Breaking News
light_mode

Heboh Pria Telanjang Di Trangkil, Ternyata Positif Overdosis Narkoba

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 22 Des 2018
  • visibility 808

PATI – Kedua pria
telanjang yang berada di dalam mobil depan Pasar Trangkil, Pati diketahui
merupakan warga Madura. Keduanya mengalami overdosis saat dipaksa keluar dari
mobil yang dikendarai Suzuki Ertiga B 2254 KFB. Dari hasil pemeriksaan, satu
dari pelaku positif memakai narkoba.
Kapolres Pati AKBP Jon
Wesly Arianto mengatakan, saat ini Polres Pati sudah menangani kasus itu. Kini
kedua pelaku masih dirawat di RSUD Soewondo. Karena saat ditangkap, mereka
sakau berat sehingga kehilangan kesadaran dan tidak bisa berkomunikasi. Karena
overdosis, petugas masih menunggu keterangan dari pelaku.
“Sekarang kami berjaga
di rumah sakit dan menunggu yang bersangkutan bisa dimintai keterangan. Kalau
sudah normal akan langsung diproses. Dari hasil pemeriksaan urin, satu dari dua
pelaku positif menggunakan obat-obatan terlarang. Nanti setelah hasil
pemeriksaan terang, kami akan memproses sesuai undang-undang,” jelasnya.
Keduanya bukan warga
Pati. Mereka adalah MA, 34, dan DO, 38, keduanya berasal dari Madura namun
tinggal di Jakarta. Pihak berwajib juga sudah mengamankan beberapa barang bukti
berupa mobil dan surat penting seperti kartu tanda Polri, KTP, STNK, BPKB, dan
serbuk diduga sabu-sabu. Mobil yang dikendarai kedua pelaku juga merupakan
mobil rental.
Polisi kini masih mendalami. Sebab dari keterangan pelaku membeli sabu dari
Madura dan digunakan di Pati. Namun keterangan itu masih diselidiki karena
lokasi yang digunakan bulan di jalur pantura namun di daerah Trangkil di
wilayah Pati utara.
Seperti yang diketahui, perilaku aneh pelaku terjadi Kamis (20/12/2018)
siang. Awalnya tak ada yang aneh. Namun warga di depan Pasar Trangkil
mencurigai ketika mereka membuang baju dari dalam mobil dan telanjang. Kejadian
itu dilaporkan ke Mapolsek Wedarijaksa. Pelaku tak mau keluar dari mobil
meskipun disuruh oleh pihak berwajib.
Karena tak keluar
mobil, polisi membuka paksa pintu mobil supaya keduanya tersebut keluar. Setelah
pintu berhasil kami buka, tercium bau tak sedap menyengat kotoran manusia. Bahkan
mereka sulit dipisahkan saat diturunkan paksa dari mobil. Sehingga polisi memaksa
dan mengikat tangan dan kakinya. Warga sekitar geger mengira mereka adalah
pasangan gay yang sedang mesum. Akhirnya pelaku dibawa ke rumah sakit untuk
diperiksa dan menghindari amukan masa. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Jepara ditahan imbang PSCS Cilacap 0-0 di Stadion GBK Jepara.

    Tak Pernah Menang Persijap Jepara Nyaman di Dasar Klasemen

    • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Persijap Jepara ditahan imbang PSCS Cilacap 0-0 di Stadion GBK Jepara. Hasil ini membuat Laskar Kalinyamat berada di dasar klasemen Pegadian Liga 2 grup 3.

  • Paslon Nomor Urut 2 Pati Berkomitmen Dirikan UPT BLK di Setiap Kecamatan untuk Atasi Kesenjangan SDM

    Paslon Nomor Urut 2 Pati Berkomitmen Dirikan UPT BLK di Setiap Kecamatan untuk Atasi Kesenjangan SDM

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pati nomor urut 2, Wahyu Indriyanto dan Suharyono, dalam debat publik pertama Pilkada Pati 2024 pada Rabu (30/10/2024), berkomitmen mendirikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap kecamatan di Kabupaten Pati jika terpilih. Komitmen ini muncul sebagai jawaban atas pertanyaan terkait kesenjangan kualitas […]

  • Percepat Penanganan Infrastruktur, Komisi C DPRD Pati Gelar Rapat Evaluasi Setiap Pekan

    Percepat Penanganan Infrastruktur, Komisi C DPRD Pati Gelar Rapat Evaluasi Setiap Pekan

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.572
    • 0Komentar

    PATI – Komisi C DPRD Kabupaten Pati menerapkan mekanisme rapat evaluasi rutin setiap minggu guna mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan infrastruktur jalan. Melalui langkah ini, setiap temuan yang diperoleh anggota dewan di lapangan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait agar mendapatkan tindak lanjut secara langsung. Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menjelaskan bahwa program ini […]

  • Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

    Festival Wulan Merindu di Bendungan Wilalung yang Syahdu

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Suasana asik di bendungan tuaFOTO Instagram Bidadari Kota Kudus Di bawah gagah bendungan bangunan Belanda, gadis-gadis muda itu berlenggak-lenggok manja. Menguarkan pesona kecantikan diri. Melengkapi eksotisnya Bendungan Wilalung kala senja. KUDUS – Ratusan warga dari Desa Babalan, Kecamatan Undaan dan sekitarnya memenuhi Bendungan Wilalung, Sabtu (23/11/2019). Mereka menikmati suguhan acara yang bertajuk “Wulan Merindu”. Acara […]

  • Komisi D DPRD Pati : Pemerintah Harus Fokus Penguatan Pembinaan Atlet

    Komisi D DPRD Pati : Pemerintah Harus Fokus Penguatan Pembinaan Atlet

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.647
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan keyakinannya bahwa kontingen daerah ini mampu menembus peringkat tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan datang. Harapan ini didasarkan pada capaian sebelumnya, di mana Pati berhasil menempati posisi keempat pada penyelenggaraan Porprov periode lalu. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, […]

  • Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

    Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

    • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Linda Surya Ayu Wulandari  Menjadi guru lumayan menguras energi. Baik fisik, apalagi fikiran. Linda Surya Ayu Wulandari juga mengalami hal demikian. Namun, rasa lelahnya itu terbayar dengan hal-hal yang cukup sepele. Linda, akan merasa senang, dan menyenangi pekerjaannya sebagai guru, saat melihat anak didiknya riang saat mengikuti pelajaran. Terutama saat mereka bisa menyelesaikan pekerjaan yang […]

expand_less