Breaking News
light_mode

Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 1.469

PATI – Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dua bangunan tempat ibadah — Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan Masjid Al-Muqorrobin — berdiri tegak saling berhadapan.

Bukan sekadar bertetangga, sebuah kanopi permanen selebar kurang lebih lima meter membentang di atas jalan, menghubungkan atap keduanya seolah menjadi simbol tangan yang bergandengan erat.

Kehangatan persaudaraan itu semakin terasa pada Minggu malam (28/12/2025). Di bawah naungan kanopi dan terpal biru, puluhan jemaah masjid dan jemaat gereja duduk lesehan dalam acara “Sarasehan Paseduluran”.

Suasana jauh dari formal dan kaku; mereka larut dalam obrolan santai sambil menikmati bakso dan makanan ringan, dengan gelak tawa keakraban sebagai penghias.

Acara dimulai dengan khidmat saat seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di mana semangat nasionalisme menjadi fondasi toleransi yang mendarah daging di desa itu.

Ada alasan menyentuh di balik penyelenggaraan sarasehan: tahun ini, GKMI Winong memutuskan tidak menggelar perayaan Natal seperti biasa.

Didik Hartono, Pendeta GKMI Winong, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di wilayah lain, khususnya di Sumatra, yang sedang berduka akibat bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Kami belajar berempati dengan saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana alam. Sebagai gantinya, kami menyelenggarakan sarasehan ini untuk tetap merawat persaudaraan yang selama ini sudah terjalin sangat baik antara GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin serta masyarakat di lingkungan sekitar,” ungkap Didik.

Dia mengatakan, dalam acara sarasehan ini GKMI Winong mengundang beberapa pihak.

Selain jemaat dan pengurus gereja, diundang pula takmir Masjid Al-Muqorrobin, kepala desa, Forum Kesehatan Desa, ketua RW dan ketua-ketua RT, serta tokoh agama Islam setempat.

“Plus juga ada satu rekan, Bapak Pendeta Paulus Hartono dari Solo, yang memang punya film dokumenter tentang perdamaian, dan kami bagikan itu untuk menyemangati kembali di dalam kami merawat persaudaraan di antara kami,” ucapnya.

Pendeta Didik juga memberikan refleksi mengenai makna Natal yang dikaitkan dengan kehidupan berbangsa.

“Kalau tema Natal secara nasional itu kan ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Nah, kami mencoba memaknai keluarga itu tidak hanya sekadar keluarga batih atau keluarga dalam rumah tangga, melainkan Indonesia ini adalah satu keluarga besar. Dan ada banyak ragam di dalamnya,” ucapnya.

Didik melanjutkan, Allah hadir menyelamatkan keluarga dengan cara menjaga kerukunan warga Indonesia yang merupakan satu keluarga besar.

“Sehingga sungguh kehadiran Allah juga nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini karena umat yang ada di dalamnya di tengah keberagaman ini mau hidup rukun satu dengan yang lain,” tegas dia.

Bagi warga Desa Winong, kerukunan bukanlah teori, melainkan praktik sehari-hari.

Hal itu ditegaskan Rachmanudin, salah satu tokoh agama Islam di Desa Winong yang turut menghadiri Sarasehan Paseduluran. Dia sangat mengapresiasi inisiatif GKMI Winong ini, menyatakan bahwa acara ini semakin memperkuat fondasi toleransi yang sudah dibangun sejak lama.

“Ini adalah acara yang luar biasa. Selain menunjukkan persatuan, sarasehan ini memperkuat toleransi yang sebetulnya sudah terbentuk di Winong sejak lama. Kita disatukan dalam satu visi: persatuan NKRI,” ujarnya.

Rachmanudin juga menilai, melalui pemutaran film bertema perdamaian dan dialog antarwarga, Sarasehan Paseduluran ini kembali mengingatkan bahwa di tengah perbedaan keyakinan, ada satu ikatan yang tak boleh putus, yakni kemanusiaan.

Dalam konteks ini, Desa Winong telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pembatas, melainkan warna yang mempercantik tenun kebangsaan.

