Breaking News
light_mode

Komisi C DPRD Pati : Wilayah Pati Luas dan Beragam, Pembangunan Infrastruktur Harus Tepat Sasaran

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
  • visibility 99.070

PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Wardjono, menyatakan pembangunan infrastruktur di daerahnya harus disusun dengan perencanaan yang matang.

Hal ini disampaikannya mengingat kondisi wilayah Pati yang sangat beragam, mulai dari kawasan pertanian, pesisir, pusat industri kecil, hingga wilayah yang rawan banjir, yang semuanya memerlukan pendekatan pembangunan yang berbeda-beda.

“Kabupaten Pati memiliki tantangan infrastruktur yang cukup kompleks karena wilayahnya luas dan memiliki karakteristik yang beragam. Kondisi ini membutuhkan pembangunan yang benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, masalah yang paling sering dikeluhkan warga hingga kini adalah kerusakan pada ruas jalan kabupaten.

Kondisi ini sangat terasa di jalur penghubung antar kecamatan maupun jalan yang menjadi akses utama menuju pusat-pusat ekonomi masyarakat.

Menurut dia, kerusakan jalan membawa dampak nyata bagi kehidupan warga, mulai dari terganggunya distribusi hasil pertanian, kesulitan mobilitas, hingga kenaikan biaya pengangkutan barang dan logistik.

“Kerusakan jalan tidak bisa dianggap persoalan biasa karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Selain menghambat aktivitas ekonomi, kondisi jalan rusak juga membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Selain masalah jalan, Wardjono juga menyoroti kondisi drainase dan persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Hal ini dinilainya masih sering terjadi akibat pendangkalan sungai serta sistem saluran air yang belum berfungsi secara maksimal di sejumlah titik.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya normalisasi sungai tetapi juga pembenahan sistem drainase agar aliran air lebih lancar saat musim hujan,” katanya.

Sebagai daerah yang berbasis pertanian, ia mengingatkan bahwa jaringan irigasi adalah kebutuhan pokok yang tak bisa ditawar bagi para petani.

Pembangunan dan pemeliharaan sarana irigasi yang baik akan sangat menentukan tingkat produksi pertanian serta kesejahteraan masyarakat tani.

“Irigasi yang baik akan mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Karena itu pembangunan dan perawatan jaringan irigasi harus menjadi prioritas,” imbuhnya.

Terakhir, Wardjono menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan. Ia mengingatkan agar tidak ada kesenjangan antara fasilitas di wilayah perkotaan dengan daerah pedesaan, supaya seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan secara adil.

“Masyarakat desa juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses infrastruktur yang layak. Kami di DPRD terus mendorong agar pembangunan di Kabupaten Pati bisa merata hingga wilayah pelosok,” pungkasnya.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisa Peluang Promosi Persijap Jepara ke Liga 1 : Cuma Butuh Dua Kemenangan Saja!

    Analisa Peluang Promosi Persijap Jepara ke Liga 1 : Cuma Butuh Dua Kemenangan Saja!

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 313
    • 0Komentar

    JEPARA – Situasi sulit dialami Persijap Jepara untuk menjaga asa promosi ke Liga 1. Ada berlapis rintangan yang harus disingkirkan sendiri. Tanpa mengharap “bantuan” dari pihak lain. Ya itulah yang dialami oleh tim berjuluk Laskar Kalinyamat jelang laga pemungkas babak 8 besar menghadapi Persela Lamongan pada Selasa 18 Februari 2025. Persijap Jepara harus menentukan nasibnya […]

  • Komunitas Panahan Pati, Dari Hobi Lalu Berprestasi

    Komunitas Panahan Pati, Dari Hobi Lalu Berprestasi

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Komunitas Cendekia Archery Team (CAT) Salah satu anggota CAT saat mengikuti kejuaraan  Berdiri sejak Desember 2016, komunitas panahan di Kota Nasi Gandul ini tak hanya sebatas kumpul hobi-hobi. Tercatat, sejumlah prestasi kejuaraan panahan berhasil ditorehkan para anggotanya, bahkan kejuaraan hingga tingkat nasional. Baru-baru ini, salah satu anggota CAT mempersembahkan prestasi membanggakan. Adalah Nabilla Ayoe, dia […]

  • Netizen Kritik Keras Acara Pemecahan Rekor MURI Pemkab Jepara

    Netizen Kritik Keras Acara Pemecahan Rekor MURI Pemkab Jepara

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JEPARA – Belakangan ini Pemerintah Kabupaten Jepara rajin menggelar acara pemecahan rekor MURI. Salah satu yang menjadi sorotan adalah acara pemecahan rekor MURI perempuan berkebaya minum kopi, yang digelar di kawasan Pantai Bandengan. Acara pemecahan rekor MURI yang digelar Minggu (12/5/2024) ini tampak sangat dipaksakan, bahkan terkesan kurang kreatif. Acara ini mendapat kritikan juga dari […]

  • Asistensi Kemendagri untuk Masa Transisi, DPRD Pati Berikan Dukungan Penuh

    Asistensi Kemendagri untuk Masa Transisi, DPRD Pati Berikan Dukungan Penuh

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.240
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B dan Komisi C DPRD Kabupaten Pati turut mendukung asistensi yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, yang bertujuan menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan di masa transisi kepemimpinan. Hal itu disampaikan setelah kedua ketua komisi, Muslihan dan Joni Kurnianto, menghadiri rapat koordinasi antara Pemkab Pati dan Kemendagri di Ruang […]

  • Sejarah Gambiran Pusat Penyebaran Islam di Pati Masa Lalu

    Sejarah Gambiran Pusat Penyebaran Islam di Pati Masa Lalu

    • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Potret Masjid Gambiran, Desa Sukoharjo, Margorejo, Pati Gambiran disebut pusat penyebaran Islam di tanah Pati pada masa lampau. Berbicara tentang syiar Islam tidak terlepas dari nama Mbah Cungkrung. Beliau murid Sunan Muria, yang berdakwah dengan corak tasawuf. Bukti lain bahwa dahulu Gambiran merupakan pusat Islam di Pati, adalah keberadaan pemakaman Islam kuno di Dukuh Gambiran RT […]

  • Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    • calendar_month Sab, 2 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Keberadaan Pesantren Maslakul Huda diperkirakan sudah ada sejak tahun 1910. Dulunya pesantren ini sering disebut dengan nama pesantren polgarut, sebab terletak di daerah yang dikenal dengan sebutan gempol garut di Desa Kajen bagian barat. Pendirinya KH. Mahfudz, ayahanda dari KH. Sahal Mahfudz yang dikenal luas sebagai sang Begawan Fiqih. Namun, pemberian nama Maslakul Huda, menurut […]

expand_less