Wacana Sampah jadi Energi : Komisi C DPRD Pati : Sampah Harus Ditangani
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 24.038

Ilustrasi foto sampah
PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah merancang terobosan baru dalam pengelolaan limbah. Rencana strategis untuk mengubah sampah menjadi energi listrik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, kini telah diajukan ke tingkat pusat untuk mendapatkan persetujuan.
Langkah ini mendapatkan apresiasi positif dari legislatif. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menilai inisiatif ini sangat tepat mengingat penanganan sampah di daerah tersebut harus segera dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.
Joni mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan mendalam bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait teknis dan skema investasi proyek tersebut.
“Kemarin sudah ngobrol banyak dengan Pak Tulus kepala DLH Kabupaten Pati memang ada rencana investor masuk dari China yang memang masuk list dari Danantara nanti akan mengolah sampah atau limbah,” ujar Joni.
Dalam rencana besar ini, Pati tidak berjalan sendiri. Proyek pengolahan sampah menjadi energi ini direncanakan akan menampung limbah dari empat kabupaten sekaligus, yaitu Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan. Pengelolaannya nanti akan dipusatkan di satu lokasi strategis.
“Rembang, Pati, Kudus bahkan nanti kalau bisa masuk di Grobogan juga masuk. Jadi ada tiga sampai empat kabupaten. Nanti akan dilakukan disentralkan mungkin di Pati atau dimana,” jelasnya
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, memaparkan tantangan teknis yang ada. Menurut standar yang ditetapkan pemerintah pusat, sebuah fasilitas pengolahan energi dari sampah membutuhkan pasokan minimal 1.000 ton sampah per hari.
Saat ini, Kabupaten Pati baru mampu menghasilkan sekitar 250 ton sampah setiap harinya. Oleh karena itu, kolaborasi antar daerah menjadi kunci agar syarat teknis tersebut terpenuhi.
“Untuk itu Kabupaten Pati yang hanya sekitar 250 ton per hari ini masih jauh dari angkat tersebut. Sehingga ada komunikasi kami yang difasilitasi oleh Pemprov untuk berkolaborasi untuk Pemkab sekitar di situ ada Kudus, Rembang dan Grobogan. Kalau ditotal mungkin ada di angka 1.000,” jelas Tulus.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

