Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Dorong UMK Jadi Pusat Pelatihan Calon Pekerja Migran melalui SMK Go Global

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 102.835

KUDUS – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong Universitas Muria Kudus (UMK) untuk berkontribusi dalam pelaksanaan program SMK Go Global yang diinisiasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia, terutama bagi siswa SMK di Kudus dan wilayah sekitarnya.

Hal itu disampaikan Edy saat menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk “Membedah Jaminan Perlindungan bagi Pekerja Migran dalam Penerapan Program SMK Go Global di Era Integrasi Pasar Kerja” yang berlangsung di Auditorium UMK, Rabu (14/10/2026).

Acara yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UMK itu juga menghadirkan Dewi Ariam, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya, Edy menjelaskan bahwa SMK Go Global menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

“Saya berharap UMK menjadi bagian dari SMK Go Global. Ada target 40 ribu calon pekerja migran yang akan disiapkan KP2MI, mulai dari pelatihan bahasa, kompetensi, uji kompetensi, hingga penempatan,” kata Edy.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan untuk berbagai tahapan persiapan calon pekerja migran hingga keberangkatan. Fasilitas tersebut meliputi pelatihan, uji kompetensi, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up, pengurusan visa, hingga paspor.

Menurut Edy, dukungan pemerintah itu menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk memperluas akses pelatihan bagi lulusan SMK yang berminat bekerja di luar negeri. UMK dinilai dapat mengambil peran dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Ia pun berharap UMK menginisiasi pusat pelatihan melalui UMK Migrant Center atau pusat layanan pekerja migran berbasis universitas. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pelatihan bagi siswa SMK dari Kudus dan daerah sekitarnya sebelum memasuki dunia kerja internasional.

“SMK-SMK yang ada di Kudus dan sekitarnya bisa berada di training center yang nanti dikembangkan oleh UMK melalui UMK Migrant Center berbasis universitas. Ini yang saya harapkan agar target 40 ribu calon pekerja migran bisa tercapai,” ujarnya.

Edy juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah calon pekerja migran yang dipersiapkan dalam beberapa tahun ke depan. Setelah menargetkan 40 ribu orang pada tahap awal, pemerintah merencanakan penyiapan masing-masing 140 ribu calon pekerja migran pada 2027, 2028, dan 2029.

Melalui tahapan tersebut, pemerintah menargetkan total 500 ribu calon pekerja migran Indonesia dapat dipersiapkan melalui program SMK Go Global.

Meski demikian, Edy mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan. Proses penyiapan calon pekerja migran, menurutnya, harus berangkat dari kebutuhan tenaga kerja yang benar-benar tersedia di negara atau perusahaan tujuan.

“KP2MI betul-betul mendesain mulai dari persiapan, penempatan, hingga perlindungan di negara tujuan. Basisnya adalah job order,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja atau job order dapat diperoleh melalui kerja sama antarpemerintah (government to government), kerja sama antarpihak swasta (private to private), serta permintaan melalui perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).

Informasi kebutuhan tenaga kerja tersebut selanjutnya menjadi acuan bagi lembaga penyelenggara pelatihan dalam mempersiapkan calon pekerja migran. Lembaga yang terlibat dapat berupa perguruan tinggi, balai latihan kerja (BLK) pemerintah, maupun lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta.

Dengan mekanisme tersebut, pelatihan diharapkan tidak sekadar meningkatkan kemampuan calon pekerja migran, tetapi juga terhubung langsung dengan peluang kerja yang tersedia di luar negeri.

“Job order-nya kita tarik dulu. Maka saya meyakini dengan cara seperti ini, perlindungan bagi pekerja, baik sebelum maupun selama penempatan, dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Program SMK Go Global diharapkan mampu memperkuat sistem penyiapan pekerja migran Indonesia secara terencana, mulai dari pemenuhan kompetensi hingga penempatan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Keterlibatan perguruan tinggi, termasuk UMK, menjadi salah satu faktor penting untuk membangun ekosistem pelatihan sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMK.

