Breaking News
light_mode

Diusulkan jadi Pahlawan Nasional Inilah Kisah Perjuangan KHR Asnawi Kudus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
  • visibility 319
Lukisan KH. R. Asnawi Kudus

Sejumlah tokoh bersama dengan
Pemerintah Kabupaten Kudus mengusulkan Kyai Haji Raden (KHR) Asnawi untuk
diangkat menjadi pahlawan nasional. Usulan itu dikemas dalam sebuah seminar
yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Al-Asnawiyyah Bendan, Sabtu
(1/4/2023) sore. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus Hartopo,
Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Ketua DPC PKB Kab. Kudus, Ketua PCNU Kudus, Pimpinan
PD Muhammadiyah Kudus, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, para narasumber
dan pemateri, serta undangan lainnya.

Menilik sepak terjangnya, kiai
yang dikenal sebagai pendiri Madrasah Qudsiyah dan Pondok Pesantren Raudlathut
Tholibin Kudus ini memang sangat layak untuk ditetapkan sebagai sosok pahlawan
nasional.

Dikutip dari data yang ditulis
Jaringan Edukasi dan Napak Tilas Kudus (Jenank), Kyai Haji Raden Asnawi adalah nama
yang dipergunakan sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang ketiga kalinya
sehingga wafat. Adapun nama sebelum menunaikan ibadah Haji ialah : Raden Ahmad
Syamsi, kemudian sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang pertama berganti
nama dengan nama Raden Haji Ilyas dan nama inilah yang terkenal di negeri Mekah
Saudi Arabia di samping narna yang terakhir, yaitu K.H.R. Asnawi.

KHR Asnawi adalah putra pertama
dari H. Abdullah Husnin seorang pedagang konpeksi tergolong besar di Kudus pada
waktu itu, sedang ibunya bernama R. Sarbinah. KHR Asnawi dilahirkan di kampung
Damaran Kota Kudus pada tahun 1281 H (1861 M), beliau termasuk keturunan dari
Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Sodiq) keturunan yang ke XIV dan keturunan ke V dari
Kyai Haji Mutamakin seorang Wali yang keramat di desa Kajen Margoyoso Kabupaten
Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram.

“Sejak mudanya beliau senang
berjuang, di mulai dari kegiatannya mengajarkan ilmu Agama Islam, kemudian
beliau memegang amanat sebagai seorang Komisaris Sarikat Islam di Mekah Saudi
Arabia,” tulis komunitas pelestari sejarah di Kabupaten Kudus ini dalam sebuah
postingan facebooknya.

Sesudah kembali di Kudus dari
Mekah pada tahun 1916 M beliau bergabung dengan kawan-kawannya dalam gerakan
Sarikat Islam. Tugas yang diamalkan ialah melaksanakan dakwah dan nasehat
keagamaan terutama dalam bidang Tauhid dan Feqih, di samping itu beliau ikut
aktif dalam usaha pendirian MADRASAH QUDSIYYAH, pembangunan Masjid Agung Menara
sehingga terjadi peristiwa haru-hara Kudus.

Pejuang

Padą tahun 1924 beliau ditemui
oleh KH Abdul Wahab Hasbullah Jombang untuk bermusyawarah tentang benteng
pertahanan Aqidah Ahlussunnah Wak Jamaah. Akhirnya beliau menyetujui gagasan
K.H. A. Wahab Hasbullah dan selanjutnya bersama-sama dengan para Ulama yang
hadir di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926 M mendirikan
Jamiyah Nahdlatul Ulama, sehingga akhir hayatnya ditaati dan didukung Nahdlatul
Ulama.

Pada zaman penjajahan Belanda
beliau sering dikenakan hukuman denda karena pidatonya yang mempertahankan
kesucian Islam serta menanamkan jiwa kenasionalan terhadap umat Islam, baik di
Kudus maupun di Jepara.

Pada zaman penjajahan Jepang
pernah dituduh menyimpan senjata api sehingga rumah dan pondok beliau dikepung
oleh tentara Dai Nippon, yang akhirnya beliau dibawa ke Markas Kempetai di
Pati. Semalam berada dalam tahanan di Markas, paginya dipanggil oleh Komandan
Dai Nippon dengan keadaan badan terbuka dari pakaian kecuali sarung. Anehnya
tidak ditanya tentang soal senjata tetapi ditanyakan berapa jumlah istri dan
anak serta cucunya. Sesudahnya beliau disuruh pulang ke Kudus.

