Breaking News
light_mode

Perda Kedaulatan Pangan untuk Kemandirian Pangan Jawa Tengah

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
  • visibility 346

JAWA TENGAH, LINGKARMURIA.COM – Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah menginisiasi pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kedaulatan Pangan. Diharapkan Raperda ini mampu mewujudkan kemandirian pangan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut antusias.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, mengungkapkan dengan adanya perda tersebut akan menjadi panduan untuk Jawa Tengah agar lebih mandiri dari sisi pangan.

Lebih lanjut Sumarno menjelaskan, Jawa Tengah merupakan daerah lumbung pangan nasional. Adanya Perda tentang Kedaulatan Pangan, diharapkan pemprov bersama DPRD dan stakeholder terkait, mempunyai panduan bagaimana menjaga kestabilan harga pangan di Jateng.

“Perda tentang Kedaulatan Pangan akan mengatur berbagai hal terkait pangan. Antara lain, mengatur tentang tata kelola ketahanan pangan, kesinambungan penyediaan pangan, distribusi pangan, dan sebagainya. Sebab, tidak sedikit pihak swasta yang membeli hasil panen dari Jateng, untuk dibawa atau dijual ke luar daerah,” papar Sekda di sela rapat paripurna, di Gedung DPRD Jateng, pada Selasa (17/10/2023).

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jateng, Paramitha Atika Putri menyatakan, Provinsi Jateng sebagai penyangga pangan nasional perlu menjamin ketersediaan pangan, sistem distribusi pangan, dan pola konsumen secara berkelanjutan. Tentu dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berwawasan lingkungan, dan kesatuan ekonomi nasional.

Menurutnya, negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi makanan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang.

“Baik pada tingkat nasional maupun daerah, dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal,” papar Paramitha.

Lebih lanjut djelaskan, semakin meningkatnya pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, dan industri, mengakibatkan terjadinya degradasi, alih fungsi, dan fragmentasi lahan pertanian pangan. Hal itu telah mengancam daya dukung wilayah dalam menjaga kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan.

“Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, maka perlu membentuk Perda tentang Kedaulatan Pangan,” ungkap Paramitha.

Penulis : Arif
Editor : Adhim

  • Penulis: Abdul Adhim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Keselarasan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Raperda RPJMD 2025-2029

    DPRD Pati Soroti Keselarasan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Raperda RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 353
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memberikan catatan penting terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati 2025-2029. Anggota DPRD Pati Fraksi PKB, Muntamah, menekankan perlunya keselarasan RPJMD Kabupaten Pati dengan RPJMD Provinsi Jawa Tengah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hal ini dinilai krusial untuk […]

  • Harlah Kejaksaan ke-81, Ketua DPRD Pati Dorong Penguatan Kepercayaan Publik

    Harlah Kejaksaan ke-81, Ketua DPRD Pati Dorong Penguatan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.147
    • 0Komentar

    PATI – Momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 yang diperingati pada 2 September 2026 turut mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin. Ia menyampaikan harapan agar institusi Kejaksaan semakin mampu menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Ucapan selamat tersebut disampaikan Ali Badrudin bersama Keluarga Besar DPRD […]

  • Ilustrasi ikan lele

    Jarang Terpikirkan! Ternyata Begini Tips Budidaya Ikan Lele Supaya Cepat Besar

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 386
    • 0Komentar

      EDUKASI – Budidaya ikan lele merupakan merupakan salah satu usaha sampingan yang punya nilai ekonomi tinggi. Ikan lele banyak disukai orang Indonesia, pasarnya sangat luas dan permintaan pasar terbilang tinggi. Ikan lele selain enak juga memiliki kandungan gizi yang baik, sebagai asupan protein. Budidaya ikan lele tidak sulit, semua orang bisa melakukan usaha budidaya […]

  • Nahkoda NU Kudus Masa Khidmat 2019-2024 Siap Realisasikan Rumah Sakit hingga Universitas NU

    Nahkoda NU Kudus Masa Khidmat 2019-2024 Siap Realisasikan Rumah Sakit hingga Universitas NU

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Asyrofi Masyitho sebagai Ketua Tanfidziyah, dan KH. Muhamad Ulil Albab Arwani sebagai Rais Syuriah Masa Khidmat 2019-2024 (SN) KUDUS – Gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kudus telah berakhir pada Minggu (3/3/2019) di SMK NU Ma’arif Kudus. Terpilihnya Asyrofi Masyitho sebagai Ketua Tanfidziyah, dan KH. Muhamad Ulil Albab Arwani sebagai Rais Syuriah menjadi penutup agenda reorganisasi […]

  • DPRD Pati Temukan Sejumlah Kejanggalan di Puskesmas Wedarijaksa 1

    DPRD Pati Temukan Sejumlah Kejanggalan di Puskesmas Wedarijaksa 1

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 366
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Wedarijaksa 1 pada Selasa (17/5/2025) dan menemukan sejumlah permasalahan yang perlu segera ditangani. Meskipun pelayanan kesehatan dinilai baik, fasilitas fisik dan sarana pendukung masih jauh dari ideal. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan keprihatinannya atas kondisi Puskesmas tersebut. […]

  • Produksi Ikan di TPI Juwana Turun, DPRD Pati Soroti Tingginya Biaya Operasional Nelayan

    Produksi Ikan di TPI Juwana Turun, DPRD Pati Soroti Tingginya Biaya Operasional Nelayan

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.397
    • 0Komentar

    PATI – Jumlah produksi ikan yang masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana diprediksi mengalami penurunan yang cukup besar. Kondisi ini terjadi karena banyak kapal nelayan berukuran lebih dari 30 Gross Ton (GT) menunda keberangkatan melaut, yang dipicu oleh biaya operasional yang semakin mahal. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyatakan bahwa penurunan hasil […]

expand_less