Breaking News
light_mode

Kofiku Gelar Bedah Buku “Pangeran dari Timur,” Soroti Nasionalisme Raden Saleh

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
  • visibility 304

KUDUS – Komunitas Fiksi Kudus (Kofiku) bekerja sama dengan Out of the Boox Kudus dan penerbit Bentang Pustaka sukses menggelar acara Bedah Buku “Pangeran dari Timur” di GOR Multifungsi Balai Jagong Kudus, Sabtu malam (11/10).

Acara ini menghadirkan dua pembicara dari Kofiku, Abdul Karim dan Arif Rohman, untuk mengulas novel karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi tentang pelukis legendaris Raden Saleh.

Novel setebal 700 halaman lebih ini memicu diskusi hangat karena menampilkan Raden Saleh tidak hanya sebagai seniman besar, tetapi juga sebagai tokoh yang hidup di tengah kekuasaan feodal dan kolonialisme.

Abdul Karim, dalam paparannya, menyebut Raden Saleh sebagai figur yang kompleks.

“Raden Saleh sangat berbakat karena dikirim belajar ke Eropa langsung. Tapi dia juga bukan sosok yang sepenuhnya patriotik. Ia keponakan Bupati Semarang, jabatan yang kala itu setara dengan utusan Belanda dan memiliki kekuasaan absolut,” jelas Karim.

Ia menambahkan bahwa ironi Raden Saleh terletak pada posisinya sebagai pelukis romantik yang menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak romantis.

Karim juga menyoroti struktur dua alur cerita dalam novel, yaitu kisah Raden Saleh dan kisah cinta Ratna Juwita, yang tampak berbeda namun saling berkaitan.

“Kedua cerita ini sama-sama mengajarkan untuk melawan feodalisme dan ketidakadilan. Lewat karakter Ratna Juwita, Syafi’i, dan Syamsudin, penulis menampilkan perang opini terhadap figur Raden Saleh: apakah ia pahlawan, atau sekadar ningrat yang beruntung?” ujarnya.

Arif Rohman menyoroti sisi nasionalisme dalam karya dan kehidupan Raden Saleh. Ia mengulas makna simbolik dari lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro” dan “Antara Hidup dan Mati,” yang menggambarkan pertarungan singa dan banteng.

“Kerajaan identik dengan singa, sementara rakyat Hindia identik dengan banteng atau kerbau. Melalui lukisannya, Raden Saleh menyampaikan perlawanan dengan cara yang halus namun tajam,” tutur Arif.

Arif juga menyinggung kemungkinan Raden Saleh pernah mengunjungi situs purbakala Patiayam di Kudus bersama naturalis Franz Wilhelm Junghuhn pada tahun 1857.

“Karena kita tinggal di Kudus, saya penasaran apakah benar Raden Saleh pernah ke Patiayam. Novel ini tidak mengangkat hal itu, mungkin karena keterbatasan data. Tapi justru ini bisa jadi peluang bagi penulis Kudus untuk menulis episode yang belum diceritakan,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta muda menanyakan relevansi novel ini dengan pembelajaran sejarah dan makna “Timur” dalam judul. Arif menjelaskan bahwa judul “Pangeran dari Timur” bisa dimaknai sebagai representasi tiga tokoh utama, yakni Raden Saleh, Syafi’i, dan Pit Liong, serta simbol pertentangan antara dunia Barat dan Timur.

“Raden Saleh pernah menyebut dirinya Pangeran dari Jawa. Novel ini mungkin memperluas makna itu menjadi Pangeran dari Timur sebagai refleksi identitas dan benturan budaya,” jelasnya.

Abdul Karim menambahkan bahwa salah satu daya tarik novel ini adalah penggambaran Raden Saleh sebagai manusia biasa.

“Penulis tidak memuja Raden Saleh sebagai pahlawan tanpa cela. Ia digambarkan punya ego, bahkan skandal asmara di Eropa. Justru di situ menariknya, kita melihat seniman besar ini secara manusiawi,” ujar Karim.

Diskusi ditutup dengan refleksi Arif bahwa nasionalisme Raden Saleh patut dibaca dalam konteks zamannya.

