Pertandingan Persiku Kudus vs PSIS Semarang Batal Digelar karena Izin Polisi Tidak Keluar
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 102.436

Pertandingan Persiku Kudus melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (27/9/2026), akhirnya batal digelar karena belum terbitnya izin dari kepolisian setempat.
YOGYAKARTA — Laga pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 antara Persiku Kudus dan PSIS Semarang yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (27/9/2026), akhirnya batal digelar. Pembatalan ini diputuskan karena izin penyelenggaraan pertandingan dari kepolisian setempat tidak diterbitkan.
Akibat keputusan tersebut, PSIS Semarang tidak dapat menjalani pertandingan sesuai jadwal. Padahal, seluruh unsur klub — mulai dari manajemen, staf pelatih, para pemain, hingga pendukung — sudah berada di Yogyakarta dalam rangka menghadapi laga tersebut.
Setelah pembatalan diumumkan secara resmi, General Manager PSIS Semarang, Wafa Amry, menemui kelompok suporter Panser Biru di kawasan Stadion Sultan Agung. Turut mendampingi Amry adalah pelatih Widodo Cahyono Putro beserta sejumlah pemain, antara lain Hari Nur Yulianto dan Komang Tri.
Dalam pertemuan itu, Amry menjelaskan rangkaian kejadian yang berujung pada pembatalan pertandingan tersebut. Dijelaskannya bahwa pada Minggu siang sebelumnya telah diadakan rapat darurat yang melibatkan manajemen tuan rumah, pejabat penyelenggara pertandingan, pihak kepolisian, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Target kami tidak main-main di hari ini. Kami ingin tiga poin di Stadion Sultan Agung Bantul,” ujar Amry seperti dikutip dari video yang diunggah akun Instagram Ketua Panser Biru, @kepareng_wareng.
Amry menegaskan bahwa PSIS berada dalam kondisi siap bertanding sepenuhnya. Ia menyebut pihaknya telah memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam rangka persiapan pertandingan tersebut.
“Kami menyampaikan kepada match commissioner bahwa kami dari PSIS Semarang sangat siap untuk bermain hari ini dengan segala regulasi dan kewajiban yang harus kami lakukan dari H-2 sampai hari pertandingan,” katanya.
Pihak PSIS menyampaikan keberatan atas pembatalan tersebut karena dinilai merugikan. Meski demikian, Amry menyebut status resmi pertandingan selanjutnya sepenuhnya bergantung pada keputusan yang akan dikeluarkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Manajemen PSIS berencana menunggu pengumuman resmi dari LIB sebelum memberikan keterangan lebih lanjut melalui saluran resmi klub.
Di hadapan para suporter, Amry juga memohon agar pendukung PSIS tetap menjaga sikap dan ketertiban pascapembatalan ini. Ia mengajak seluruh elemen pendukung untuk menghormati keputusan serta ketentuan yang berlaku, termasuk perizinan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian setempat.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

