Breaking News
light_mode

Peluang Bisnis Manis Jagung Ketan Ungu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
  • visibility 442

Jagung ketan ungu mulai dilirik petani di Pati karena bernilai ekonomis tinggi.

Jagung ketan ungu sedang ngetrend. Jagung varietas ini dikenal lebih menyehatkan. Sejumlah petani di Pati mulai melirik untuk menanam jagung tersebut.

PATI – Di areal
sawah Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu terhampar tanaman jagung yang siap panen.
Sekilas tanaman jagung itu seperti jagung pada umumnya. Namun setelah dikupas
klobotnya, kita akan terperangah karena warna jagung ini ungu pekat.

Varietas jagung ketan atau
jagung ungu sendiri mulai dilirik petani di Pati. Varietas ini dinamakan jagung
ketan karena teksturnya yang pulen, lengket, dan kenyal setelah dikukus atau
direbus. Hal ini karena jenis jagung ini memiliki kandungan amilopektin tinggi.

Kemudian, jagung ini juga
disebut jagung ungu karena bulir-bulirnya tidak berwarna kuning seperti jagung
biasa, melainkan berwarna ungu.

Satu di antara petani di
Pati yang mulai menanam varietas ini ialah Yustam, warga Desa Tendas, Kecamatan
Tayu.

Ladangnya yang berada di
Desa Tayu Wetan ia tanami jenis jagung ini sejak awal 2020 lalu.

“Saya mulai tanam jagung
ketan warna ungu dari awal 2020. Ini tahun kedua saya tanam jagung ungu. Besok
Senin (8/11/2021) saya akan panen yang kelima,” ujar dia, Sabtu (6/11/2021).

Mulanya Yustam tertarik
karena unik. Warnanya ungu. Yustam sendiri jadi petani jagung manis sudah 10
tahun. Begitu ada inovasi baru dari East-West Seed Indonesia yang dinamai
Jantan (Jagung Ketan Ungu Antioksidan) F1 ini, akhirnya Yustam mencoba menanam,
karena memang basicnya dia suka mencoba hal baru.

Yustam menuturkan, selain
cita rasanya berbeda, jagung ketan ungu juga memiliki kandungan antosianin
tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga mampu mencegah berbagai
penyakit, di antaranya kanker.

Ia mengatakan, secara umum
perawatan jagung ketan ungu sama dengan perawatan jagung biasa. Namun, perlu
penanganan khusus terhadap pengendalian penyakit bulai. Karena jenis jagung ini
cenderung lebih peka terhadap penyakit bulai.

“Nilai ekonomis-nya saat
ini juga sangat menarik. Harga di tingkat petani sekitar Rp 5 ribu per kilo
termasuk tongkol dan klobotnya. Namun pasarnya belum terlalu terbuka, mayoritas
jagung ketan ungu dikirim ke kota besar, seperti Jakarta, Jogja, Surabaya, Bandung,
dan Semarang,” kata dia.

Yustam mengaku, selama ini
dia tidak mengalami kendala dalam menjual hasil panen jagung ungu.

Sementara, Petugas Lapangan
Cap Panah Merah, Ijhad Rodlin, mengatakan bahwa selain di Tayu, sejumlah petani
di Wedarijaksa juga menanam varietas jagung ketan ungu antioksidan (Jantan F1).

“Harga panen untuk sekarang
masih tinggi. Bagus untuk petani. Adapun potensi produksinya mencapai 7-9 ton
per hektare,” ucap dia. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Pati Siaga Amankan May Day 2026, Terapkan Pendekatan Humanis dan Profesional

    Polresta Pati Siaga Amankan May Day 2026, Terapkan Pendekatan Humanis dan Profesional

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.335
    • 0Komentar

    PATI – Guna memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 berjalan lancar dan aman, Polresta Pati menggelar Apel Kesiapan Antisipasi Kontinjensi pada Kamis (30/4) mulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Mapolresta Pati ini menjadi bukti kesiapan jajaran kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengamanan bagi seluruh masyarakat. Apel […]

  • Jidhuran dan Kesederhanaan Beragama Ala Orang Desa

    Jidhuran dan Kesederhanaan Beragama Ala Orang Desa

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Sudah lebih dari lima tahun saya vakum dari dunia “penerbangan” (baca: rebana). Kalau tidak salah ingat, terakhir menabuh rebana waktu kelas tiga Madrasah Aliyah. Praktis, tangan saya sudah tak lentur lagi menabuh dengan berbagai jenis gaya dan variasi. Semalam, saya ikut Pak Mul, bapak saya, Jidhuran. Tempatnya di Makam Mbah Surojoyo. Bagi kami, ia lah […]

  • Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa Bupati Pati, Sudewo (SDW), diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. “Ya, benar. Saudara SDW merupakan salah satu pihak yang diduga juga menerima aliran commitment fee terkait proyek pembangunan jalur kereta,” ujar Juru […]

  • HUT RI, Tujuh Napi di Pati dapat Remisi Langsung Bebas

    HUT RI, Tujuh Napi di Pati dapat Remisi Langsung Bebas

    • calendar_month Jum, 17 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Beberapa napi yang menghuni lapas kelas II B Pati sedang membuat paving PATI – Dari total 222 narapidana (napi) di Lapas Kelas II B Pati, yang diajukan menerima remisi, sudah disetujui 211 yang bisa menerima. 11 lainnya masih dilakukan perbaikan data. Dari 211 tersebut, tujuh napi mendapat remisi langsung bebas per tanggal 18 Agustus. Penyerahan […]

  • Adhyaksa Cup 2026 Resmi Dibuka di Pati, Turnamen Sepak Bola Usia Dini Bergengsi Tingkat Nasional

    Adhyaksa Cup 2026 Resmi Dibuka di Pati, Turnamen Sepak Bola Usia Dini Bergengsi Tingkat Nasional

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.049
    • 0Komentar

    PATI – Stadion Joyokusumo menjadi saksi pembukaan turnamen Adhyaksa Cup yang dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Ajang ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Kompetisi sepak bola kategori Kelompok Usia (KU)-12 dan KU-10 ini disambut antusias oleh tim-tim peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Tercatat sebanyak 24 tim berlaga […]

  • Polresta Pati Gencarkan Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Polresta Pati Gencarkan Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 616
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati melalui Seksi Hukumnya aktif mendorong sinergi lintas sektor dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi Kasi Hukum Polresta Pati, IPDA Wiji Sari, S.H., M.H., sebagai narasumber dalam Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang diselenggarakan oleh DINSOSP3AKB Kabupaten Pati. Acara ini […]

expand_less