Breaking News
light_mode

Nadirsyah Hosen ; NU Harus Melawan Provokator-provokator Umat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
  • visibility 270

Bedah buku Saring sebelum Sharing bersama Prof Nadirsyah Hosen, Rois Syuriah PCINU Australia – Selandia Baru
Pukul sepuluh
pagi, Minggu (17/3/2019)
  Profesor
Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir mengisi seminar dan bedah buku
terbarunya yang berjudul “Saring Sebelum Sharing” di Gedung PC NU
Kabupaten Jepara. Bedah buku di Jepara ini merupakan rangkaian _tour_nya di
berbagai kota se-Indonesia.

Pada
kesempatan itu, Gus Nadir yang juga sebagai Ketua PCINU Australia dan New
Zeeland menjelaskan berbagai fenomena mutakhir yang membuat kondisi Indonesia
cukup memprihatinkan. Terutama dalam hal keberagamaan. Menurutnya, ada
provokator-provokator yang sengaja membuat kedamaian Indonesia terguncang
melalui media sosial.

Gus Nadir juga
menyebutkan beragam modus yang dipakai para provokator tersebut. Yang paling
sering yaitu mereka pura-pura bertanya dengan menyertakan sebuah berita. Namun
pertanyaan itu dilontarkan untuk memancing perdebatan yang berujung konflik.

“Misalnya,
ada yang melempar pertanyaan tentang kesalahan salah satu pasangan calon
presiden. Namun pertanyaan itu dilemparkan kepada kita-kita yang sama sekali
tidak memiliki hubungan politik apapun kepada keduanya. Tentu ini tujuannya untuk
memancing emosi,” katanya.

Selain itu,
lanjut Gus Nadir, umat Islam juga diprovokasi dengan membenturkan pernyataan
antar ulama atau tokoh agama. Dikatakan, hal ini sering menimpa para kyai-kyai
NU. Sebab, banyak pihak yang tidak suka dengan paradigma NU yang lebih
mengutamakan persatuan seluruh umat beragama di Indonesia dibandingkan lebih
menonjolkan diri sebagai umat yang mendominasi negara.

Modus yang
ketiga, sambung Gus Nadir, umat Islam Indonesia diprovokasi dengan dalil-dalil
yang tidak relevan dengan konteks kekinian. Dalil-dalil itu dipaksakan untuk
merespon fenomena yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dalil yang
disertakan. Ia mencontohkan, mendekati pemilu kali ini, banyak yang mengutip
dalil atau hadis tentang perang sebagai upaya untuk menggiring opini publik
supaya “memerangi” lawan politiknya.

“Yang
lebih ekstrim, ada pihak yang menyerukan untuk kembali ke Qur’an dan hadis. Lha
memangnya kita (NU: red) pernah meninggalkan Qur’an dan Hadis? Ada-ada saja
mereka itu. Selain itu, mereka juga sering mengkafir-kafirkan yang tak sama
dengan mereka. Ini jelas salah besar dan NU harus menjadi garda terdepan untuk
meluruskan mereka,” tambahnya.

Melalui buku
tersebut, Gus Nadir berharap upayanya menghadirkan pesan Islam yang benar-benar
rahmatan Lil ‘alamin. Ia juga mendorong warga Nahdliyyin untuk aktif berdakwah
melalui media sosial, agar masyarakat yang awam agama bisa tersentuh oleh
dakwah ala NU.

Dalam seminar
itu hadir juga Nasrullah Afandi, doktor maqosidus syariah alumni Maroko
sekaligus Wakil Katib PWNU Jawa Tengah, sebagai pembanding Gus Nasrul sangat
mendukung dengan karya-karya Gus Nadir yang mencerahkan dan menyejukkan
kekacauan masyarakat saat ini. Dia juga sepakat untuk mendorong seluruh warga
NU agar bersama-sama melawan provokator-provokator yang mengatasnamakan agama
sebagai dalih untuk memecah belah.

