Generasi Muda Diminta Aktif Kawal Demokrasi, DPRD Pati: Suaramu Masa Depan Indonesia
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 102.517

Kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati, dengan peserta para pelajar SMA.
PATI – Keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan demokrasi sekaligus menentukan arah kebijakan publik. Kalangan anak muda pun diharapkan tidak memilih sikap apatis, pesimistis, maupun pragmatis ketika menghadapi perkembangan politik dan demokrasi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, saat menjadi pembicara dalam kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut diikuti para pelajar SMA.
Dalam kesempatan itu, Kastomo menjelaskan bahwa politik memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar persoalan perebutan kekuasaan. Menurutnya, generasi muda memiliki ruang untuk terlibat dalam proses demokrasi, memahami persoalan politik, hingga ikut memberikan kontribusi dalam pengambilan kebijakan publik.
“Politik anak muda adalah keterlibatan, pemahaman, dan peran aktif generasi muda dalam proses demokrasi dan pengambilan keputusan publik, bukan sekadar urusan kekuasaan,” ujar Kastomo.
Ia menyebut jumlah pemilih muda pada Pemilu 2024 menjadi gambaran besarnya posisi generasi muda dalam sistem demokrasi Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah pemilih muda mencapai sekitar 115 juta orang atau 56,54 persen dari keseluruhan pemilih.
Menurut Kastomo, besarnya jumlah tersebut harus dibarengi dengan pemahaman politik yang memadai. Dengan demikian, generasi muda dapat menggunakan hak politiknya secara sadar, kritis, dan bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan agar anak muda tidak memilih untuk menjauh dari dinamika politik. Menurutnya, sikap tidak peduli terhadap politik dapat membuat kepentingan dan suara generasi muda kurang terakomodasi dalam proses pengambilan keputusan.
“Pemuda jangan apatis, pesimis, dan pragmatis dalam menghadapi politik demokrasi kita. Suaramu adalah masa depan Indonesia,” tegasnya.
Kastomo menambahkan, pendidikan politik memiliki peran dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap kehidupan demokrasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membekali anak muda untuk mengenali hak dan kewajibannya sebagai warga negara sekaligus mendorong partisipasi dalam kehidupan demokrasi secara kritis dan bertanggung jawab.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

