Breaking News
light_mode

Merayakan Rutinitas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Jan 2018
  • visibility 379
DOKUMEN PRIBADI
Pada akhirnya, kita
memang akan melakukan rutinitas semata. Menggelar hajatan pemilihan, dengan
berharap pimpinan ideal didapat. Akan tetapi yang terjadi tetaplah sama. Tak
kunjung mendapat pimpinan seperti apa yang diangankan.
Pada tahun 2018 ini,
memang akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 171 daerah di
Indonesia. Ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Kita fasih menyebutnya
tahun ini sebagai tahun politik.
Yang menjadi
persoalan memang, musim pemilihan berjalan begitu-begitu
aja
. Ajek. Dimuali dengan berbagai tahapan yang menyibukkan panitia, KPU.
Tak ketinggalan juga para wartawan menampilkan tiap lekuk informasi. Mulai dari
tahapan merebut apa yang disebut rekomendasi dari partai politik. Dinamika
saling tikung antar bakal calon untuk merebut rekomendasi dari sang ketua umum.
Hingga kabar mahar politik yang seperti kentut. Baunya tercium sejak lama, tapi
keberadaannya entah bagaimana.
Kemudian masuk pada
tahapan pendaftaran, verifikasi, penetapan pasangan, pengundian nomor urut,
masa kampanye, debat pasangan, masa tenang, pemungutan, penghitungan, hingga
penetapan. Lalu yang menjadi persoalan kembali adalah dinamika politik yang
terjadi. Cara mendapatkan pimpinan yang masih ajek. Begitu-begitu aja.
   Terutama yang menjadi persoalan adalah
politik uang. Dimanapun, siapapun tiap kali pemilihan diselenggarakan,
ramai-ramai menjadi yang paling lantang meneriakkan tolak. Tolak politik uang.
Tapi nyatanya saat mendekati hari H pemungutan suara, peredaran amplop-amplop
putih dengan isi lembaran rupiah yang bervariatif, menjejali setiap rumah demi
rumah.
Rakyat dipaksa
memilih pemimpinnya dari sudut pandang amplop yang diberikan para tim sukses
masing-masing calon. Tim sukses atau apa entahlah. Celakanya, perilaku yang
demikian itu dikalangan para pemilih belum juga berubah. Bahkan mulai
terang-terangan.
Tetapi nanti hanya
menggerutu saja bila ada kabar walikota ini terkena operasi tangkap tangan
(OTT). Bupati itu tercyduk KPK, gubernur ini terseret kasus, dan sebagainya.
Dan itu saya kira wajar terjadi, sebab, memang modal untuk duduk dikursi tak
cukup hanya selembar dua lembar rupiah bergambar Soekarno-Hatta. Maka
sewajarnya saat sudah duduk di kursi, modal mesti kembali.
Kalau dilihat, memang
kita sebagai rakyat, para pemilih, punya andil melahirkan pemimpin-pemimpin
yang demikian yang kurang baik. Karena sejak proses pemilihannya pun sudah
salah. Mau bagaimana lagi ?
Kini yang perlu
dilakukan memang mengubah perilaku. Perilaku pemilih kita yang sembrono dalam
menentukan lima tahun kedepan mesti dievaluasi. Tentu sebelum semuanya
terlambat. Dalam disiplin ilmu psikologi, ada perubahan perilaku berdasar
fungsinya. Perubahan perilaku ini terjadi sebab adanya kebutuhan.   
Kebutuhan itu untuk
mendapatkan pemimpin yang baik. Agar dapat mewujudkan keadilan sosial, dan
kemakmuran bagi rakyatnya. Nah kita butuhkah mengubah perilaku? Butuhkan
mendapat pimpinan yang ideal. Atau kita hanya akan merayakan rutinitas
pemilihan pimpinan saja?
Memang, pemilihan  pemimpin selalu lekat dan fasih diucapkan
sebagai pesta demokrasi. Tetapi saya tertarik dengan tesis Najwa Shihab dalam
diskusi “Memperebutkan Tahta Jawa”. Yang tak sepakat memilih diksi pesta
demokrasi.
Sebab pesta memang
identik dengan foya-foya dan bersenang-senang. Namun apakah memilih pemimpin
mesti seperti itu. Juga pesta selalu tentang menikmati hari. Sering bikin lupa
pentingnya esok hari. Demikian kata putri penulis Tafsir Al Misbah, Prof
Quraish Shihab ini. Piye ?

