  […]

  • Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Persijap Jepara dihajar Persis Solo dengan skor 5-2 Rekor tak pernah kalah Persijap atas Persis Solo patah. Rekor tak pernah kalah selama babak grup Liga 2 musim ini juga patah. Persijap dibantai 5-2. Kekalahan pahit yang harus menjadi cambuk untuk bangkit.  SOLO – Gol cepat itu seperti meruntuhkan kepercayaan diri pemain. Penonton di rumah (seperti […]

expand_less