Breaking News
light_mode

Nindy Korban Mutilasi dan Pembakaran Adalah Sosok Mandiri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 16 Des 2017
  • visibility 285
Nindy Juga Pekerja Keras

Status Facebooknya yang menunjukkan Nindy memang pekerja keras

Lingkar Muria, PATI – Korban mutilasi dan pembakaran oleh suami
sendiri, Siti Saidah, 21, alias Sinok alias Nindy, di mata keluarga merupakan
perempuan yang mandiri. Selain mandiri, Nindy juga terkenal pekerja keras.
Saryadi, ayah Nindy menuturkan, putri bungsunya itu memang mandiri dan juga
pekerja keras. Usai lulus dari sekolah menengah tingkat pertama, Nindy langsung
mencari pekerjaan.
”Setelah lulus sekolah, dia
langsung cari kerja. Pontang-panting sendiri,
tak merepotkan orang tua, juga tak minta bantuan saya,” kata Saryadi kepada Lingkar Muria.
Lanjut Saryadi, dirinya sangat
salut dengan anak bungsunya ini. Dalam kaca mata penglihatannya ini, Saryadi
melihat Nindy sebagai anak yang ulet. Meskipun hanya tamatan sekolah menengah
pertama, Nindy mampu bekerja ditempat yang menurut orang kampung kepenak. Dalam artian tak menjadi buruh
kasar, meskipun beberapa saat Nindy pernah juga menjadi pembantu rumah tangga
di Pati Kota.
Nindy, sepengetahuan Saryadi
tercatat pernah bekerja sebagai sales kecantikan untuk area eks Karesidenan
Pati, kemudian menjadi Marketing di Adira, hingga terakhir menjadi Marketing
sebuah perusahaan properti besar di wilayah Metropolitan Jakarta sana, meski
baru dua hari. Sebab Nindy keburu meninggal dunia dihabisi suami sendiri.
”Dengan hal itulah saya marah
ketika kemarin ada pemberitaan di sebuah stasiun televisi yang mengatakan anak
saya dibunuh, kemudian dimutilasi, lantaran Nindy minta macam-macam. Minta
mobil lah, itu semua tak benar, sebab saya tau Nindy anaknya pekerja keras tak
mungkin menuntut macam-macam terhadap suaminya,” jelas Saryadi.
Bahkan, kata Saryadi, motor ninja
yang hendak dijual untuk DP mobil itu hasil kerja keras Nindy, juga saya ikut
bantu. ”Dulu motornya awal vario cw, kemudian diganti Mio GT, sudah tak suka
kemudian ganti Ninja. Itu saya ikut membantu. Begitu kok dibilang Nindy matre
dan sering menuntut suami,” tegas Saryadi dengan sedikit keheranan dan setengah
emosi.



Saat masih bekerja




Hal itu dibenarkan teman semasa
kecil Nindy. Susi Lina Puspita, 22, teman sejak kecil hingga dewasa mengaku
sangat terpukul. Ia masih tak menyangka teman karibnya itu pergi untuk
selamanya, yang lebih parah kepergiannya begitu tragis.
”Saya tak menyangka, Sinok (Red,
panggilan akrab Susi untuk Nindy) sudah tiada. Yang lebih membuat saya heran
ada berita yang macam-macam. Dibilang Sinok matre lah, sering minta-minta itu
tidak benar, saya yakin itu, sebab saya temannya sejak kanak-kanak hingga
seperti ini,” katanya dengan tangis yang tahan.
Lanjut Susi, saya mengenal betul
Sinok. Saya dengan Sinok sudah seperti saudara sendiri, kemana-mana bersama.
Juga sering tidur bersama di rumah Sinok. Pernah juga bekerja bersama Sinok
saat menjadi pembantu rumah tangga di Pati Kota, saat itu tepat usai lulus
sekolah.
”Di mata saya, Sinok itu memang
anak yang mandiri dan pekerja keras. Tak jarang lah mau menjadi pembantu rumah
tangga jika bukan ingin hidup mandiri dan tak menggantungkan hidupnya pada
orang tua, jadi saya tepit pemberitaan itu,” ujar Susi yang dapat ke rumah duka Sabtu pagi (16/12/17) kemarin. (lil)  
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    SIMBOLIS : Bupati Haryanto dan anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyerahkan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan kemarin Lingkar Muria, PATI – Selama ini di Kabupaten Pati nilai ekonomi pertanian masih dikuasai kalangan tengkulak. Hal ini disebabkan ketidakmampuan petani, sebab masih banyak yang masih bertani dengan cara […]

  • Pastikan Tepat Sasaran, Satpolairud dan Instansi Terkait Verifikasi QR Code Solar Subsidi Nelayan di Banyutowo

    Pastikan Tepat Sasaran, Satpolairud dan Instansi Terkait Verifikasi QR Code Solar Subsidi Nelayan di Banyutowo

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.335
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, jajaran TNI, Polsek Dukuhseti, serta perangkat pemerintah kecamatan dan desa melaksanakan pengecekan dan pembenahan data penerima QR Code solar subsidi bagi nelayan kecil. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, […]

  • Ini Sasaran Operasi Zebra Candi 2021 Polda Jateng

    Ini Sasaran Operasi Zebra Candi 2021 Polda Jateng

    • calendar_month Sel, 16 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

      Apel gelar pasukan Operasi Zebra Candi Polda Jateng SEMARANG – Direktorat lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng gelar Operasi Zebra Candi 2021. Kegiatan Operasi Zebra Candi 2021 dalam rangka persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryonugroho mengatakan operasi Zebra Candi 2021 mengedepankan cara bertindak edukatif, preventif, dan humanis. Sedanhkan […]

  • DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki Lebih Banyak RTLH di 2026

    DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki Lebih Banyak RTLH di 2026

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 345
    • 0Komentar

    PATI – Angka 20 menjadi catatan kelam bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Dari 75.000 rumah tak layak huni (RTLH) yang diperkirakan ada di Kabupaten Pati, hanya 20 unit yang berhasil diperbaiki pada tahun 2025. Data ini memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati yang mendesak Pemkab Pati untuk segera mengambil langkah […]

  • Harlah, Persit Donor Darah

    Harlah, Persit Donor Darah

    • calendar_month Kam, 1 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Persit merayakan hari lahir (harlah) yang ke 72. Dalam peringatan hari lahir atau hari ulang tahun persatuan istri prajurit tersebut, dimeriahkan dengan kegiatan donor darah pagi kemarin, KAmis (1/3/18) di Makodim 0718/Pati. Ketua Persit Pati Respati Ayu Rahma Wulan Sakti menuturkan, hal ini dilakukan sebagai bentuk sebuah keprihatinan sosial. Serta sebagai […]

  • DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, Nasi Jagung Jadi Rekomendasi

    DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, Nasi Jagung Jadi Rekomendasi

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 373
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal Pati untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Beliau menyatakan bahwa Pati tak hanya dikenal sebagai lumbung beras, tetapi juga kaya akan hasil pertanian lain seperti ketela, jagung, dan waloh. “Selain beras, kita punya ketela, jagung, waloh, dan berbagai hasil bumi […]

expand_less