Achmad
Ulil Albab
,Warga Negara Indonesia
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu KONI Jepara, Manajemen Tegaskan Persijap Rumah Bagi Pesepakbola Jepara

    Bertemu KONI Jepara, Manajemen Tegaskan Persijap Rumah Bagi Pesepakbola Jepara

    • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

      Persijap berharap kedepan lebih banyak bakat – bakat muda potensial dari Jepara lebih bisa terwadahi di Jepara, selain itu Persijap adalah rumah bagi pemain-pemain asal Jepara JEPARA – Manajemen Persijap Jepara mengadakan pertemuan dengan KONI ( komite olahraga Nasional Indonesia) Jepara induk organisasi dari olahraga di Jepara. Pertemuan ini untuk lebih merekatkan sinergitas dan […]

  • Kunjungan Sudewo ke KSP: Harap Dorong Sinergi Pusat-Daerah untuk Pembangunan

    Kunjungan Sudewo ke KSP: Harap Dorong Sinergi Pusat-Daerah untuk Pembangunan

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bupati Pati, Sudewo, telah melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kepala Staf Presiden (KSP) di Gedung Bina Graha, Jl. Veteran No. 16 Jakarta Pusat, pada Kamis (4/12/2025). Tujuan kunjungan ini adalah untuk memaparkan berbagai kebijakan strategis dan program prioritas Pemerintah Kabupaten Pati yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pencetakan Sumber Daya Manusia (SDM) […]

  • BRI Pati Perkuat Sinergi dengan AgenBRILink Melalui Gathering Kemitraan

    BRI Pati Perkuat Sinergi dengan AgenBRILink Melalui Gathering Kemitraan

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 415
    • 0Komentar

    PATI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Pati menggelar Gathering Sinergi BRI dan AgenBRILink di Kopi Klotok Pati, Rabu (15/10), sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis. Acara ini bertujuan mempererat hubungan dan meningkatkan sinergi dalam pelayanan kepada masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Manager Bisnis Mikro BRI BO Pati, Bambang Widiyantoro, Ketua Brilinkers Pati, M. […]

  • Ketika Pak RT Bagi-Bagi Beras ke Warga Miskin Terdampak Corona

    Ketika Pak RT Bagi-Bagi Beras ke Warga Miskin Terdampak Corona

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Warga menerima bantuan beras dari Pak RT PATI – Dingin udara pagi itu (Rabu, 6/5/2020) masih terasa. Seorang lelaki bertubuh kekar mengangkati bungkusan kantong plastik bening. Isinya beras. Lelaki yang mengenakan kaos merah itu tidak lain Trianto. Trianto adalah Ketua RT 8/1 Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo. Di tengah mewabahnya Covid-19, sejumlah kalangan tergerak turun membantu […]

  • Fraksi Gerindra DPRD Pati Pertanyakan Pemanfaatan Anggaran hingga Muncul SiLPA Rp229 Miliar

    Fraksi Gerindra DPRD Pati Pertanyakan Pemanfaatan Anggaran hingga Muncul SiLPA Rp229 Miliar

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.381
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pati meminta Pemerintah Kabupaten Pati melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran daerah, menyusul munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp229,62 miliar. Sorotan tersebut disampaikan Fraksi Gerindra dalam pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026. Fraksi tersebut menilai kenaikan penerimaan pembiayaan daerah perlu […]

  • Meratapi Nasib Sial Klub Sultan PSG Pati

    Meratapi Nasib Sial Klub Sultan PSG Pati

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Pemain PSG Pati/AHHA PS Pati Syaiful Indra Cahya membawa bola dibayangi pemain Persijap Jepara/@sri.nugroho Apa yang terjadi pada PSG Pati memang sungguh di luar dugaan. Klub sultan dengan uang berlimpah namun harus susah payah menjalani kompetisi perdana mereka di Liga 2. Dari ambisi naik kasta hingga akhirnya harus berjuang untuk lolos dari maut zona degradasi. […]

expand_less