Di bawah “kanopi persaudaraan” yang menghubungkan kedua tempat ibadah, mereka tidak hanya berbagi makanan, melainkan juga berbagi harapan untuk Indonesia yang lebih rukun. Kanopi yang menghubungkan gereja dan masjid mereka bukan sekadar struktur besi, melainkan jembatan hati yang tak lekang oleh waktu.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Catat Poin Penting dalam Pembahasan RPJMD 2025-2029

    DPRD Pati Catat Poin Penting dalam Pembahasan RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 329
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Gerindra DPRD Pati menyampaikan sejumlah catatan penting terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati Tahun 2025-2029. Hal ini disampaikan setelah mendengarkan penjelasan Bupati Pati terkait Raperda tersebut. Menurut Yeti Kristianti, anggota DPRD Pati Fraksi Partai Gerindra, RPJMD harus menjadi instrumen teknis yang efektif mewujudkan kesejahteraan […]

  • Sekolah Tani PKS Pati Cetak Petani Produktif dan Kreatif

    Sekolah Tani PKS Pati Cetak Petani Produktif dan Kreatif

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Pelatihan membuat pupuk organik saat launching program sekolah tani PKS Kabupaten Pati. Sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok petani, PKS Kabupaten Pati membuat program sekolah tani. Melalui program ini diharapkan muncul petani-petani yang kreatif, produktif dan bisa menyejahterakan. PATI – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pati secara resmi meluncurkan program Sekolah Tani di Kantor DPTD PKS […]

  • Petani Kopi di Pati Panen Dini Demi Kejar Harga Tinggi

    Petani Kopi di Pati Panen Dini Demi Kejar Harga Tinggi

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 298
    • 0Komentar

    PATI – Harga kopi robusta di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp 75 ribu per kilogram di tingkat petani. Kenaikan harga ini mendorong para petani untuk memanen kopi lebih awal, meskipun buahnya masih hijau. Hal ini disambut gembira oleh petani kopi robusta di Pegunungan Muria, Dukuh Segawe, Desa Klakahkasihan, […]

  • Bupati Gelar Syukuran, Relokasi PKL Siap Eksekusi

    Bupati Gelar Syukuran, Relokasi PKL Siap Eksekusi

    • calendar_month Ming, 10 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sejumlah gerobak PKL saat menghadiri syukuran  PATI – Perlawanan PKL hanya tinggal perlawanan. Relokasi sudah pasti jadi dilakukan. Meskipun mayoritas pedagang menolak untuk dipindahkan. Jumat (8/2/2019) malam lalu, bahkan Bupati Haryanto telah menggelar syukuran untuk miwiti area jualan yang baru di TPK Perhutani KPH Pati.  Jajaran Pemerintah Kabupaten Pati, tokoh masyarakat, serta sejumlah pedagang menghadiri […]

  • Wabup Risma Ardhi Chandra Pimpin Apel Siaga Bencana: Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektor

    Wabup Risma Ardhi Chandra Pimpin Apel Siaga Bencana: Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektor

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 728
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memimpin apel siaga bencana di Halaman Terminal Kayen pada Jumat (13/11/2025), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kabupaten Pati. Apel ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, relawan kemanusiaan, TNI/Polri, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi lintas sektor […]

  • DPRD Pati Fokus Dorong Program Jagung, Komisi B Siap Koordinasi dengan Pemkab dan Pihak terkait

    DPRD Pati Fokus Dorong Program Jagung, Komisi B Siap Koordinasi dengan Pemkab dan Pihak terkait

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.969
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menjadikan pengembangan program peningkatan produksi jagung sebagai salah satu prioritas perhatian, dengan Komisi B yang diberi mandat untuk mengambil peran aktif dalam mengkoordinasikan berbagai pihak terkait guna memastikan implementasinya berjalan optimal. Sebagai bagian dari peran pengawasan dan pendorong kebijakan daerah, Komisi B melalui Muslihan menegaskan bahwa […]

expand_less