Operasi Keselamatan Candi 2026 Dimulai, Polresta Pati Gelar Apel Pengecekan Kesiapan
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1.635

Polresta Pati menggelar apel gelar pasukan untuk memulai Operasi Keselamatan Candi 2026.
PATI – Di halaman Mapolresta Pati, Senin (2/2/2026) pukul 07.30 hingga 08.00 WIB, Polresta Pati menggelar apel gelar pasukan untuk memulai Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini dipimpin Plt Wakapolresta Pati, Kompol Anwar, yang mewakili Kapolresta Pati, sekaligus sebagai sarana memeriksa kesiapan personel, sarana, dan prasarana untuk tugas di lapangan.
Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakannya, Kompol Anwar menyampaikan bahwa perkembangan lalu lintas semakin kompleks seiring bertambahnya kendaraan, pertumbuhan penduduk, dan kemajuan transportasi digital.
“Situasi ini menuntut Polri, khususnya fungsi lalu lintas, untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan yang presisi, prediktif, responsibel, dan berkeadilan,” ujarnya.
Menurutnya, apel ini memiliki peran penting untuk memperkuat kerja sama antar sektor, sehingga operasi berjalan efektif.
“Apel ini bertujuan memastikan seluruh unsur yang terlibat benar-benar siap, sehingga Operasi Keselamatan Candi 2026 dapat berjalan sesuai sasaran,” lanjut Kompol Anwar.
Berlangsung selama 14 hari, dari 2 hingga 15 Februari 2026, operasi ini dirancang untuk menciptakan kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pendekatan preemtif, preventif, dan represif diterapkan untuk menangani pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Fokus utama operasi adalah pencegahan kecelakaan melalui edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang mengedepankan pendekatan humanis,” katanya.
Amanat juga memaparkan capaian positif di Jawa Tengah tahun 2025: pelanggaran turun 25 persen (dari 692.374 menjadi 522.589), tilang menurun 32 persen (dari 256.247 menjadi 174.993 lembar), dan teguran turun 20 persen (dari 436.127 menjadi 347.596).
“Penindakan tilang juga mengalami penurunan signifikan, yakni 32 persen, dari 256.247 lembar pada 2024 menjadi 174.993 lembar pada 2025,” ungkapnya.
“Capaian ini menunjukkan tren yang positif. Namun, peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas tetap harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Kompol Anwar.
Selama operasi, penegakan hukum menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan mobile, serta teguran di lapangan.
“Penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan humanis, dengan fokus pada pelanggaran yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Menutup amanat, ia memerintahkan personel untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik.
“Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Jadikan Operasi Keselamatan Candi 2026 sebagai momentum membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” pungkasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
