Breaking News
light_mode

Nadirsyah Hosen ; NU Harus Melawan Provokator-provokator Umat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
  • visibility 87

Bedah buku Saring sebelum Sharing bersama Prof Nadirsyah Hosen, Rois Syuriah PCINU Australia – Selandia Baru
Pukul sepuluh
pagi, Minggu (17/3/2019)
  Profesor
Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir mengisi seminar dan bedah buku
terbarunya yang berjudul “Saring Sebelum Sharing” di Gedung PC NU
Kabupaten Jepara. Bedah buku di Jepara ini merupakan rangkaian _tour_nya di
berbagai kota se-Indonesia.

Pada
kesempatan itu, Gus Nadir yang juga sebagai Ketua PCINU Australia dan New
Zeeland menjelaskan berbagai fenomena mutakhir yang membuat kondisi Indonesia
cukup memprihatinkan. Terutama dalam hal keberagamaan. Menurutnya, ada
provokator-provokator yang sengaja membuat kedamaian Indonesia terguncang
melalui media sosial.

Gus Nadir juga
menyebutkan beragam modus yang dipakai para provokator tersebut. Yang paling
sering yaitu mereka pura-pura bertanya dengan menyertakan sebuah berita. Namun
pertanyaan itu dilontarkan untuk memancing perdebatan yang berujung konflik.

“Misalnya,
ada yang melempar pertanyaan tentang kesalahan salah satu pasangan calon
presiden. Namun pertanyaan itu dilemparkan kepada kita-kita yang sama sekali
tidak memiliki hubungan politik apapun kepada keduanya. Tentu ini tujuannya untuk
memancing emosi,” katanya.

Selain itu,
lanjut Gus Nadir, umat Islam juga diprovokasi dengan membenturkan pernyataan
antar ulama atau tokoh agama. Dikatakan, hal ini sering menimpa para kyai-kyai
NU. Sebab, banyak pihak yang tidak suka dengan paradigma NU yang lebih
mengutamakan persatuan seluruh umat beragama di Indonesia dibandingkan lebih
menonjolkan diri sebagai umat yang mendominasi negara.

Modus yang
ketiga, sambung Gus Nadir, umat Islam Indonesia diprovokasi dengan dalil-dalil
yang tidak relevan dengan konteks kekinian. Dalil-dalil itu dipaksakan untuk
merespon fenomena yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dalil yang
disertakan. Ia mencontohkan, mendekati pemilu kali ini, banyak yang mengutip
dalil atau hadis tentang perang sebagai upaya untuk menggiring opini publik
supaya “memerangi” lawan politiknya.

“Yang
lebih ekstrim, ada pihak yang menyerukan untuk kembali ke Qur’an dan hadis. Lha
memangnya kita (NU: red) pernah meninggalkan Qur’an dan Hadis? Ada-ada saja
mereka itu. Selain itu, mereka juga sering mengkafir-kafirkan yang tak sama
dengan mereka. Ini jelas salah besar dan NU harus menjadi garda terdepan untuk
meluruskan mereka,” tambahnya.

Melalui buku
tersebut, Gus Nadir berharap upayanya menghadirkan pesan Islam yang benar-benar
rahmatan Lil ‘alamin. Ia juga mendorong warga Nahdliyyin untuk aktif berdakwah
melalui media sosial, agar masyarakat yang awam agama bisa tersentuh oleh
dakwah ala NU.

Dalam seminar
itu hadir juga Nasrullah Afandi, doktor maqosidus syariah alumni Maroko
sekaligus Wakil Katib PWNU Jawa Tengah, sebagai pembanding Gus Nasrul sangat
mendukung dengan karya-karya Gus Nadir yang mencerahkan dan menyejukkan
kekacauan masyarakat saat ini. Dia juga sepakat untuk mendorong seluruh warga
NU agar bersama-sama melawan provokator-provokator yang mengatasnamakan agama
sebagai dalih untuk memecah belah.

“Paham-paham
radikalisme dan ekstrimisme telah nyata-nyata menggerogoti kesatuan bangsa
kita. Oleh sebab itu, saya serukan kepada warga NU untuk melawan mereka. NU
harus menjadi pihak pertama yang menyelamatkan bangsa,” tegasnya. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbiasa Hadapi Berbagai Karakter

    Terbiasa Hadapi Berbagai Karakter

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Ika Safitriana Sumber : Istimewa Bekerja sebagai Human Resource Development (HRD) hotel dijalani Ika Safitriana setahun terakhir. Sebelumnya, ia menjadi ticketing officer di PT KAI Jogjakarta. Banyak hal yang didapat dari pekerjaan menjadi HRD. Ika, sapaan akrabnya, bisa mengenal lebih banyak orang yang berbeda-beda.  “Saya ingin bekerja di Pati karena ingin berdekatan dengan keluarga. Karena […]

  • Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

    Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sebuah adegan dalam pentas ketoprak Pati beberapa waktu yang lalu/ @kusumaryanadi Para seniman ingin kembali pentas secara normal. Apalagi menjelang “musim panen” kesenian tradisional pada bulan Syawal, Apit, dan Besar. Pentas terbuka sangat diharapkan para seniman agar kehidupan mereka bisa bangkit lagi setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19.  PATI – Para seniman sangat berharap […]

  • 777 Anggota KPPS di Kecamatan Margoyoso Resmi Dilantik, Siap Bertugas di Pilkada Serentak 2024

    777 Anggota KPPS di Kecamatan Margoyoso Resmi Dilantik, Siap Bertugas di Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 777 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, resmi dilantik dan disumpah pada Kamis (7/11/2024). Pelantikan ini menandai kesiapan mereka untuk bertugas di 111 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 22 desa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada Rabu, 27 November […]

  • Wakil Ketua II DPRD Pati Dukung Program Pemerintah Pusat, Minta Koperasi Desa Dikelola Profesional

    Wakil Ketua II DPRD Pati Dukung Program Pemerintah Pusat, Minta Koperasi Desa Dikelola Profesional

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungannya terhadap program-program pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, salahsatunya yaitu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dukungan ini disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, dalam sebuah pernyataan resmi. “DPRD mendukung program pemerintah pusat, jadi dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan […]

  • Teguh Bandang Waluya Pimpin Pansus Hak Angket DPRD Pati, Ini Daftar Anggota Selengkapnya

    Teguh Bandang Waluya Pimpin Pansus Hak Angket DPRD Pati, Ini Daftar Anggota Selengkapnya

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengambil langkah signifikan dengan membentuk panitia khusus (pansus) hak angket. Langkah ini berpotensi membuka jalan bagi pemakzulan Bupati Pati, Sudewo. Pembentukan pansus ini merupakan respons terhadap aksi demonstrasi yang terjadi pada tanggal 13 Agustus, di mana massa menuntut agar Bupati Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya. Berikut […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Bambang Susilo Minta Anggota Baru Cepat Bekerja Serap Aspirasi Rakyat

    Wakil Ketua DPRD Pati Bambang Susilo Minta Anggota Baru Cepat Bekerja Serap Aspirasi Rakyat

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 88
    • 0Komentar

    PATI – Bambang Susilo, Ketua DPRD Pati, mendorong anggota dewan yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dan bekerja cepat. Hal ini disampaikannya dalam rangka mempersiapkan anggota dewan untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal. “Tugas-tugas DPRD itu membahas anggaran, legislasi, dan pengawasan, menyerap aspirasi masyarakat sebaik-baiknya serta melaksanakan tugas pokok sebagai anggota dewan,” ujar Bambang, […]

expand_less