Breaking News
light_mode

Daftar 6 Alasan Kenapa Harus Piknik ke Blora

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 18 Feb 2023
  • visibility 814

 

Barongan khas Kota Blora/ @barongan_blora

Kabupaten Blora memang tidak populer sebagai tempat tujuan wisata. Tidak seperti kota besar semacam Solo atau Jogjakarta. Namun sangat disayangkan jika tidak menyempatkan untuk mengunjungi kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan daerah Jawa Timur ini.

Blora memiliki sederet hal-hal memikat bagi siapa saja yang mengunjunginya. Berikut ini redaksi merangkum 6 alasan yang membuat kamu harus piknik ke Kota Blora.

1. Kotanya Santai

Blora adalah kota yang nyaman untuk ditinggali. Bagi yang sudah penat dengan kemacetan kota-kota besar yang cenderung industrial,  datanglah ke Blora dan nikmatilah suasana di kota yang santai tanpa kemacetan. 

Foto hutan jati Blora dari atas/ @genpiblora


2. Alamnya Kaya

Blora memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Yang menggerakkan perekonomian warganya. Blora memiliki hamparan hutan jati yang luas. Kono kayu jati dari tanah Blora adalah yang kualitasnya terbaik di dunia. 

Selain kayu jati hasil alam yang kaya adalah sumber minyak dan gas yaitu di Cepu. Minyak gas mengundang kemajuan yang luar biasa. Di Cepu yang merupakan kecamatan terbesar di Blora memiliki fasilitas yang komplet. Mulai dari hotel sampai stasiun kereta.

3. Tempatnya Tokoh Besar 

Piknik ke Blora yang tak kalah pentingnya adalah belajar kepada tokoh-tokoh besar Blora. Kota ini adalah tempat kelahiran tokoh sastra Indonesia yang sangat terkenal dengan karyanya Tetralogi Buru, dia adalah Pramoedya Ananta Toer. Di Kota ini rumah peninggalan Pram terawat dengan baik dengan segala peninggalannya. Di rumahnya ada sang adik Soesilo Toer yang juga penulis kondang. Banyak tamu dari luar kota hingga luar negeri yang sering berkunjung dan menginap di rumah peninggalan itu.

Blora juga merupakan tempat kelahiran tokoh pers terkemuka yang sangat melegenda. Dia adalah Tirto Adhi Suryo yang dikenal sebagai perintis pers nasional. Tokoh yang dikenal kritis terhadap pemerintahan kolonial.

4. Wisata Sejarah

Blora punya wisata sarat sejarah. Yaitu Heritage Tranz Loco Tour adalah destinasi wisata yang dikelola oleh KPH Perhutani Cepu. Di tempat ini, pengunjung bisa melakukan tur perjalanan menggunakan kereta api peninggalan kolonial Belanda. Kereta wisata yang akan membawamu melakukan tur ini juga akan ditarik dengan lokomotif buatan Jerman tahun 1928.

Kereta ini akan membawa kamu melintasi perkebunan dengan kecepatan 20 kilometer per jam dan jarak tempuh 60 kilometer per jam. Kereta ini juga menjadi sarana wisata edukasi sejarah dimana kamu juga bisa menyewa kereta dan gerbongnya untuk melakukan wisata perjalanan bersama rombongan. 

5. Wisata Budaya 

Blora selain terkenal dengan kayu jati juga dikenal memiliki kesenian khas yang unik. Yatu Barongan Blora. Ada banyak grup Barongan di Kota Blora. Bahkan Barongan sudah menjadi ikon kota ini. Pemerintah sampai membuatkan festival Barongan untuk menambah keseruan pengunjung menikmati pentas Barongan.

Selain itu di Blora juga terkenal dengan adanya kelompok adat Sedulur Sikep atau orang-orang Samin. Sering kali pejabat seperti gubernur maupun pejabat tinggi datang bersilaturahmi ke tokoh-tokoh Samin yang dikenal memiliki kearifan dan nilai-nilai luhur. Salah satu yang sering dikunjungi seperti kampung Samin di Klopoduwur.