“Paham-paham
radikalisme dan ekstrimisme telah nyata-nyata menggerogoti kesatuan bangsa
kita. Oleh sebab itu, saya serukan kepada warga NU untuk melawan mereka. NU
harus menjadi pihak pertama yang menyelamatkan bangsa,” tegasnya. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Budaya Piji Wetan Kenalkan Ajaran Sunan Muria

    Kampung Budaya Piji Wetan Kenalkan Ajaran Sunan Muria

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Dua ajaran luhur Sunan Muria diangkat sebagai bahan mengikuti lomba cerita budaya desa. Dua ajaran itu adalah Tapa Ngeli dan Pagar Mangkuk. Ajaran yang penuh nilai filosofi. KUDUS – Budaya menjadi pondasi dalam membentuk karakter masyarakat yang penuh dengan kearifan dan terbuka untuk semua kalangan. Mengikuti lomba cerita budaya desaku Kemendikbud RI, warga Piji Wetan […]

  • Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Batik khas produksi dari Kecamatan Winong, cukup diminati banyak pengunjung. Hal itu terlihat dari ramainya stand penjualan di arena upacara pembukaan TMMD di Desa Godo Kecamatan Winong Rabu (4/3/2018). Batik yang berasal dari Desa Winong tersebut, memiliki sisi keunikan yang khas diantara batik lainnya. Tri Widayati, owner Batik Tulis khas Winong […]

  • Nuansa Elegan Jersey Persipa Berbalut Motif Batik Bakaran

    Nuansa Elegan Jersey Persipa Berbalut Motif Batik Bakaran

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

      Jersey away warna putih yang elegan/PERSIPA PATI Desain jersey Persipa Pati selalu menarik. Di musim perdananya mentas di Liga 2 tahun 2022 ini skuad Laskar Saridin bakal tampil dengan “baju perang” dengan desain yang elegan dengan tetap berbalut motif batik tulis Bakaran yang merupakan budaya asli daerah pesisir ini. PATI – Batik bakaran khas […]

  • Foto Curva Nord Syndicate/TWITTER 

    Tarian Kolosal Cikgongsir Tampil di Opening Ceremony Porprov Pati Raya

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pementasan tarian kolosal Cikgongsir beberapa waktu yang lalu. Pada 5 Agustus bakal disajikan dalam pembukaan Porprov.   Opening ceremony Porprov Jawa Tengah di Pati Raya bakal dimeriahkan dengan tarian kolosal Cikgongsir. Tarian ini berakar dari kesenian tradisional asli Pati Gong Cik yang sudah eksis sejak zaman kolonial Belanda dulu.  PATI – Pesta pembukaan multievent Porprov […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Lebih Serius Kembangkan Wisata Budaya Lokal

    DPRD Pati Minta Pemkab Lebih Serius Kembangkan Wisata Budaya Lokal

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 290
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk lebih serius dalam mengembangkan potensi wisata budaya lokal. Hal ini disampaikan mengingat banyaknya potensi seni dan budaya yang dimiliki Pati, namun belum dikelola secara optimal. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, mengungkapkan bahwa Pati memiliki berbagai potensi wisata budaya yang menarik, seperti pentas wayang topeng soneyan, […]

  • Diduga Bermasalah Oknum Polisi di Pati Dilaporkan ke Polda Jateng

    Diduga Bermasalah Oknum Polisi di Pati Dilaporkan ke Polda Jateng

    • calendar_month Rab, 27 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

      PATI – Seorang oknum polisi di Polres Pati dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Oknum polisi ini diduga menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam kegiatan operasi karaoke. Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Karaoke (Pusaka) Pati, Heri Susanto menjelaskan laporan itu dilayangkan ke Polda Jawa Tengah pada 29 September lalu. Saat ini masih tahap pemeriksaan. “Beberapa waktu […]

expand_less