Breaking News
light_mode

Petani Keluhkan Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
  • visibility 293
Petani di Kecamatan Dukuhseti sedang mengisi solar ke mesin diesel pompa airnya

PATI – Petani resah, setelah muncul kebijakan pembatasan pembelian BBM solar. Sejumlah petani di
Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti mengeluhkan hal itu.
Fahrurozi salah satu petani yang mengeluh. Warga
RT 6 RW 2 ini mengungkapkan, sangat terbebani dengan kebijakan tersebut.
Pasalnya saat ini ia hanya boleh membeli solar di SPBU seharga Rp 50 ribu.
Dengan pembatasan itu, ia hanya mendapatkan 9,7 liter solar. Mengingat saat ini
harga BBM bersubsisi itu saat ini Rp 5.150 per liter.
Padahal untuk kebutuhan bahan bakar
mesin pompa air, sehari dibutuhkan setidaknya 30 liter solar. Itupun harus
meminta surat pengantar dari desa. 30 liter solar itu untuk kebutuhan 1 hektar
sawah.
”Bahan bakar sebanyak itu
diperlukan, mengingat saat ini memasuki musim kemarau. Sehingga tanaman padi
membutuhkan suplai air yang cukup, dan itu dipenuhi melalui pompa air,” terang
Fahrurozi.
Kesulitan Mengairi Sawah
Fahrurozi menyayangkan, kebijakan
pembatasan tersebut berlaku saat tanamannya sudah berusia dua pekan lebih. ”Mungkin
kalau tahu bakal ada kebijakan pembatasan solar, saya masih pikir-pikir untuk
menanam padi di musim kemarau seperti ini,” imbuhnya.
Menurut Fahrurozi, ia dan petani
lain kebingungan menyikapi kebijakan ini. Terlebih pompa air miliknya hampir
tidak pernah mati selama musim tanam ketiga (MT III). Mulai dari persemaian
hingga panen nanti, dipastikan akan terus membutuhkan air melalui pompa.
Setidaknya, ada 100 hektar sawah di
Desa Kembang yang saat ini menanam padi. Harapannya, ada solusi dari pemerintah
bagi para petani untuk mendapatkan solar. ”Atau mungkin kami dibuatkan
bendungan sehingga pada musim kemarau tidak kesulitan mendapatkan air. Padahal
dulu pernah ada kabar akan ada penyodetan bendungan Tompe Gunung ke desa kami,”
ujarnya.
Sementara Juremi, Kepala Desa Kembang
menuturkan mengenai kebijakan tersebut. Menurutnya, kebijakan pembatasan solar
itu berlaku mulai pertengahan Agustus lalu. ”Kami hanya memberikan surat
pengantar untuk pembelian solar di SPBU. Surat tersebut menyatakan bahwa warga
kami benar-benar petani. Kami hanya menjalankan kebijakan dari pusat,”
pungkasnya. (pur)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rancangan RPJMD Pati 2025-2029 Disepakati Bersama, Fokus pada Sektor Strategis

    Rancangan RPJMD Pati 2025-2029 Disepakati Bersama, Fokus pada Sektor Strategis

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.090
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat telah mencapai kesepakatan terkait rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025 hingga 2029. Dokumen ini akan menjadi pijakan serta arah utama pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Beberapa sektor yang dianggap strategis menjadi prioritas dalam rancangan awal tersebut, di […]

  • Patifosi Esports Juara Free Fire Kudus Ramadan League

    Patifosi Esports Juara Free Fire Kudus Ramadan League

    • calendar_month Rab, 5 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

      Atlet Esports dari Kabupaten Pati berhasil menorehkan prestasi di ajang Free Fire Kudus Ramadan League Series 2021, Minggu (2/5/2021).  Atlet tersebut ialah dari tim Patifosi Esports. Sebuah divisi yang berada di bawah naungan Resimen Patifosi, kelompok suporter Persipa.  Adapun pada turnamen itu diikuti sebanyak 24 peserta yang berasal dari kota Kudus. Sementara satu-satunya tim […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Sejumlah Isu, Panggil Kepala Sekolah, Sekdes, Dokter, hingga Dewas RSUD Soewondo

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Sejumlah Isu, Panggil Kepala Sekolah, Sekdes, Dokter, hingga Dewas RSUD Soewondo

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PATI – Pansus Hak Angket DPRD Pati terus bergerak mendalami berbagai isu yang menjadi perhatian publik. Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pertemuan penting untuk mengumpulkan informasi dan klarifikasi. “Hari ini, kami mengundang Kepala Sekolah SMPN 1 Tayu terkait pernyataan Plt Kepala Dinas Pendidikan tentang pemindahan guru. Selain itu, kami […]

  • Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

      Beragam motif batik Jepara dipamerkan Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima penghargaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Penghargaan itu diraih atas dedikasinya terhadap pelestarian batik Jepara. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Alamsyah, didampingi tim peneliti Siti Maziyah, pada Jumat (20/11/2020), di Pendopo Kartini Jepara. […]

  • Polresta Pati Siapkan Pengamanan Maksimal, Antisipasi Aksi Unjuk Rasa

    Polresta Pati Siapkan Pengamanan Maksimal, Antisipasi Aksi Unjuk Rasa

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 334
    • 0Komentar

    PATI – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen serta perubahan jam operasional sekolah akhirnya mencapai titik temu. Bupati Pati, H. Sudewo, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan koordinator lapangan (korlap) aksi unjuk rasa menggelar rembug bareng yang menghasilkan kesepakatan pembatalan kenaikan PBB-P2 dan pengembalian jam sekolah menjadi […]

  • Meraih Untung dengan Beternak Ayam Kampung, Catat Empat Langkah Pentingnya

    Meraih Untung dengan Beternak Ayam Kampung, Catat Empat Langkah Pentingnya

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 319
    • 0Komentar

      EDUKASI – Untuk berhasil dalam beternak ayam kampung, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikuasai, yaitu proses produksi dan pemasaran. Dalam hal produksi, ada beberapa poin krusial yang harus diperhatikan, seperti pengadaan bibit atau anak ayam, sistem perkandangan, dan perawatan. Selain itu, dalam pemasaran, penting untuk mempertimbangkan strategi pemasaran dan bentuk akhir produk yang […]

expand_less