Breaking News
light_mode

Diusulkan jadi Pahlawan Nasional Inilah Kisah Perjuangan KHR Asnawi Kudus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
  • visibility 263
Lukisan KH. R. Asnawi Kudus

Sejumlah tokoh bersama dengan
Pemerintah Kabupaten Kudus mengusulkan Kyai Haji Raden (KHR) Asnawi untuk
diangkat menjadi pahlawan nasional. Usulan itu dikemas dalam sebuah seminar
yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Al-Asnawiyyah Bendan, Sabtu
(1/4/2023) sore. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus Hartopo,
Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Ketua DPC PKB Kab. Kudus, Ketua PCNU Kudus, Pimpinan
PD Muhammadiyah Kudus, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, para narasumber
dan pemateri, serta undangan lainnya.

Menilik sepak terjangnya, kiai
yang dikenal sebagai pendiri Madrasah Qudsiyah dan Pondok Pesantren Raudlathut
Tholibin Kudus ini memang sangat layak untuk ditetapkan sebagai sosok pahlawan
nasional.

Dikutip dari data yang ditulis
Jaringan Edukasi dan Napak Tilas Kudus (Jenank), Kyai Haji Raden Asnawi adalah nama
yang dipergunakan sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang ketiga kalinya
sehingga wafat. Adapun nama sebelum menunaikan ibadah Haji ialah : Raden Ahmad
Syamsi, kemudian sesudah beliau menunaikan ibadah Haji yang pertama berganti
nama dengan nama Raden Haji Ilyas dan nama inilah yang terkenal di negeri Mekah
Saudi Arabia di samping narna yang terakhir, yaitu K.H.R. Asnawi.

KHR Asnawi adalah putra pertama
dari H. Abdullah Husnin seorang pedagang konpeksi tergolong besar di Kudus pada
waktu itu, sedang ibunya bernama R. Sarbinah. KHR Asnawi dilahirkan di kampung
Damaran Kota Kudus pada tahun 1281 H (1861 M), beliau termasuk keturunan dari
Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Sodiq) keturunan yang ke XIV dan keturunan ke V dari
Kyai Haji Mutamakin seorang Wali yang keramat di desa Kajen Margoyoso Kabupaten
Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram.

“Sejak mudanya beliau senang
berjuang, di mulai dari kegiatannya mengajarkan ilmu Agama Islam, kemudian
beliau memegang amanat sebagai seorang Komisaris Sarikat Islam di Mekah Saudi
Arabia,” tulis komunitas pelestari sejarah di Kabupaten Kudus ini dalam sebuah
postingan facebooknya.

Sesudah kembali di Kudus dari
Mekah pada tahun 1916 M beliau bergabung dengan kawan-kawannya dalam gerakan
Sarikat Islam. Tugas yang diamalkan ialah melaksanakan dakwah dan nasehat
keagamaan terutama dalam bidang Tauhid dan Feqih, di samping itu beliau ikut
aktif dalam usaha pendirian MADRASAH QUDSIYYAH, pembangunan Masjid Agung Menara
sehingga terjadi peristiwa haru-hara Kudus.

Pejuang

Padą tahun 1924 beliau ditemui
oleh KH Abdul Wahab Hasbullah Jombang untuk bermusyawarah tentang benteng
pertahanan Aqidah Ahlussunnah Wak Jamaah. Akhirnya beliau menyetujui gagasan
K.H. A. Wahab Hasbullah dan selanjutnya bersama-sama dengan para Ulama yang
hadir di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926 M mendirikan
Jamiyah Nahdlatul Ulama, sehingga akhir hayatnya ditaati dan didukung Nahdlatul
Ulama.

Pada zaman penjajahan Belanda
beliau sering dikenakan hukuman denda karena pidatonya yang mempertahankan
kesucian Islam serta menanamkan jiwa kenasionalan terhadap umat Islam, baik di
Kudus maupun di Jepara.

Pada zaman penjajahan Jepang
pernah dituduh menyimpan senjata api sehingga rumah dan pondok beliau dikepung
oleh tentara Dai Nippon, yang akhirnya beliau dibawa ke Markas Kempetai di
Pati. Semalam berada dalam tahanan di Markas, paginya dipanggil oleh Komandan
Dai Nippon dengan keadaan badan terbuka dari pakaian kecuali sarung. Anehnya
tidak ditanya tentang soal senjata tetapi ditanyakan berapa jumlah istri dan
anak serta cucunya. Sesudahnya beliau disuruh pulang ke Kudus.

