Breaking News
light_mode

Efektivitas Persebaya Jadi Pembeda, Persijap Jepara Kehilangan Arah di GBT

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 1.312

OLAHRAGA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, kembali menjadi panggung yang sulit bagi tim tamu. Minggu (28/12/2025) sore, Persijap Jepara datang dengan harapan mencuri poin, namun pulang dengan kenyataan pahit setelah takluk telak 0-4 dari Persebaya Surabaya. Skor besar itu bukan sekadar angka, melainkan cermin jelas dari perbedaan efektivitas kedua tim sepanjang 90 menit pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya tampil dengan pendekatan yang sederhana namun mematikan. Mereka tidak mendominasi permainan secara berlebihan, tetapi mampu memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan Persijap. Setiap peluang yang hadir nyaris selalu berujung ancaman serius, dan sebagian besar berbuah gol.

Sebaliknya, Persijap justru memulai laga dengan cukup menjanjikan. Di awal babak pertama, Laskar Kalinyamat sempat menciptakan beberapa peluang yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan. Namun, persoalan klasik kembali muncul: penyelesaian akhir yang kurang tenang. Ketika peluang emas tak mampu dikonversi menjadi gol, kepercayaan diri perlahan terkikis.

Momentum pun berbalik. Gol demi gol Persebaya tidak hanya merobek gawang Persijap, tetapi juga memukul mental para pemain. Lini pertahanan yang sebelumnya cukup disiplin mulai kehilangan koordinasi. Ruang antar lini melebar, komunikasi melemah, dan kesalahan kecil berubah menjadi hukuman besar.

Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, secara terbuka mengakui keunggulan Persebaya. Menurutnya, efektivitas menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut.

“Persebaya bermain sangat efektif. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol, sementara kami tidak maksimal saat mendapatkan kesempatan,” ujar Divaldo Alves usai laga.

Pernyataan tersebut menegaskan gambaran pertandingan. Persijap bukan tanpa peluang, tetapi gagal memanfaatkan momen krusial. Di level kompetisi yang ketat, kegagalan dalam satu atau dua kesempatan bisa berdampak besar, terlebih ketika menghadapi tim yang mampu menghukum kesalahan sekecil apa pun.

Divaldo juga menyoroti kurangnya ketenangan di lini belakang anak asuhnya. Setelah kebobolan, konsentrasi pemain menurun, dan tekanan dari tuan rumah semakin sulit dibendung. Situasi ini membuat Persijap kesulitan keluar dari tekanan dan kehilangan kendali permainan seiring berjalannya laga.

Kekalahan telak di Surabaya menjadi cermin evaluasi penting bagi Persijap Jepara. Koordinasi lini belakang dan ketajaman lini depan menjadi dua pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi. Tanpa perbaikan di dua sektor tersebut, Persijap akan terus berada dalam posisi rentan saat menghadapi tim-tim dengan efektivitas tinggi.

Meski demikian, hasil pahit ini bukan akhir dari segalanya. Divaldo berharap kekalahan di GBT dapat menjadi pelajaran berharga bagi skuad Laskar Kalinyamat. Dengan evaluasi yang tepat dan respons yang cepat, Persijap masih memiliki peluang untuk bangkit dan menunjukkan karakter sesungguhnya pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kodim Pati Sebulan Sekali Genjot Beladiri

    Kodim Pati Sebulan Sekali Genjot Beladiri

    • calendar_month Sab, 28 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

     Para anggota Kodim 0718/Pati sedang melakukan pemanasan sebelum memulai latihan Yongmoodo pagi kemarin.  Para anggota Kodim 0718/Pati sedang melakukan pemanasan sebelum memulai latihan Yongmoodo pagi kemarin. PATI – Tidak hanya baris-berbaris, dan pegang senjata, minggu militer juga diisi kegiatan latihan beladiri. Anggota Kodim 0718/Pati setiap minggu keempat dalam sebulan selalu mengasah kegiatan beladiri jenis Yongmoodo. […]

  • Revisi KUHAP: BEM USM Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Awasi Penegakan Hukum

    Revisi KUHAP: BEM USM Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Awasi Penegakan Hukum

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SEMARANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Semarang (USM) sukses menggelar seminar nasional bertema “RUU KUHAP dan Optimalisasi Pra Penuntutan: Harmonisasi Kewenangan Penyidik dan Penuntut Umum dalam Sistem Peradilan Pidana” di Gedung V Prof. Dr. Joetata Hadihardaja lt.6., USM. Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat tentang perkembangan terkini sistem peradilan pidana Indonesia. Seminar […]

  • Kirab Bwee Gee Kudus: Harmoni Budaya Tionghoa yang Menyatukan Masyarakat Lintas Etnis

    Kirab Bwee Gee Kudus: Harmoni Budaya Tionghoa yang Menyatukan Masyarakat Lintas Etnis

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.746
    • 0Komentar

    KUDUS – Di Kudus, komunitas Tionghoa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial-budaya daerah. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa bumi menjelang Imlek, mereka menyelenggarakan tradisi kirab Bwee Gee yang penuh makna. Rangkaian acara dimulai pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan ritual mandi minyak obat dan ibadah di Tempat Ibadah Tri Dharma Hok […]

  • Tim KKN UGM Slungkep Tanam 701 Pohon untuk Rayakan 701 Tahun Kabupaten Pati

    Tim KKN UGM Slungkep Tanam 701 Pohon untuk Rayakan 701 Tahun Kabupaten Pati

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 140
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-701 Kabupaten Pati, Tim KKN UGM Slungkep telah menyelenggarakan acara penanaman 701 pohon di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen. Acara ini dimulai dengan pertemuan di Balai Desa Slungkep dan dilanjutkan dengan penanaman pohon di enam lokasi berbeda di desa tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Slungkep Fest yang […]

  • Persipa Jr Minta Restu Bupati Untuk Hadapi Semifinal Pamungkas

    Persipa Jr Minta Restu Bupati Untuk Hadapi Semifinal Pamungkas

    • calendar_month Jum, 28 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    PATI – Skuad Persipa Jr bertandang ke Pendapa Kabupaten Pati sore kemarin (28/9/2018). Kedatangan Lingga Widya dkk tersebut untuk meminta restu bupati jelang menjamu Persijap Jr di pertandingan semifinal pamungkas dalam perebutan tiket final Piala Soerati U-17 Zona Jateng di Magelang. “Kedatangan kami kesini memang untuk meminta restu kepada bupati, sebagai yang punya kawasan. Supaya […]

  • Hidup Bukan Mampir Padu

    Hidup Bukan Mampir Padu

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Anis Sholeh Baasyin sedang menguraikan tema yang akan dibahas Padu atau adu mulut yang akhir-akhir ini nyaris membudaya di kalangan masyarakat kembali menjadi sentilan dalam gelaran Suluk Maleman yang digelar Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3/2019) dini hari kemarin. Bahkan peribahasa “hidup sekadar mampir minum” pun mulai berubah menjadi sekadar mampir padu. Plesetan itu lantaran sekarang […]

expand_less