Pasar Tradisional Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi, DPRD Pati Dukung Pembenahan
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month Sel, 29 Sep 2026
- visibility 102.540

Foto : kondisi pasar tradisional
PATI – Pembenahan pasar rakyat di Kabupaten Pati dinilai perlu terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Pemerintah daerah didorong memperhatikan kondisi fasilitas pasar agar keberadaan pasar tradisional tetap mampu menopang perekonomian warga.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menyebut pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar menjadi tempat bertemunya pedagang dan pembeli dari berbagai lapisan masyarakat sehingga kondisi fasilitasnya perlu mendapat perhatian.
“Kalau pasar tradisional menurut saya memang harus dibenahi supaya orang di pasar tradisional itu nyaman,” ujar Muntamah.
Ia menjelaskan, keberadaan pasar tradisional tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Aktivitas perdagangan di pasar juga menjadi sumber pendapatan bagi banyak masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku usaha kecil.
Karena itu, menurut Muntamah, pembenahan pasar perlu dilakukan secara menyeluruh. Aspek kebersihan, kondisi bangunan, fasilitas penunjang hingga penataan tempat berjualan menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar pasar lebih tertib dan nyaman.
“Karena pasar tradisional ini, bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara keseluruhan dari mulai strata yang paling bawah, strata yang tinggi ke pasar juga,” katanya.
Selain perbaikan sarana fisik, pemberdayaan pedagang juga dinilai penting. Penataan lapak yang lebih baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang rapi sekaligus meningkatkan daya tarik pasar bagi masyarakat.
Muntamah menambahkan, salah satu daya tarik pasar tradisional adalah harga barang yang cenderung lebih terjangkau dibandingkan pusat perbelanjaan modern. Namun, keunggulan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kenyamanan dan kualitas fasilitas.
“Perlu pemberdayaan pedagangnya, perlu diberdayakan lapaknya nyaman, kemudian orang yang mau ke pasar juga tertarik karena pasar ini harganya pasti lebih rendah ketimbang pasar-pasar yang modern,” jelasnya.
Pada APBD 2026, Pemkab Pati telah mengalokasikan anggaran untuk pembenahan empat pasar tradisional. Keempatnya yakni Pasar Kayen, Pasar Porda Juwana, Pasar Puri Baru, dan Pasar Trangkil.
DPRD Pati berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan optimal. Dengan fasilitas yang semakin memadai dan penataan yang lebih baik, pasar rakyat diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus mendukung produktivitas para pedagang.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