“Raden Saleh hidup seratus tahun sebelum kemerdekaan. Nasionalismenya tidak bisa dibandingkan dengan Soekarno, tapi ia tetap menunjukkan keberanian lewat seni. Kalau hari ini kita ingin menyuarakan kritik, bisa lewat media sosial. Dulu, Raden Saleh melakukannya lewat lukisan,” pungkasnya.

Acara ini merupakan bagian dari upaya Kofiku, Out of the Boox Kudus, dan Bentang Pustaka untuk menghidupkan budaya literasi melalui pembacaan dan diskusi karya sastra sejarah.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Medsos hingga Madrasah Digital Ramaikan Kopdarnas AISNU di Kajen

    Pelatihan Medsos hingga Madrasah Digital Ramaikan Kopdarnas AISNU di Kajen

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Launching logo kopdarnas AISNU Beragam kegiatan bakal meramaikan acara Kopi Darat Nasional (KOPDARNAS) AISNU di Kajen-Pati. Mulai dari menggelar madrasah digital dan pelatihan media sosial.  PATI – Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) bakal menggelar Kopi Darat Nasional (KOPDARNAS) keenam pada 2-4 Desember 2022 mendatang. Agenda tahunan tersebut rencananya akan dihelat di Pesantren Maslakul Huda Kajen, […]

  • Ribuan Jamaah Padati Karaban Bersholawat yang Digelar Wakil Ketua DPRD Pati

    Ribuan Jamaah Padati Karaban Bersholawat yang Digelar Wakil Ketua DPRD Pati

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PATI – Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, menjadi lautan manusia pada Kamis malam (28/8/2025) saat ribuan jamaah dari berbagai penjuru hadir dalam acara Karaban Bersholawat. Acara ini juga sekaligus memperingati haul tiga ulama besar. Suasana syahdu dan penuh cinta kepada Rasulullah SAW terasa begitu kental saat Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf memimpin lantunan […]

  • Anas Urbaningrum: KAHMI dan HMI Pati Harus Jadi Bagian Solusi Masa Depan Bangsa

    Anas Urbaningrum: KAHMI dan HMI Pati Harus Jadi Bagian Solusi Masa Depan Bangsa

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PATI – Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pati yang digelar Minggu (18/5/2025) di Kedai Perko diramaikan oleh kehadiran Anas Urbaningrum, Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999. Kehadirannya memberikan semangat baru bagi keluarga besar KAHMI dan kader HMI Pati. Dalam orasi ilmiahnya, Anas Urbaningrum menyoroti peran strategis KAHMI dan HMI dalam menghadapi […]

  • Wagub Jateng Apresiasi RPA Tabarruk: Model Bisnis Ramah Lingkungan dan Halal yang Inspiratif

    Wagub Jateng Apresiasi RPA Tabarruk: Model Bisnis Ramah Lingkungan dan Halal yang Inspiratif

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 132
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengungkapkan kekagumannya terhadap Rumah Potong Ayam (RPA) Tabarruk, Kudus, bukan hanya karena produktivitasnya yang tinggi, tetapi terutama karena komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan penerapan prinsip halal yang terintegrasi. Dalam kunjungannya Rabu (16/7/2025), Gus Yasin secara khusus memuji sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah […]

  • DPRD Pati Dorong Pengembangan Pertanian Tembakau untuk Kesejahteraan Petani

    DPRD Pati Dorong Pengembangan Pertanian Tembakau untuk Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 134
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong pengembangan sektor pertanian tembakau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, menilai tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi dengan harga pasar yang stabil. Ia menyebut tembakau sebagai sumber penghidupan utama bagi masyarakat di Kecamatan Mojoagung dan Pucakwangi. “Tembakau merupakan komoditas pertanian yang masih […]

  • CEO Persipa Pati Minta Maaf Atas Hasil Buruk di Awal Liga 2, Ajak Suporter Berikan Dukungan Positif

    CEO Persipa Pati Minta Maaf Atas Hasil Buruk di Awal Liga 2, Ajak Suporter Berikan Dukungan Positif

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 103
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto, menyampaikan permohonan maaf atas hasil negatif yang diraih tim di tiga pertandingan awal Liga 2 2024/2025. Persipa Pati menelan kekalahan atas Bhayangkara FC (1-0), imbang dengan Nusantara United (1-1), dan kembali kalah dari Persekat Tegal (0-2). “Atas hasil buruk di tiga pertandingan awal, saya meminta maaf. Namun, saya […]

expand_less