Kuliner sate Blora yang lezat/ @buf.eat


6. Kulinernya Lezat

Blora memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Boleh dibilang Blora adalah surga kuliner tradisional yang lezat. 

Kuliner Blora yang terkenal diantaranya sate ayam khas Blora, Sego pecel pincuk daun jati, lontong tahu, soto kletuk, opor di daerah Ngloram Cepu, hingga kopi santan. 

Kuliner Blora sangat memikat lidah siapa saja yang pernah mencicipinya. Pasti bakal ketagihan dengan kuliner-kuliner Blora. 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Penanganan Infrastruktur, Komisi C DPRD Pati Gelar Rapat Evaluasi Setiap Pekan

    Percepat Penanganan Infrastruktur, Komisi C DPRD Pati Gelar Rapat Evaluasi Setiap Pekan

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.554
    • 0Komentar

    PATI – Komisi C DPRD Kabupaten Pati menerapkan mekanisme rapat evaluasi rutin setiap minggu guna mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan infrastruktur jalan. Melalui langkah ini, setiap temuan yang diperoleh anggota dewan di lapangan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait agar mendapatkan tindak lanjut secara langsung. Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menjelaskan bahwa program ini […]

  • Ubah Pola Penanganan, Edy Wuryanto Minta Pemerintah Antisipasi PHK Sebelum Terjadi

    Ubah Pola Penanganan, Edy Wuryanto Minta Pemerintah Antisipasi PHK Sebelum Terjadi

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.254
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penanganan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak boleh lagi dilakukan dengan pola yang sekadar merespons setelah peristiwa terjadi. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah mengubah pendekatan dari sekadar menolong korban, menjadi upaya pencegahan saat tanda-tanda kesulitan mulai terlihat di dunia usaha. “Jangan biasakan negara hanya menjadi pemadam kebakaran. Negara harus […]

  • Apa sih keistimewaan Muhammad? Refleksi Maulid Nabi SAW

    Apa sih keistimewaan Muhammad? Refleksi Maulid Nabi SAW

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Dokumen Pribadi Seperti seorang ratu dalam film Snow White (Putri Salju) yang bertanya ke cermin ajaib siapa yang paling cantik, sejarah peradaban manusia pun bertanya-tanya siapakah yang paling rupawan atau tampan. Tidak hanya kisah kanak-kanak, bahkan seorang filosof seperti Nietzsche pun menulis Thus Spoke Zarathustra yang bicara mengenai konsep ‘manusia unggul’ (Übermensch) yang lebih dari […]

  • Selamatkan Karst Kendeng, SMAN 1 Jakenan dan Komunitas Lingkungan Tanam Pohon di Gunung Panti

    Selamatkan Karst Kendeng, SMAN 1 Jakenan dan Komunitas Lingkungan Tanam Pohon di Gunung Panti

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    PATI — Aksi penyelamatan kawasan karst Pegunungan Kendeng kembali dilakukan melalui kegiatan penanaman ribuan bibit pohon di lereng Gunung Panti, Kecamatan Winong, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini diinisiasi Keluarga Besar SMA Negeri 1 Jakenan bekerja sama dengan komunitas Giat Tanam 33 sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan yang kian kritis. Penanaman melibatkan berbagai pihak, di antaranya […]

  • Masih Sulit Wujudkan Perpus Layak Anak di Pati

    Masih Sulit Wujudkan Perpus Layak Anak di Pati

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    PATI – Perpustakaan yang benar-benar layak anak masih sulit diwujudkan di Kabupaten Pati. Hingga saat ini, perpustakaan milik daerah pun belum bisa dikatakan sebagai perpustakaan yang layak anak.  Secara umum ikhtiar mewujudkan perpustakaan daerah di Kabupaten Pati untuk menjadi perpustakaan yang layak anak sudah dilakukan pemerintah melalui dinas terkait. Namun, lebih spesifik untuk dikategorikan menjadi […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyoroti masalah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pati. Ia memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik. “Bisa juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait pengolahan sampah ini sampah bisa dijadikan pupuk organik. Supaya bisa dimanfaatkan oleh para petani,” ungkapnya. Dengan jumlah sampah mencapai […]

expand_less