Selain membahas persiapan tenaga kerja, talkshow tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa UMK untuk mendalami pentingnya jaminan perlindungan bagi pekerja migran di tengah integrasi pasar kerja global.

Aspek perlindungan dinilai tidak kalah penting dari kompetensi. Dengan persiapan yang tepat dan proses penempatan sesuai ketentuan, calon pekerja migran diharapkan memiliki keterampilan yang dibutuhkan sekaligus memperoleh kepastian untuk bekerja secara aman di negara tujuan.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persipa Pati Libas Slawi United 4 – 0

    Persipa Pati Libas Slawi United 4 – 0

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Kapten tim Persipa Pati Tri Handoko dibayangi pemain Slawi United Akhirnya Persipa Pati memetik poin penuh. Setelah pada laga pertama hanya bermain seri 0 – 0. Kini Laskar Saridin makin percaya diri mengarungi Liga 3 dengan misi naik kasta.  PEKALONGAN – Persipa Pati menatap laga demi laga di Liga 3 Jawa Tengah dengan penuh optimistis. […]

  • Polresta Pati Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Sukolilo, Satu Tersangka Diamankan

    Polresta Pati Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Sukolilo, Satu Tersangka Diamankan

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.595
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pati resmi mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Lapangan Sukolilo, wilayah Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis, 12 September 2024 sekitar pukul 20.00 WIB, sementara pengumuman pengungkapan kasus dilaksanakan di Aula SS Mapolresta Pati pada Kamis, 13 Agustus 2026 mulai pukul […]

  • UIN Sunan Kudus Kirim 1.960 Mahasiswa untuk KKN di 132 Desa Kabupaten Kudus

    UIN Sunan Kudus Kirim 1.960 Mahasiswa untuk KKN di 132 Desa Kabupaten Kudus

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 352
    • 0Komentar

    KUDUS – Sebanyak 1.960 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025. Pelepasan yang berlangsung khidmat di Lapangan Utama belakang Rektorat UIN Sunan Kudus pada Rabu (30/7/2025), dihadiri oleh para pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan panitia KKN 2025. Wakil Rektor I UIN Sunan […]

  • Mantan Napiter Poso Deklarasi Lawan Radikalisme dan Terorisme

    Mantan Napiter Poso Deklarasi Lawan Radikalisme dan Terorisme

    • calendar_month Kam, 24 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

      Suasana deklarasi lawan radikalisme dan terorisme oleh mantan napi terorisme POSO, Nasional – Upaya Satgas Madago Raya dengan menggandeng Kementrian Agama Kabupaten Poso, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, tokoh agama dan tokoh adat telah memberikan harapan terciptanya kedamaian di Bumi Sintuwu Maroso, Poso Sulawesi Tengah. Warga masyarakat Dusun Tamanjeka Desa Masani Kec. Poso […]

  • Seorang Janda Diancam Dibacok oleh Tetangga karena Menagih Utang

    Seorang Janda Diancam Dibacok oleh Tetangga karena Menagih Utang

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PATI – Seorang janda warga Desa Sidokerto, Pati, mengalami ancaman pembacokan dari tetangganya karena menagih utang yang belum dibayar. Kejadian terjadi saat arisan dawis pada Senin (8/7/2024). Rumilah, janda tersebut, merasa takut dan khawatir setelah diancam oleh pelaku dengan golok saat mencoba mengklarifikasi utang kepada istri pelaku. “Saya coba konfirmasi terkait dengan uang Rp10 juta […]

  • Operasi Keselamatan Candi 2026 di Pati: Aturan Dibuat untuk Melindungi, Bukan Menakuti

    Operasi Keselamatan Candi 2026 di Pati: Aturan Dibuat untuk Melindungi, Bukan Menakuti

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.238
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Pati mengadakan kegiatan simpatik bersama berbagai instansi terkait di Jalan Kolonel Sunandar, tepatnya di depan GOR Pesantenan, pada hari Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini mengusung pendekatan yang menggabungkan unsur persuasif, edukatif, serta penegakan hukum yang proporsional, bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan risiko terjadinya […]

expand_less