Breaking News
light_mode

KSH Sukses GelarTeknik Operasi Katarak Fakoemulsifikasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 2 Apr 2018
  • visibility 79

Lingkar Muria, PATI – Rumah
Sakit Keluarga Sehat (KSH) terus melakukan inovasi pelayanan kepada pasiennya.
Seperti dalam penanganan pasien katarak. Kini RS KSH telah menerapkan teknik
operasi katarak yang paing mutakhir, yaitu Teknik Fakoemulsifikasi.
Baru-baru ini sebanyak delapan pasein berhasil dilakukan operasi katarak
menggunakan Metode Fakoemulsifikasi.
Direktur RS KSH, Kelvin Kurniawan menuturkan, teknik canggih tersebut
sering dikenal dengan operasi katarak laser. Hasil operasinya lebih baik
dibanding metode operasi lainnya.
”Tiga hari pasca operasi, tajam penglihatan pasien menjadi jauh lebih baik
dibanding sebelum operasi. Hal itu karena lensa yang digunakan untuk operasi
katarak sudah diukur dengan pasti sesuai kebutuhan pasien,” papar Kelvin.
Lanjut Kelvin, Klinik KSH juga sudah memiliki USG mata, yang juga telah
dilengkapi dengan biometri untuk mengukur panjang sumbu bola mata. Dengan
seperti itu, sebelum menjalani operasi katarak, pasien diukur terlebih dahulu
kelengkungan korneanya. Sehingga ukuran lensa yag akan digunakan sesuai
kebutuhan pasien.
”Teknologi dari Metode Fakoemulsifikasi menggunaan energi ultrasound, yang
berguna untuk memecah lensa yang telah keruh menjadi bagian-bagian yang kecil
dan luna. Lensa yang telah lunak tersebut kemudian diaspirasi (Red, disedot)
dengan menggunaka alat pacho. Penderita
katarak tak perlu khawatir. Karena dengan teknik yang canggih  ini operasi katarak bisa lebih mudah. Hanya
menimbulkan sayatan yang sangat kecil pada mata, sehingga proses penyembuhannya
menjadi lebih cepat, resiko infeksi sangat minimal, serta tak membutuhkan
jahitan untuk menutup luka,” imbuh Kelvin.
Sementara itu, RS KSH selau berkomitmen dalam memberikan layanan pada
pasiennya. Semua pasien BPJS dapat menjalani operasi katarak dengan teknologi
canggih ini. Selain itu, pasien operasi katarak dengan metode Fakoemulsifikasi
dapat menjalani One Day Care Surgery, atau pelayanan bedah sehari.
Pasien hanya memerlukan pengawasan sesaat setelah operasi, dan diperbolehkan pulang setelah kondisi pasien stabil dan tanpa komplikasi. “Pasien operasi dalam kondisi sadar, hanya diberikan bius local pada mata yang akan dioperasi, proses
operasi
kurang lebih 30 menit dan pasien dapat diperbolehkan pulang sesaat setelah operasi selesai,” ungkap dokter spesialis mata RS Keluarga Sehat, Hapsari. (has)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Ungkap Jasa Guru Honorer di Dunia Pendidikan

    DPRD Pati Ungkap Jasa Guru Honorer di Dunia Pendidikan

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, mendesak pemerintah daerah untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Menurutnya, guru honorer memiliki peran penting dalam dunia pendidikan di Kabupaten Pati dan telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mencerdaskan generasi muda. “Semua pihak harus menghargai dedikasi para guru, termasuk guru honorer yang bekerja tanpa kenal lelah dan waktu,” tegas Muntamah, politisi […]

  • Siap Siaga Bencana, Kabupaten Pati Apel Digelar

    Siap Siaga Bencana, Kabupaten Pati Apel Digelar

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS Bupati Haryanto melakukan pengecekan sejumlah alat untuk menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di tengah musim penghujan saat gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana pagi kemarin di Alun-alun Pati. Lingkar Muria, PATI – Bencana alam yang terjadi memang datang tiba-tiba dan tak bisa diprediksi secara pasti. Demikian dikemukakan Bupati Pati Haryanto dalam […]

  • Diverifikasi PSSI Jateng, Stadion Joyokusumo Dapat Catatan Penting

    Diverifikasi PSSI Jateng, Stadion Joyokusumo Dapat Catatan Penting

    • calendar_month Sen, 24 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Verifikasi lapangan Stadion Joyokusumo Meskipun dinyatakan telah siap menggelar babak penyisihan Liga 3 Jawa Tengah 2019, tim verifikasi stadion Asprov PSSI Jawa Tengah memberi catatan penting untuk pembenahan stadion yang menjadi kandang Persipa Pati tersebut. ”Ada beberapa hal terkait margin-margin lapangan yang harus diperbaiki,” ujar Riyanto, perwakilan Tim Verifikasi Stadion Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa […]

  • Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    Silatnas ke 2, Dunia Santri Kritisi Persoalan Lingkungan (1)

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Salam komando narasumber dan tamu undangan Silatnas ke 2 Dunia Santri di  PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Jepara JEPARA – Isu lingkungan dan sampah yang sebelumnya dibahas dalam Bahtsul Masa’il PBNU kini dibahas lebih lanjut lagi oleh para santri lintas daerah. Bertempat di PP Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri, Dunia Santri Community (DSC) menggelar silaturrahmi […]

  • DPRD Pati Bakal Gelar Rapat Bahas Penataan Lahan, Siap Tiru Regulasi Provinsi

    DPRD Pati Bakal Gelar Rapat Bahas Penataan Lahan, Siap Tiru Regulasi Provinsi

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 79
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati berencana menggelar rapat bersama Penjabat (PJ) Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas penataan lahan di wilayah Pati. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menanggapi rencana penataan lahan yang tengah digodok DPRD Provinsi Jawa Tengah. “Nanti kita agendakan rapat dengan PJ Bupati, maupun Forkopimda,” ungkapnya. “Karena […]

  • Kluyuran Malam Demi Tegakkan IPNU

    Kluyuran Malam Demi Tegakkan IPNU

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Nur Kasan  Sumber : Facebook Nur Khasan Kluyuran seakan melekat pada diri Nur Kasan. Sejak dilantik menjadi Ketua PAC IPNU Keling 2016 lalu, ia rutin kluyuran hampir ke setiap desa di Kecamatan Keling. Saat itu IPNU di level ranting telah mati suri sejak 2011, tepatnya setelah pemekaran Kecamatan Keling. Di tengah kesibukannya sebagai staf operator […]

expand_less