Breaking News
light_mode

Reaksi Keras Ansor Banser kepada Para “Pencoleng Agama”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 1 Des 2020
  • visibility 277

 

Gus Yaqut saat melakukan orasi kebangsaan.

REMBANG
– Reaksi keras ditunjukkan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil
Qoumas atas peristiwa berdarah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Gus Yaqut,
sapaan akrabnya, meminta aparat tegas pada pelaku kekerasan yang disebutnya
sebagai “pencoleng agama”,  yang
berakibat empat orang jadi korban perilaku biadab atas nama agama itu.

“Kami
minta aparat tindak tegas pencoleng-pencoleng agama di Kabupaten Sigi, Sulawesi
Tengah,” katanya saat menyampaikan orasi kebangsaan di hadapan jutaan
kader secara virtual pada Minggu (29/11/2020).

Lebih
lanjut, Gus Yaqut memberi peringatan pada kelompok-kelompok kecil yang senang
mengatasnamakan agama. Perilaku biadab yang sangat merugikan agama. Ansor
Banser akan setia bersama TNI/Polri mengadang kelompok perusuh.

“Hentikan
perilaku kalian atau akan berhadapan dengan Ansor Banser. Kami, Ansor Banser
siap bersama TNI/Polri mengadang mereka,” tegas Gus Yaqut.

Selain
merespons dinamika politik kekinian, Gus Yaqut juga meminta semua kader menjadi
contoh penerapan protokol kesehatan. Bahu membahu menghadapi era pandemi
Covid-19. Termasuk komitmen untuk tidak asal menggelar acara, atas nama agama
sekalipun tapi mengabaikan keselamatan masyarakat.

“Era
sekarang, kita harus jaga kiai-kiai kita. Tidak hanya melindungi dari bully,
tapi dari pandemi. Jangan sowan kiai dulu, cari berkah dengan cara lain,”
katanya mengingatkan.

Terkait
pilkada serentak 9 Desember mendatang, Gus Yaqut juga meminta kader jadi
contoh. Tercatat ada 270 pelaksanaan Pilkada. Demokrasi, kata Gus Yaqut juga
harus dibuktikan dengan mengedepankan keselamatan warga, tidak hanya bicara hak
politik.

Apel
Kebangsaan virtual GP Ansor Banser diikuti seluruh pengurus cabang di Pulau
Jawa, 34 pimpinan wilayah di Indonesia, dan empat cabang luar negeri yakni
Malaysia, Korea Selatan, Mesir, dan Taiwan. Apel dengan protokol kesehatan
ketat ini mewakili 7 juta kader Ansor Banser. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Playoff Liga 2 : Persijap Jepara Cuma Butuh Hasil Seri, Jangan Sampai Mbleset!

    Playoff Liga 2 : Persijap Jepara Cuma Butuh Hasil Seri, Jangan Sampai Mbleset!

    • calendar_month Sel, 23 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 298
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara hanya membutuhkan satu kali hasil seri, untuk memastikan tetap bertahan di Liga 2. Sayangnya di pertandingan melawan Persipa Pati, Senin (22/1) Persijap Jepara justru kalah telak 3 – 0. Hasil akhir yang sangat disayangkan, padahal di tiga pertandingan sebelumnya Persijap Jepara terus meraih kemenangan beruntun.Meskipun masih kokoh di puncak klasemen babak […]

  • Menghadapi Persoalan dengan Pikiran Jernih

    Menghadapi Persoalan dengan Pikiran Jernih

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Gayeng diskusi Suluk Maleman Ada yang luput di zaman sekarang ini. Tentang bagaimana menghadapi sebuah persoalan. Sering kali, manusia kurang memerhatikan kejernihan dalam menghadapi persoalan. Perlunya kejernihan dalam menghadapi persoalan dinilai penting agar tidak sampai terjadi ketidakadilan ketika memberikan sebuah penilaian. Hal itu menjadi obrolan mendalam pada Suluk Maleman edisi ke 93, Sabtu (22/9/2019) malam […]

  • Jepara Raja Sepak Takraw Eks Karesidenan Pati

    Jepara Raja Sepak Takraw Eks Karesidenan Pati

    • calendar_month Sab, 2 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    BLORA – Tim sepak takraw Kabupaten Jepara menjadi juara di ajang multi event Popda eks karesidenan Pati, 25 – 27 Februari 2019 di Blora. Di ajang tersebut, tim sepak takraw tampil perkasa,sekaligus mengukuhkan diri sebagai rajanya olahraga sepak takraw. Sepak takraw Jepara diwakili oleh tim SD dan SMA karena tim SMP sepak takraw Jepara mendapat […]

  • Gambar macan tutul jawa di Gunung Muria dokumentasi Pemkab Kudus.

    Kabar Gembira: 14 Macan Tutul Jawa Masih Hidup di Hutan Gunung Muria

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 946
    • 0Komentar

    KUDUS – Kabar menggembirakan datang dari kawasan Pegunungan Muria. Sebanyak 14 ekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas), satwa karnivora langka dan dilindungi, diketahui masih menghuni hutan-hutan Gunung Muria yang membentang di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati. Temuan ini disampaikan oleh Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria), komunitas pelestari lingkungan yang digawangi oleh pemuda setempat. Melalui […]

  • Polresta Pati Selidiki Kasus Penusukan Ibu Muda di Desa Jepalo, Autopsi Dilakukan

    Polresta Pati Selidiki Kasus Penusukan Ibu Muda di Desa Jepalo, Autopsi Dilakukan

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 329
    • 0Komentar

    PATI – Tragedi memilukan terjadi di Desa Jepalo, Gunungwungkal, Pati, saat seorang ibu muda, SU (24), meninggal dunia akibat luka tusukan yang dideritanya Peristiwa ini terjadi pada Selasa (3/9/2024), ketika SU diserang oleh tetangganya sendiri, S (32). Korban mengalami luka serius di bagian perut dan langsung dilarikan ke RS KSH Tayu untuk mendapatkan perawatan intensif. […]

  • Gandeng Akademisi UIN Walisongo Pelajar MA Salafiyah Praktikkan Ilmu Falak di Pantai Kartini Jepara

    Gandeng Akademisi UIN Walisongo Pelajar MA Salafiyah Praktikkan Ilmu Falak di Pantai Kartini Jepara

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Para siswi MA Salafiyah praktik melakukan rukyat di Pantai Kartini Jepara  JEPARA – menjelang matahari terbenam, puluhan pelajar MA Salafiyah Kajen menyesaki sudut di Pantai Kartini Kamis (8/11/2018). Bukan untuk menikmati sunset ala wisatawan, mereka yang masih berseragam lengkap ala pesantren, mereka nampak serius menggunakan sebuah alat peneropong bernama teodolit. Mereka sedang praktik melihat rukyat. […]

expand_less