Breaking News
light_mode

Peringati Hari Guru Napas Tilas Sekolah Zaman Kolonial di Wedarijaksa Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
  • visibility 351
Para guru melakukan napak tilas di SD Wedarijaksa 1 yang menjadi peninggalan zaman kolonial Belanda

PATI – Napak tilas sekolah pada masa kolonial dilakukan sekelompok guru untuk memeringati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang. Acara ini bertajuk napak tilas perjalanan pendidikan yang ada di Kabupaten Pati. Untuk meningkatkan semangat mengajar dewasa ini.

Acara napak tilas ini dilakukan oleh Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM). Sekolah yang sudah berdiri pada zaman kolonialisme Belanda ini adalah SD Wedarijaksa 1.

Dari berbagai literatur, sekolah tersebut diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1918 dan tetap berdiri hingga sekarang. Salah satu gedungnya bahkan tampak masih terlihat kuno. Terlihat dari struktur bangunan hingga penggunaan gedek atau anyaman bambu untuk dindingnya. Menariknya, bangunan itu masih digunakan hingga sekarang. Meskipun di dinding bagian bawah luarnya tampak telah diperkuat.

Kepala SD Wedarijaksa 01, Sulastri menjelaskan, sebenarnya tak hanya bangunan itu saja yang masih otentik. Ada juga WC, dan pendopo kecil yang masih bangunan lama dan dipertahankan hingga saat ini.

“Namun jejak yang paling jelas adalah buku induk di sekolah ini. Terlihat di buku induk itu, awalnya sekolah ini merupakan Volksschool Wedarijaksa. Sekolah di era kolonial Belanda,” paparnya.

Namun di buku induk baru terlacak bukti catatan sejak tahun 1934. Namun hingga di tahun itu tercatat sudah ada 445 siswa yang bersekolah di sana. Di buku induk yang tertulis menggunakan bahasa Belanda itu tercatat nomor induk 445 diisi oleh siswa bernama Hono yang masuk sekolah pada 1 Agustus 1934.

Siswa itu juga dituliskan mulai bersekolah di umur 8 tahun dengan biaya sekolahnya 0,03 f. Selain itu di halaman lain di buku induk tersebut juga dituliskan merupakan Vervolgschool dengan Residentie Jepara –Rembang serta Regentschap Pati. Beruntung buku yang bisa menjadi pintu masuk penggalian sejarah itu disimpan dan dirawat dengan baik oleh sekolah.

Tak hanya sekolah di era Belanda, sekolah tersebut juga digunakan saat era kependudukan Jepang. Diantaranya tertuliskan penggunaan tahun versi Jepang dengan angka ’02 atau 2602 atau jika sama dengan tahun 1942. 

“Sekolah ini pun juga digunakan menjadi Sekolah Rakyat (SR). Pernah juga disebut sekolah kapsul. Sebenarnya dari penuturan orang-orang tua, sekolah ini berdiri sejak tahun 1918 namun untuk bukti yang sudah terlacak baru tahun 1934 tersebut,” imbuhnya.

Sulastri menambahkan, sekolah itu bahkan bukan hanya untuk satu desa saja. Namun sampai siswa satu kecamatan. Terlihat dari buku induk itu terdapat siswa dari berbagai desa di Kecamatan Wedarijaksa.

“Selain buku induk kami juga masih mendapati berkas-berkas lama. Mulai dari rapor, surat keterangan pengganti ijazah hingga ijazah itu sendiri. Kami berkomitmen untuk menyimpannya dengan baik,” ungkapnya.

Semangat

Sementara itu Ari Wibowo, Ketua Komunitas Solidaritas Guru Merdeka (SGM) Pati mengatakan, dipilahnya sekolah itu untuk napak tilas lantaran mereka menyadari betapa pentingnya membangun kesadaran tentang masa lalu untuk membangkitkan masa depan.

“Kami ingin belajar dari sejarah pendidikan di masa lalu itu. Sebagaimana nasihat Bung Karno untuk tidak melupakan sejarah,” terangnya.

Komunitas SGM sendiri merupakan sekumpulan guru di Kabupaten Pati yang tergerak untuk membangkitkan semangat pendidikan. Pendidikan bagi mereka merupakan hal penting untuk membuat perubahan yang efektif membangun kesadaran menjadi sebuah bangsa.

