LTNNU Pati Bagikan Nasi Ayam Geprek dan Sosialisasikan Bahaya Hoaks kepada Korban Banjir
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1.457

LTNNU Pati saat menyalurkan bantuan langsung kepada korban banjir yang melanda Kabupaten Pati.
PATI – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati menggabungkan bantuan langsung dengan edukasi kepada korban banjir yang telah melanda Kabupaten Pati selama lebih dari sepekan.
Pada Minggu (18/1/2026), mereka menyebarkan ratusan porsi nasi ayam geprek sekaligus memberikan sosialisasi tentang bahaya hoaks atau berita bohong.
Banjir mulai menerjang wilayah ini sejak Jumat (9/1/2026), mengakibatkan banyak informasi beredar di media sosial. Di masa darurat seperti ini, informasi bohong kerap muncul dan menjadi beban tambahan bagi masyarakat.
Hoaks tidak hanya mengaburkan fakta, tetapi juga berpotensi menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu dan menghambat langkah-langkah penanggulangan bencana.
Hal ini menjadi alasan penting bagi setiap orang untuk memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama terkait situasi bencana alam.
Untuk menangani hal tersebut, LTNNU Pati memilih untuk menyosialisasikan bahaya berita palsu sambil memberikan bantuan kepada korban di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa ratusan porsi nasi geprek, melainkan juga berbagai jenis obat-obatan.
”Sebagai contoh kemarin ada berita hoaks adanya buaya di tengah banjir Tayu. Ternyata lokasinya di Malaysia,” ujar Ketua LTNNU Pati Angga Saputra.
”Tadi bagi 200-an nasi kotak, puluhan dus air mineral, obat-obatan seperti salep gatal, tolak angin, obat flu dan batuk, kemudian ada puluhan pak roti. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga terdampak karena seperti yang kita tahu banyak warga yang aktivitasnya terhambat banjir, mau masak juga kesulitan,” tambahnya.
Desa Tondomulyo termasuk wilayah yang paling parah terdampak banjir di Kabupaten Pati. Menurut data Pemerintah Desa (Pemdes), hampir seluruh warga desa terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan akses keluar masuk desa terhalang total.
Sekitar 2.100 jiwa warga terdampak, dengan permukiman, jalan raya, fasilitas umum, dan lahan pertanian tergenang air hingga ketinggian 80-100 sentimeter.
Meskipun puskesmas dan Pemdes telah memberikan bantuan, luasnya wilayah yang terdampak membuat dukungan dari pihak lain sangat dibutuhkan.
Salah satu warga, Sunadi, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima.
”Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” tegasnya.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
