Breaking News
light_mode

Peluang Bisnis Manis Jagung Ketan Ungu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
  • visibility 260

Jagung ketan ungu mulai dilirik petani di Pati karena bernilai ekonomis tinggi.

Jagung ketan ungu sedang ngetrend. Jagung varietas ini dikenal lebih menyehatkan. Sejumlah petani di Pati mulai melirik untuk menanam jagung tersebut.

PATI – Di areal
sawah Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu terhampar tanaman jagung yang siap panen.
Sekilas tanaman jagung itu seperti jagung pada umumnya. Namun setelah dikupas
klobotnya, kita akan terperangah karena warna jagung ini ungu pekat.

Varietas jagung ketan atau
jagung ungu sendiri mulai dilirik petani di Pati. Varietas ini dinamakan jagung
ketan karena teksturnya yang pulen, lengket, dan kenyal setelah dikukus atau
direbus. Hal ini karena jenis jagung ini memiliki kandungan amilopektin tinggi.

Kemudian, jagung ini juga
disebut jagung ungu karena bulir-bulirnya tidak berwarna kuning seperti jagung
biasa, melainkan berwarna ungu.

Satu di antara petani di
Pati yang mulai menanam varietas ini ialah Yustam, warga Desa Tendas, Kecamatan
Tayu.

Ladangnya yang berada di
Desa Tayu Wetan ia tanami jenis jagung ini sejak awal 2020 lalu.

“Saya mulai tanam jagung
ketan warna ungu dari awal 2020. Ini tahun kedua saya tanam jagung ungu. Besok
Senin (8/11/2021) saya akan panen yang kelima,” ujar dia, Sabtu (6/11/2021).

Mulanya Yustam tertarik
karena unik. Warnanya ungu. Yustam sendiri jadi petani jagung manis sudah 10
tahun. Begitu ada inovasi baru dari East-West Seed Indonesia yang dinamai
Jantan (Jagung Ketan Ungu Antioksidan) F1 ini, akhirnya Yustam mencoba menanam,
karena memang basicnya dia suka mencoba hal baru.

Yustam menuturkan, selain
cita rasanya berbeda, jagung ketan ungu juga memiliki kandungan antosianin
tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga mampu mencegah berbagai
penyakit, di antaranya kanker.

Ia mengatakan, secara umum
perawatan jagung ketan ungu sama dengan perawatan jagung biasa. Namun, perlu
penanganan khusus terhadap pengendalian penyakit bulai. Karena jenis jagung ini
cenderung lebih peka terhadap penyakit bulai.

“Nilai ekonomis-nya saat
ini juga sangat menarik. Harga di tingkat petani sekitar Rp 5 ribu per kilo
termasuk tongkol dan klobotnya. Namun pasarnya belum terlalu terbuka, mayoritas
jagung ketan ungu dikirim ke kota besar, seperti Jakarta, Jogja, Surabaya, Bandung,
dan Semarang,” kata dia.

Yustam mengaku, selama ini
dia tidak mengalami kendala dalam menjual hasil panen jagung ungu.

Sementara, Petugas Lapangan
Cap Panah Merah, Ijhad Rodlin, mengatakan bahwa selain di Tayu, sejumlah petani
di Wedarijaksa juga menanam varietas jagung ketan ungu antioksidan (Jantan F1).

“Harga panen untuk sekarang
masih tinggi. Bagus untuk petani. Adapun potensi produksinya mencapai 7-9 ton
per hektare,” ucap dia. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala Walikota Solo Ditunda, AHHA PS Pati Pilih TC di Jakarta

    Piala Walikota Solo Ditunda, AHHA PS Pati Pilih TC di Jakarta

    • calendar_month Sel, 29 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

      Manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi SOLO – Turnamen pramusim bertajuk Piala Wali Kota Solo 2021 resmi ditunda akibat melonjaknya pandemi Covid-19 di Jawa Tengah, pertandingan pertama tim AHHA PS Pati  yang di nanti-nanti melawan Persis Solo akhirnya gagal. Namun, manajemen AHHA PS Pati tidak kekurangan akal dan langsung bergerak menyiapkan rencana berikutnya untuk […]

  • Curahkan Perhatian Dunia Perairan

    Curahkan Perhatian Dunia Perairan

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Wiwin Tri Indayani Dokumen Pribadi Cinta pada dunia perairan membuat Wiwin Tri Indayani melanjutkan pendidikannya di Jurusan Perikanan Universitas Diponegoro Semarang. Wiwin sapaan akrabnya merasa terpanggil dengan kekayaan negara ini yang sebagian besarnya berupa lautan tersebut, namun dinilai kurang memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. ”Ya kita dikaruniai lautan yang besar. Namun masih kurang memberikan kesejahteraan. Prihatin […]

  • Nelayan Tenggelam Belum Ditemukan, Basarnas Terus Sisir Perairan Banyutowo

    Nelayan Tenggelam Belum Ditemukan, Basarnas Terus Sisir Perairan Banyutowo

    • calendar_month Ming, 16 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    NIHIL : Tim SAR yang melakukan pencarian di sepanjang perairan Banyutowo belum bisa menemukan korban nelayan yang tenggelam PATI – Pencarian seorang nelayan yang hilang di perairan Banyutowo Kecamatan Cluwak belum menemui hasil hingga Minggu (16/9/2018) kemarin. Meski, pencarian tersebut telah melibatkan dua regu Tim SAR yang dibantu dibantu delapan kapal nelayan lokal. Rencananya, relawan […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Realisasikan Program Perbaikan Jalan

    DPRD Pati Minta Pemkab Realisasikan Program Perbaikan Jalan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI – Masalah kerusakan jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat Kabupaten Pati. Hal ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pati yang baru saja digelar. Aspirasi warga yang dominan adalah perbaikan infrastruktur jalan, terutama di daerah pedesaan. Jalan yang rusak parah dinilai menghambat mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi maupun aktivitas sehari-hari. Anggota DPRD […]

  • Grapix AI Gelar Corporate Gathering dan Santunan Anak Yatim di Pati

    Grapix AI Gelar Corporate Gathering dan Santunan Anak Yatim di Pati

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 234
    • 0Komentar

    PATI – Grapix AI, perusahaan penyedia solusi server kecerdasan buatan, menggelar kegiatan corporate gathering dan santunan anak yatim di Hotel New Merdeka Pati pada Minggu (22/9/2024). Acara ini merupakan bentuk syukur atas pencapaian Grapix AI yang meraih VIP 7 dan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar mitra. Direktur Divisi Regional 1 Grapix AI, Ary Wulan Darmiyanto, […]

  • UIN Sunan Kudus Kirim 1.960 Mahasiswa untuk KKN di 132 Desa Kabupaten Kudus

    UIN Sunan Kudus Kirim 1.960 Mahasiswa untuk KKN di 132 Desa Kabupaten Kudus

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 236
    • 0Komentar

    KUDUS – Sebanyak 1.960 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025. Pelepasan yang berlangsung khidmat di Lapangan Utama belakang Rektorat UIN Sunan Kudus pada Rabu (30/7/2025), dihadiri oleh para pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan panitia KKN 2025. Wakil Rektor I UIN Sunan […]

expand_less