Pada zaman awal revolusi
kemerdekaan terutama pada masa menjelang agresi ke I beliau mengadakan gerakan
ruhani dengan membaca shalawat nariyah dan do’a surat al-Fiil. Tidak sedikit
para pemuda-pemuda kita yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata datang
untuk minta bekal ruhaniyah kepada beliau sebelum berangkat ke medan pertahanan
di Genuk, Alas tuwo dan lain-lain.

Oleh Bupati Kudus Bapak Subarkah
pernah beliau diminta untuk menempati Pendopo Kabupaten sebagai tempat
pengajian dan hal itu dipenuhinya sampai Bapak Bupati pindah. Majilis pengajian
umum yang masih berjalan sampai sekarang ini ialah SANGANAN di Masjid Jami’
Kauman Wetan Kudus dan PITULASAN di Masjid Agung Menara Kudus. Pondok
Pesantrennya masih berjalan untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan beliau.
(mif)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Potensi Sektor Pertanian dan Pasar Tradisional

    DPRD Pati Soroti Potensi Sektor Pertanian dan Pasar Tradisional

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.954
    • 0Komentar

    PATI – Dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggarisbawahi perlunya peningkatan dukungan terhadap sektor yang menjadi sandaran perekonomian masyarakat luas. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD Pati Ir. Bambang Susilo dalam paparan poin-poin penting dari DPRD pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang […]

  • DPRD Pati Terima Pandangan Umum Fraksi Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2024

    DPRD Pati Terima Pandangan Umum Fraksi Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2024

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati menggelar Rapat Paripurna untuk menerima pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2024. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD, H. Ali Badrudin, SE, dihadiri Wakil Ketua, anggota DPRD, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tamu undangan. Ketua […]

  • Geger Tembakau Disetarakan Narkotika RUU Kesehatan Bikin Polemik

    Geger Tembakau Disetarakan Narkotika RUU Kesehatan Bikin Polemik

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Hamparan tanaman tembakau/ Instagram @noor3va Saat ini sedang ramai isu soal tembakau yang disetarakan dengan narkotika. Mencuatnya isu ini membuat kalangan petani tembakau khususnya, menjadi geram. JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PPP KH Muslich Zaenal Abidin mengaku didatangi para petani tembakau dari Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. Para petani itu menolak […]

  • Daftar Kuliner Khas Jepara yang Harus Dicoba: Surga Rasa di Tanah Kartini

    Daftar Kuliner Khas Jepara yang Harus Dicoba: Surga Rasa di Tanah Kartini

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 618
    • 0Komentar

    KULINER – Jepara, kota kecil di pesisir utara Jawa Tengah yang terkenal dengan ukiran kayunya, ternyata juga menyimpan kekayaan kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Dari makanan laut segar hingga olahan khas yang hanya bisa ditemukan di daerah ini, berikut daftar kuliner khas Jepara yang wajib kamu coba saat berkunjung! 1. Pindang Serani Pindang serani adalah […]

  • Tekuni Bisnis Rancang Busana

    Tekuni Bisnis Rancang Busana

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Anifana Risqi Anifana Risqi kini sibuk dengan jahit menjahit. Gadis kelahiran Pati, 16 Desember 1999 ini sedang banyak job merancang busana. Baru memulai enam bulan lalu, karya Anifa sudah memikat banyak orang. Alumni SMKN 3 Pati ini membuat busana wanita. Semcam dress, gamis, pakaian keseharian, dan juga jilbab. ”Sekarang aktivitasnya lebih ke usaha. Selain aktif di […]

  • Semua Daerah Punya Peluang jadi Tuan Rumah Porprov Jateng 2022

    Semua Daerah Punya Peluang jadi Tuan Rumah Porprov Jateng 2022

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Cabang lomba dayung yang ada di Sungai Silugonggo, Juwana Pati Raya mulai saling sikut dengan Solo Raya, Semarang Raya, dan Pekalongan Raya untuk merebut jatah sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) 2022 mendatang. Kamis (10/10) lalu tim verifikasi porprov melakukan peninjauan ke sejumlah venue yang ada di Kabupaten Pati.  Sebelumnya venue-venue di Kudus juga […]

expand_less