Pada zaman awal revolusi
kemerdekaan terutama pada masa menjelang agresi ke I beliau mengadakan gerakan
ruhani dengan membaca shalawat nariyah dan do’a surat al-Fiil. Tidak sedikit
para pemuda-pemuda kita yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata datang
untuk minta bekal ruhaniyah kepada beliau sebelum berangkat ke medan pertahanan
di Genuk, Alas tuwo dan lain-lain.

Oleh Bupati Kudus Bapak Subarkah
pernah beliau diminta untuk menempati Pendopo Kabupaten sebagai tempat
pengajian dan hal itu dipenuhinya sampai Bapak Bupati pindah. Majilis pengajian
umum yang masih berjalan sampai sekarang ini ialah SANGANAN di Masjid Jami’
Kauman Wetan Kudus dan PITULASAN di Masjid Agung Menara Kudus. Pondok
Pesantrennya masih berjalan untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan beliau.
(mif)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Bupati Pati ke Sekolah Dukuhseti: Sukseskan Pendidikan Berkarakter

    Kunjungan Bupati Pati ke Sekolah Dukuhseti: Sukseskan Pendidikan Berkarakter

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya membina generasi muda berkarakter. Buktinya, Bupati Pati H. Sudewo ST MT melakukan roadshow ke sejumlah sekolah di Kecamatan Dukuhseti, Kamis (19/6/2025). Kunjungannya meliputi TK, SD, dan SMP, di mana beliau meninjau langsung aktivitas siswa dan kondisi sekolah. “Saya bangga, anak-anak sudah bisa menyanyikan lagu-lagu nasional dan menjaga kebersihan […]

  • Ayam ungkep Pak Beki yang legendaris sejak 1983 menjadi buruan penikmat kuliner ayam.

    Cerita Kelezatan Kuliner Legendaris Ayam Ungkep Pak Beki Winong

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Ayam ungkep Pak Beki yang legendaris sejak 1983 menjadi buruan penikmat kuliner ayam.

  • Kegiatan Penghijauan Universitas Safin Pati: Upaya Tanggung Jawab Sosial Bersama PT Nojorono Tobacco Internasional

    Kegiatan Penghijauan Universitas Safin Pati: Upaya Tanggung Jawab Sosial Bersama PT Nojorono Tobacco Internasional

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 274
    • 0Komentar

    PATI – Universitas Safin Pati bersama PT Nojorono Tobacco Internasional Kudus telah mengadakan kegiatan penanaman bibit Tabebuya di lingkungan kampus sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis (27/6/2024). Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif untuk menjaga kelestarian alam dan mengurangi emisi yang berkontribusi pada pemanasan global. Hal ini juga selaras dengan visi Nojorono Kudus […]

  • Plt Bupati Pati Pastikan Realisasi Sudetan Sungai Juwana 11 Kilometer Atasi Banjir, Ajak Jaga Sumber Kehidupan Bersama

    Plt Bupati Pati Pastikan Realisasi Sudetan Sungai Juwana 11 Kilometer Atasi Banjir, Ajak Jaga Sumber Kehidupan Bersama

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.292
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen penuh mempercepat penanganan persoalan banjir yang kerap melanda Kecamatan Juwana, salah satunya melalui rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana sepanjang kurang lebih 11 kilometer. Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meresmikan penyelenggaraan Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 yang mengusung tema “Gerakan […]

  • Wisata Pantai Jepara yang Cocok untuk Liburan Lebaran

    Wisata Pantai Jepara yang Cocok untuk Liburan Lebaran

    • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Tampak depan Pantai Benteng Portugis Jepara/ Zacki Fuad JEPARA – Jepara memiliki potensi wisata pantai yang sangat baik. Bahkan bisa dibilang terbaik di kawasan utara Jawa Tengah. Pantainya landai dengan mayoritas berpasir putih dan air lautnya jernih bersih.  Karena itulah banyak warga baik dari Jepara sendiri maupun dari luar kota memilih pantai-pantai di Jepara sebagai […]

  • Dewan Pati Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Pariwisata

    Dewan Pati Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Pariwisata

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    PATI – Politisi Partai Gerindra, Hardi, mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk meningkatkan infrastruktur pendukung di sektor pariwisata. Menurutnya, akses jalan menuju destinasi wisata dan fasilitas umum perlu mendapatkan perhatian serius. “Kualitas layanan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas agar wisatawan betah dan berpotensi kembali ke Pati,” tegas Hardi. Permintaan ini muncul setelah terungkapnya kondisi sejumlah […]

expand_less