“Kami berharap bisa mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Kebetulan anggota kami merupakan guru penggerak yang tersebar di berbagai sekolah di Pati. Baik guru TK, SD, SMP maupun SMA dan SMK negeri maupun swasta,” imbuhnya.

“Kami ingin bersama-sama meningkatkan peran dan nilai guru. Karena guru adalah agen perubahan utama dan mendasar,” pungkasnya. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angin Puting Beliung Terjang Sukolilo, 4 Kandang Ayam Ambruk dan 30 Ribu Ternak Terdampak

    Angin Puting Beliung Terjang Sukolilo, 4 Kandang Ayam Ambruk dan 30 Ribu Ternak Terdampak

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.315
    • 0Komentar

    PATI – Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda wilayah Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Sabtu sore, 11 April 2026. Bencana alam yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ini menghantam area peternakan dan menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan. Hujan lebat yang disertai angin kencang berlangsung selama kurang lebih satu jam. Dalam […]

  • Cerita Mistis Mobil Nyasar ke Hutan Wukirsari Tambakromo Pati

    Cerita Mistis Mobil Nyasar ke Hutan Wukirsari Tambakromo Pati

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Mobil yang tersesat di hutan Desa Wukirsari Tambakromo Pati  Cerita tidak masuk akal terjadi di area hutan Pegunungan Kendeng, Desa Wukirsari. Sebuah mobil nyasar masuk ke dalam hutan saat malam hari. Padahal tidak jalan masuk hutan itu terhalang batu dan batang kayu.  PATI – Peristiwa mistis menggegerkan masyarakat Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Sabtu […]

  • Jepara Bakal Punya Pelabuhan Internasional untuk Ekspor, Lokasinya Ada di Sini

    Jepara Bakal Punya Pelabuhan Internasional untuk Ekspor, Lokasinya Ada di Sini

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 397
    • 0Komentar

    JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara (Pemkab Jepara), Jawa Tengah (Jateng) kembali mengapungkan wacana pembangunan pelabuhan internasional. Wacana ini kembali muncul setelah bertahun-tahun lenyap tanpa kabar. Wacana tersebut muncul dari angan-angan Bupati Jepara Witiarso Utomo dan didorong oleh para pengusaha Jepara. Gagasan ini kembali muncul saat Witiarso menggelar dialog dengan para pengusaha Jepara, Rabu (12/3/2025). Wiwit, […]

  • Balap Liar, Sembilan Remaja Diciduk Polisi di Sukolilo

    Balap Liar, Sembilan Remaja Diciduk Polisi di Sukolilo

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Balapan Liar Rawan Tawuran PATI – Ajang balap liar di Jalan Raya Kudus turut Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo kocar-kacir sore kemarin (10/5/2019). Hal itu lantaran Polsek Sukolilo melakukan operasi balapan liar. Hasilnya, sembila remaja diamankan bersama 11 sepeda motor yang berada di lokasi. Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kapolsek Sukolilo AKP Supriyono mengungkapkan, kegiatan […]

  • Mega Bintang Berdatangan Liga Arab Saudi Makin Seksi

    Mega Bintang Berdatangan Liga Arab Saudi Makin Seksi

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Karim Benzema/INSTAGRAM  Sejumlah pemain dari liga elite Eropa berdatangan ke Liga Arab Saudi. Salah seorang sumber mengungkap, jika otoritas Arab Saudi ingin membuat kompetisi sepak bola mereka lebih kompetitif sehingga mampu meningkatkan kualitas klub JAKARTA – Kompetisi sepak bola tertinggi di Arab Saudi semakin mendapat banyak sorotan. Setelah Al Nasr merekrut Cristiano Ronaldo pada Desember […]

  • Meresahkan Warga Tukang Begal Payudara Diciduk Polisi

    Meresahkan Warga Tukang Begal Payudara Diciduk Polisi

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 714
    • 0Komentar

      Polisi melakukan interogasi kepada pelaku begal payudara di Margoyoso, Pati. Pelaku begal payudara di Kecamatan Margoyoso, Pati berhasil diamankan petugas. Sebelumnya aksi tersebut telah dilakukan belasan kali. Dengan sasaran karyawan perempuan hingga santri putri di sekitar Kajen. PATI – Pelaku begal payudara berinisial DMR (23) berhasil diamankan Unit Intelkam Polsek Margoyoso  di Jl. Desa […]

expand_less